Touch Down Bali!

SAM_4507

Menyiapkan segala persiapan untuk liburan ke Bali cukup membuat kepala saya pusing, alasannya karena saya packing sampai larut malam sehari sebelum berangkat. Meski saya sudah membuat list barang, ntah kenapa ada saja yang barang atau baju yang susah di cari. Saya maklum sih karena sudah lama saya tidak liburan jadi saya cukup kewalahan untuk berkemas. Bersyukurnya saya selesai berkemas tepat jam 12.00 malam dan semua barang yang dibutuhkan sudah masuk dengan rapi, namun efek buruknya saya juga jadi susah tidur karena terlalu excited karena besok akan berangkat liburan.

Keesokan harinya saya bangun dengan kepala yang agak pusing. Saya bangun agak siang hari itu karena semalam sebelumnya saya susah tidur. Saya sarapan pagi, mandi, dress well, put some fresh make up, dan tidak lupa memberi anjing saya makan sambil bilang permisi karena akan saya tinggal selama 4 hari. Saya masih mengecek koper saya kalau-kalau ada yang kurang, tidak lupa saya mengecek segala hal yang diperlukan di Bandara seperti tiket, KTP, dan uang untuk makan serta transport. Setelah itu saya menunggu adik saya pulang ke rumah. Kebetulan paginya adik saya mengikuti psikotest untuk test masuk kerja sebuah perusahaan BUMN. Saya agak kasian juga sih karena dari semalam sebelumnya dia udah ga konsen untuk belajar ahahahah.

Setelah Adik saya sampai dirumah, kami bersiap-siap untuk pergi. Mama saya mengantarkan kami ke stasiun bus DAMRI terdekat. Siang itu halte bus cukup sepi penumpang sehingga untuk urusan beli tiket bus dan memasukkan koper bisa dilakukan dalam waktu yang cepat. Tidak berapa lama bus kami kemudian berangkat. Kami menghabiskan hampir 4 jam lebih di jalan karena hari itu arus lalu lintas ke arah bandara macet parah, Jakarta oh Jakartaaa gemes deh. Untungnya kami tiba dengan selamat di Bandara, bahkan kami masih mempunyai waktu untuk memasukkan koper ke bagasi pesawat dan untuk makan sore. Adik saya sempat marah-marah ketika memesan makanan sore karena balada beberapa orang yang menyela antiran pembeli, tapi untungnya marahnya ga lama-lama hehehe.

Penerbangan yang kami ambil adalah penerbangan sore, prediksi waktu sampai di Denpasar yaitu malam hari. Kami merupakan antrian awal yang masuk ke pesawat sehingga kami sempat menunggu arus penumpang masuk sampai selesai. Sambil menunggu penumpang yang masuk, saya memperhatikan suasana luar pesawat dari jendela saya. Langit sore saat itu warnanya indah, putih menuju ke kuning orange. Saya sempat foto-foto di dalam pesawat karena saya tidak ingin melewatkan cahaya bagus yang muncul sore itu. Ternyata feeling saya benar, cahayanya mendukung untuk mendapatkan foto yang bagus di dalam pesawat hehehe.

SAM_4493

SAM_4498

Penerbangan sore itu untuk jalur Jakarta-Denpasar berjalan mulus. Kami sempat mengalami cuaca kurang baik beberapa menit menurut pilotnya, namun saya sih tidak merasakan turbulensi karena pesawat terbang masih dalam keadaan stabil. Langit mulai berubah menjadi gelap ketika kami mulai mendekati Bandar Udara Ngurah Rai, saya mulai melihat pemandangan awan di jendela pesawat sebelah kursi saya berubah menjadi pemandangan kapal-kapal pinggir pantai dan pemukiman penduduk yang terlihat seperti maket-maket rumah berukuran kecil. Tak berapa lama, kami mendarat dengan selamat di Bandar Udara Ngurah Rai, Bali. We really have a nice safe landing!

SAM_4502

Bandar Udara Ngurah Rai sudah berbeda dari empat tahun yang lalu ketika saya pernah kesini. Bangunan yang sudah di renovasi terlihat lebih rapi dan bersih dibandingkan bangunan bandara yang lama. Saya tidak bosan-bosannya menatap ornamen budaya Bali yang ada di Bandara, lengkap dengan suara alunan musik khas daerah Bali. Kami segera bersiap menuju ruangan khusus untuk mengambil koper agar kami bisa cepat menuju hotel untuk beristirahat.

Kami mengalami kesulitan mengambil taksi di Bandara Ngurah Rai. Kendaraan sewa di Bandara memang lebih dominan mengambil penumpang. Hanya beberapa taksi saja yang lewat, namun saya tidak melihat taksi Bluebird menunggu di Bandara. Setelah sempat bertanya ke beberapa orang, kami memutuskan untuk berjalan keluar untuk dapat mengambil taksi, namun kami tetap kesusahan untuk menemukan taksi bluebird. Kami akhirnya mendapatkan taksi bluebird setelah menunggu agak lama. Saya tetap niat ambil taksi bluebird karena sewaktu saya magang di Bali, saya sempat naik taksi lain dan ternyata argo-nya lebih mahal.

Kami langsung menuju hotel yang akan kami tempati yaitu Swiss Belhotel, Seminyak. Alasan utama kami memilih hotel ini karena harganya masih bersahabat didukung dengan ulasan-ulasan pengunjung yang menyatakan mereka puas dengan pelayanan hotel tersebut. Daerah Seminyak juga lebih tenang dibandingkan daerah Kuta atau Denpasar yang cenderung lebih ribut dengan club-club malam. Pantai daerah Seminyak juga lebih tenang dan bersih daripada pantai Kuta, seingat saya sih ya ketika terakhir kali ke Bali waktu itu.

SAM_4509

Kami sampai di Hotel cukup larut malam. Staff hotel menyambut kami dengan ramah. Kami diminta untuk menunjukkan KTP kami dan mengisi deposit sebesar 500 ribu yang akan dikembalikan setelah kami check out dari hotel. Deposit digunakan sebagai simpanan yang akan dipotong jika kami menggunakan mini bar yang ada di kamar hotel atau merusak fasilitas hotel. Setelah selesai dengan proses registrasi kami lanjut ke kamar kami dengan ditemani salah satu staff hotel yang membawakan koper kami. Kamar kami berada di lantai 3, lokasinya tegak lurus dengan lift hotel.

Sesampainya di kamar hotel, kami mulai beres-beres koper dan kemudian mandi. Badan saya dan adik saya sudah lelah karena kelamaan macet di jalan menuju bandara. Kami ingin segera membaringkan badan kami di kasur. Kami menyimpan niat menjelajah Bali untuk besok saja, karena kami cukup letih dengan perjalanan menuju Bali malam itu.

SAM_4510

SAM_4513

Kamar hotelnya cukup comfy menurut saya, ukurannya pas untuk dua orang. Fasilitasnya juga cukup lengkap untuk sebuah kamar hotel. Kamar mandi hotelnya juga sangat bersih dan nyaman sampai saya betah mandi lama-lama hehehe. Sayangnya pemandangan dari kamar kami kurang bagus karena mengarah ke bagian samping gedung sebelah dan jalanan Seminyak namun kami masih oke dengan hal itu. Kami memang ga akan seharian di hotel dan akan lebih banyak jalan ke luar selama 3 hari ke depan, jadi hal tersebut tidak jadi masalah.

Tidak berapa lama saya sudah menyelimuti diri saya di kasur dengan menggunakan kaos serta leging yang nyaman untuk tidur. Tidur di kasur hotel menjadi sesuatu yang wah untuk saya yang sudah lama tidak liburan. Saya tidak terlelap dengan mudahnya karena badan saya masih terasa pegal namun hati saya merasa sangat bersemangat. Akhirnya saya terlelap juga setelah berusaha untuk tidur. Setelah terlelap tidur, besoknya saya bablas bangun lewat dari jadwal yang seharusnya, kayaknya terlalu betah nempel sama kasur hotel.

NOTE

All things that are written in this blog post are my own opinions and my honest experience. Do not copy my blog or my photos, if you want to use my blog or my photos please ask my permission by email and credit the copy page or image back to my blog

9 thoughts on “Touch Down Bali!”

  1. Ihiiyy asik! Have fun ya Kak. Aku pengen nih main ke Bali, tapi belum kesampaian juga sampe sekarang. Semoga nanti ada event blogging atau lomba blog yang hadiahnya nyicipin cakepnya Bali deh. hihi. 😀

    1. Haloo intann! ini sebenarnya udah bulan kemarin ke Balinya cuma draftnya belum selesai untuk di publish hehehe. Aminnn smeoga ada event atau lomba yang hadiahnya ke Bali..dijamin kamu bakal nagih pengen liburan ke Bali lagi kalau memang suka sama suasana pantai ya 🙂

    1. Haloo vanyaaa! kangeenn dehh ke event bareng hehehe..Bali memang sweet escape banget yaa dari Jakarta yang udah padat serta penuh mall. Kalau mau tenang memang lebih di saranin nginep di Seminyak, Nusa dua, atau Ubud..kalau ke Kuta lebih ramai club dan dugem malamnya ahahaha. Aku nanti share foodgasm-nyaa hehehehe

    1. Halo Leli..aku ke Bali itu Desember pertengahan…sebenarnya ini juga udah telat tayang artikelnya hehehe cuma sayang kalo ga ditulis karena udah foto-foto banyak juga disana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *