When I have an Art Block Attack

b

Beberapa minggu belakangan ini saya menghadapi Art Block. Saya ga mood untuk mengambar bahkan saya merasa ga bisa menuangkan isi pikiran saya ke dalam bentuk coretan atau doodling. Art Block ini cukup bikin saya kuatir soalnya menggambar jadi salah satu metode saya melepas stress dalam bentuk yang positif dan kreatif. Saya bawaannya jadi males banget untuk megang alat gambar dan kertas gambar. Mood saya memang naik turun belakangan ini, kadang bosen, kadang malas, kadang bersemangat, eh pas mau mulai menggambar malah jadi males duluan ntah mengapa.

When an artist, may it be anime or not, finds his or herself at a lack of ideas. โ€“www.urbandictionary.com

Saya juga lagi jarang pergi ke mall karena takut dikit-dikit malah jajan yang ga perlu. Saya jadi lebih sering mengerjakan segala sesuatu dari rumah saja. Mungkin karena pengaruh cuaca yang dingin serta sering hujan menjadi sumbangsih mood malas dan ingin tidur dirumah. Cuaca belakangan ini memang adem ayem, dingin dingin empuk, udara berasa bangetlah suasana liburan akhir tahun.

Kebetulan adik saya bukan tipe yang betah di rumah, doi selalu punya cara untuk ngisi waktu di luar rumah, intinya doi kurang betahlah seharian aktivitas dirumah aja. Akhirnya minggu lalu, adik saya mengajak saya untuk nongkrong di mall terdekat. Karena sudah niat belajar untuk ujian masuk sebuah Law Firm, adik saya ingin belajar ditempat yang kondusif yaitu coffee shop langganan. Saya ikut karena saya bosen dirumah terus, kalaupun saya pergi pasti seharian karena urusan event blogger, bukan waktu me time untuk mengerjakan yang ingin saya kerjakan.

Suasana coffee shop saat itu kondusif, tidak banyak orang yang sedang berkunjung. Pengalaman kami jika coffee shop sedang penuh itu malah ganggu konsentrasi karena lebih terasa ribut dan bising. Mencari bangku kosong untuk duduk pun jadi susah ketika coffee shop sedang ramai pengunjung.

Saya mengeluarkan alat gambar saya yaitu sepaket koi brush pen, trus bener dong saya diam aja liat kertas putih yang saya bawa. Saya coba tenangin diri dulu sambil membuat diri saya rileks. Saya buka laptop saya dan mencari berbagai gambar illustrasi yang saya suka dan refrensi gambar-gambar lain yang memicu mood dan imajinasi saya. Saya malah jadi keasikan menyimpan gambar-gambar yang membuat saya semangat hehehe, baru kemudian saya mulai menggambar di sketch book saya.

Awalnya tangan saya agak kaku karena saya sudah jarang menggambar, namun lama-lama jadi mulai mengalir mengikuti keinginan hati saya. Jika saya sudah mulai agak bosan dalam durasi menggambar yang cukup lama biasanya saya keliling mall dulu sambil liat-liat sekeliling, mana tau dapat inspirasi dari keadaan mall. Setelah keliling biasanya saya lanjut menggambar lagi sambil sesekali ngobrol dengan adik saya.

Peristiwa Art Block tersebut jadi pelajaran bagi saya untuk mencari cara mengatasi Art Block jika hal tersebut terjadi lagi. Tips ini khusus yang saya lakukan ketika saya mengalami Art Block. Saya sharing tips ini agar bisa jadi refrensi bagi yang mengalaminya, mungkin bukan hanya Art Block tetapi ketika merasa tidak mendapat inspirasi atau jenuh. Berikut hal-hal yang saya lakukan ketika mengalami Art Block atau ketika saya sedang jenuh.

1. Bersiaplah untuk pergi ke suatu tempat yang kondusif

Jika mengalami kejenuhan dalam pekerjaan misalnya atau mengalami Art Block biasanya saya bersiap untuk pergi ke suatu tempat. Jika memungkinkan untuk travelling beberapa hari sih silahkan, namun jika memang tidak sempat dan dana sedang terbatas, saya biasanya pergi ke tempat favorite dekat rumah saya, bisa jadi tempat tersebut sebuah coffee shop kecil atau mungkin taman di dekat rumah yang kondusif untuk menenangkan diri. Salah satu pengalaman saya, tempat yang unsur alam atau pepohonannya banyak ternyata lebih cepat memicu saya untuk refresh dari kejenuhan.

2. Cari inspirasi dimana saja

Jika tempat sudah kondusif kamu bisa cari ide dari mana saja. Bisa dengan browsing di internet, keliling mall, atau mungkin berkunjung sebentar ke sebuah pameran seni. Saya paling suka berkunjung ke pameran seni atau ke art gallery karena banyak inspirasi dari seniman yang saya dapatkan serta membuat mood saya naik untuk berkarya lagi. Jika memang tidak memungkinkan untuk pergi ke pameran seni, biasanya saya browsing di internet, namun saya sudah pastikan dulu ketika saya browsing pun saya sudah berada di tempat yang kondusif.

“Kalau kita stuck, dipaksa juga ga akan ada gunanya, kita hanya ngulang-ngulang apa yang udah kita tahu dan yang ada di otak kita, mempelajari hal baru justru menambah jalan inspirasi ke dalam otak kita.”

Saya inget pas kuliah, ketika susah dapat ide untuk bangunan yang di rancang, dosen saya menyarankan saya untuk mencari preseden (hal yang telah terjadi lebih dahulu dan dapat dipakai sebagai contoh) lewat internet atau bahkan ada yang saranin saya untuk pergi langsung ke bangunan-bangunan yang bisa jadi contoh dan inspirasi. Soalnya si Bapak Dosen bilang kalau kita stuck, dipaksa juga ga akan ada gunanya, kita hanya ngulang-ngulang apa yang udah kita tahu dan yang ada di otak kita, mempelajari hal baru justru menambah jalan inspirasi ke dalam otak kita.

3. Mulai coret coret di kertas

Jika sudah merasa ingin untuk membuat sesuatu, saya ga akan nahan-nahan untuk corat coret di kertas karena sayang pas ada ide ga langsung di tuangkan. Ga masalah jika dimulai dengan coret-coretan tidak bagus, nanti seiring mengeluarkan isi pikiran, lama-lama kita juga akan semakin luwes dan lebih pasti untuk menuangkan apa yang ingin kita gambar. Intinya jangan teburu-buru ingin langsung menghasilkan gambar bagus di awal.

4. Jangan takut untuk memulainya

Saya selalu penasaran sama seniman-seniman yang ketika mengoreskan kuasnya seperti tanpa beban, kayak luwes aja gitu, menggambar sambil ngalir begitu aja. Saya baru sadar keinginan untuk langsung membuahkan karya perfect sekali jadi ternyata adalah salah satu faktor saya stuck dan takut untuk memulai. Padahal kalau saya mulai aja nih trus cari inspirasi, mulai lagi, perbaiki yang tadi di mulai, lama-lama hasilnya juga akan semakin lebih lagi dari yang sebelum-sebelumnya. Hal ini berlaku juga ketika saya merancang bangunan pada saat saya kuliah dan kerja, mulai aja dulu nanti lama-lama berkembang seiring dengan prosesnya, kita jadi tahu salahnya dimana, yang kurang dimana, kita pun semakin menyempurnakan hasil karya kita.

5. Berbahagialah dan nikmatilah prosesnya

Saya sempat mengalami kejadian dimana ketika saya tertekan dan ga mood, saya malah ga bisa menghasilkan sebuah gambar atau menemukan ide. Semakin tertekan malah hasilnya jadi ikut-ikutan tertekan hehehe. Penting untuk merasa bahagia dan menikmati proses menyenangkan dari sebuah karya. Orang yang bahagia lebih merasa ringan dalam mengerjakan sesuatu daripada orang yang tertekan berat hehehe. Sebuah karya bisa menyampaikan apa yang kita rasakan ketika sedang membuat karya tersebut.

6. Jangan terlalu dipaksa, beristirahat sebentar jika perlu

Saya pernah mengalami kejadian dimana saya terlalu memaksakan pekerjaan trus malah berakibat pekerjaan itu selesai ala kadarnya atau malah jadi makin stuck disitu-situ aja. Semakin saya paksa malah semakin ga jelas kerjaan itu saya selesaikan.

Perlu ada waktu beristirahat agar otak dan pikiran kita refresh sejenak kemudian baru melanjutkan lagi kerjaan tersebut. Namun ada juga sih yang suka sistem kebut semalam, tipe yang suka ketika adrenalin memuncak, semakin mepet deadline malah makin menantang. Semua balik lagi ke tipe pekerja tiap-tiap orang nyamannya seperti apa. Kalau saya lebih ke tipe yang nyicil pelan-pelan jadi kalau tiba-tiba stuck, saya masih bisa istirahat daripada harus kebut-kebutan untuk selesai.

a

c

Sekian tips dari saya ketika sedang mengalami Art Block atau sedang jenuh disaat saya sedang membuat karya atau bekerja. Kalau menurut saya, penting sih untuk memperhatikan kondisi diri kita khususnya ketika sedang bekerja atau membuat karya, jangan sampai kita cuek-cuek aja padahal kondisi kita sedang benar-benar stuck. Mungkin banyak yang punya tips tersendiri dalam memerangi Art Block atau jenuh dalam melakukan suatu pekerjaan. Feel free to share ya, karena mana tau sharingnya bisa membantu orang lain. Semoga sharing ini bisa bermamfaat bagi yang membutuhkan! Selamat berkarya ๐Ÿ™‚ !ย See you on my next post readers!

NOTE

All things thatย areย written in this blog post are my own opinions and my honest experience. Do not copy my blog or my photos, if you want to use my blog or my photos please ask my permission by email and credit the copy page or image back to my blog.

12 thoughts on “When I have an Art Block Attack”

  1. saya, malah sekarag sering banget ngajak anak2 ke mall karena itulah piknik yang paling mungkin yang bisa dilakukan bersama anak2 ๐Ÿ˜€
    kadang nemu ide juga sih

    1. kalau anak2 pasti sering minta ke mall ya mbak hehehe..sekalian anak-anak jalan..ibunya juga bisa cuci mata hehehhe.

    1. Pengalaman yang dulu-dulu mbak Dew..kalo ga dibawa enjoy malah jadi beban pas bikin karya heheheh..Thank you for visit mbak Dew ๐Ÿ™‚

        1. mau dongg linkk blog temennya mbak Dewi biar bisa liat2 karyanya..hehehe..tdnya mau sering pajang hasil gambar di blog tp ntah mengapa jadi banyak curhat isinya heheheheheh

  2. Kalau lagi kena writers block gimana?
    hihiih..

    Aku pernah lho nanya tips tentang things block ini eh malah di marahi sama penulis yang saya tanya. Katanya yang block block itu mah alibi kita, sebenernya mah kita nya lagi males aja.hahaha
    Jadi jangan males.
    itu tipsnya.

    gitu coba ๐Ÿ˜€

    Eh tapi art line nya kereeen ^^

    1. hihihhi iya sih kadang kalo writer block atau art block kerasanya karena kita yang lagi males ya hehehehe. Kalo saya lebih karena ga mood sedang ada persoalan dan lain-lain, makanya jadi males nulis dan gambar. Saya biasanya nenangin diri dulu sambil menghibur diri biar moodnya naik trus lanjut nulis2 atau gambar2. Kadang refreshing dulu juga jadi salah satu opsi kalo lg penat dan males nulis. Balik ke masing-masing orang juga sepertinya Leli, senyaman kita bekerja supaya kondusif. Thank you sudah mampir Leli ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *