BEBAS ANYANG-ANYANGAN BERSAMA PRIVE URI-CRAN PLUS

SAM_5830 resize

Bulan lalu saya bertemu dengan salah satu adek kelas saya di kuliah dulu. Kami memang sengaja janjian untuk bertemu hari itu. Banyak yang kami bahas pada hari itu, khususnya tentang kehidupan kami sekarang dan pekerjaan yang sedang kami geluti. Kami juga menyempatkan waktu untuk nonton di salah satu bioskop di Bekasi. Kebetulan ada film yang sedang saya ingin sekali tonton.

Perjalanan kami ke bioskop memang agak lama karena kemacetan ibu kota. Kalau jalanan sudah macet, mau ga mau saya harus nahan buang air kecil selama menyetir karena susah cari toilet umum di sekitar jalan. Saya juga termasuk orang yang pilih-pilih banget soal toilet umum karena kondisi toilet umum biasanya jorok dan airnya kotor. Saya lebih milih untuk menahan buang air kecil daripada harus buang air di toilet yang airnya tidak bersih.

Setelah kami sampai ke bioskop, kami sama-sama pergi ke toilet. Saya buru-buru ke toilet karena sudah lama menahan buang air kecil. Destiny (adek kelas saya) agak kaget ketika melihat saya balik lagi ke toilet dua kali padahal tadi dia baru saja melihat saya keluar dari toilet.

“Aku berasa pengen pipis terus deh Des tapi pasti keluarnya tuh dikit aja”

“Hoo..Tadi kak Mon nahan buang air kecil ya?”

“Iya Des, aku pikir nanggung jadi sekalian aja aku tahan.”

“Emang gitu kak kalau sering nahan jadi berasa kebelet terus”

Percakapan kami berlanjut tentang kebiasaan menahan buang air kecil. Saya termasuk yang sering menahan buang air kecil. Salah satu penyebab kenapa saya sering menahan buang air kecil karena kemacetan ibu kota terkait beberapa infrastruktur jalan dan transportasi sedang dibangun. Kebiasaan menahan buang air kecil lebih sering sekali terjadi tanpa saya sadari, karena saya sering menyetir sendiri ke arah Jakarta.

kemacetan Ibu Kota yang kadang membuat pengendara mobil menahan buang air kecil
kemacetan Ibu Kota yang kadang membuat pengendara mobil menahan buang air kecil

Awalnya saya menganggap enteng kebiasaan menahan buang air kecil namun lama kelamaan saya merasa ada yang aneh dengan frekuensi saya ke toilet. Saya sering merasa kebelet buang air kecil namun jumlah air seni yang dikeluarkan sedikit. Pernah juga saya merasa sakit ketika sedang buang air kecil karena saya sudah menahannya agak lama.

Ibu saya pernah bilang bahwa bisa jadi saya mengalami yang namanya gejala anyang-anyangan. Saya pikir ngak mungkin saya kena anyang-anyangan kan saya masih muda. Setau saya yang sering kena anyang-anyangan itu orang yang sudah tua karena saluran kencingnya tidak terlalu berfungsi dengan baik.

TENTANG ANYANG-ANYANGAN

Akibat penasaran tentang anyang-anyangan, akhirnya saya searching beberapa sumber untuk mengetahui tentang penyakit tersebut. Ternyata semua golongan usia bisa terkena resiko anyang-anyangan. Orang dewasa, anak-anak dan ibu hamil dapat terkena resiko mengalami anyang-anyangan. Bahkan dibanding pria, wanita lebih rentan mengalami infeksi saluran kemih. Salah satu gejala awal dari infeksi saluran kemih yang sering disebut anyang-anyangan ini ialah rasa buang air kecil terus menerus disertai nyeri dan tidak lancar.

Baca juga : Gejala Anyang-Anyangan yang Harus Anda Ketahui

PENYEBAB INFEKSI SALURAN KEMIH

Penyebab infeksi saluran kemih 80% karena adanya bakteri E-coli yang menempel pada dinding saluran kemih/kencing. Ada beberapa kebiasaan kita juga yang ternyata memicu penyebab sakit buang air kecil atau anyang-anyangan yang berlanjut sampai menjadi infeksi saluran kemih.

Berikut ini hal-hal lain yang memicu anyang-anyangan yaitu toilet yang tidak bersih, sering menahan buang air kecil, arah proses pembasuhan setelah BAB yang tidak benar, dan air untuk membasuh yang tidak bersih. Arah basuh dari belakang ke depan mengakibatkan bakteri E. Coli dapat keluar dari anus dan masuk ke saluran kencing. Bakteri inilah yang menyebabkan infeksi pada kandung kemih, jika tidak diobati maka bakteri ini dapat menginfeksi ginjal.

CARA MENGATASI ANYANG-ANYANGAN DAN PENCEGAHANNYA

Sebenarnya ketika gejala anyang-anyangan sudah berlanjut cukup lama, kita harus serba waspada dan segera memeriksakan diri ke dokter. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan melakukan pemeriksaan sample urin. Dokter akan memberikan antibiotik jika kita memang mengalami infeksi kandung kemih.

Sebelum gejala anyang-anyangan semakin berlanjut, sebaiknya kita berupaya juga untuk mencegah anyang-anyangan, toh lebih baik mencegah daripada mengobati. Kita juga bisa mencegah anyang-anyangan dengan kebiasaan kita yang lebih sehat. Beberapa tips yang bisa kita lakukan demi mencegah anyang-anyangan yaitu minum air putih cukup dalam sehari (8 gelas sehari), tidak menahan buang air kecil, memilih toilet yang bersih, membasuh dengan gerakan dari depan ke belakang.

Ada satu lagi cara untuk mencegah kita terkena anyang-anyangan yaitu dengan meminum minuman kesehatan Prive Uri-cran Plus. Apa sih Uri-cran Plus itu? Prive Uri-cran adalah minuman kesehatan dengan ekstrak Cranberry yang dapat mencegah anyang-anyangan. Buah Cranberry telah lama diteliti dan digunakan di Amerika karena efektif mencegah infeksi saluran kemih. Proantocyanidin (PAC) pada buah Cranberry dapat mencegah penempelan bakteri E-coli pada dinding sel epitel saluran kemih dan membuangnya bersama air kencing. Sangat disarankan mengkonsumsi 2 gelas (@150 ml) jus Cranberry per hari selama kurang lebih 10 hari.

Buah Cranberry sangat susah dijumpai di Indonesia, biasanya kalau pun ada, harganya tergolong mahal. Saya pernah mencari buah ini di Farmers Market dengan rumah saya, hasilnya nihil karena meski buah ini bisa di import, tidak semua swalayan menjual buah ini. Setelah membaca beberapa referensi tentang buah Cranberry, ternyata kita tidak perlu susah-susah lagi untuk mencari buah Cranberry. Buah ini bisa dinikmati dalam bentuk minuman kemasan yaitu Prive Uri-cran Plus yang dikeluarkan oleh Combiphar.

SAM_5839 resize

Beberapa hari sebelum hari raya Lebaran saya cukup rutin meminum Prive Uri-cran Plus sesudah makan. Prive Uri-cran Plus berbentuk seperti bubuk yang mudah larut dalam air putih. Saya biasanya melarutkan bubuk Prive Uri-cran Plus ini ke dalam air putih dingin supaya lebih terasa segar di mulut. Setelah melarutkan bubuk Prive Uri-cran Plus, air putih tersebut akan berubah warna menjadi larutan merah jambu yang siap di minum. Rasanya minuman Prive Uri-cran Plus mengingatkan saya pada minuman sachet  bubuk rasa buah yang sering saya minum waktu SD dulu. Rasa minuman kesehatan ini memang manis dan asam, namun rasanya masih pas di lidah saya.

Saya sedang membiasakan untuk tidak menahan buang air kecil terlalu lama. Saya juga rutin membawa tissue basah di tas supaya bisa saya pakai dalam kondisi darurat, ketika duduk wc tidak terlalu bersih atau air toilet kurang bersih. Hal yang masih sering saya lupakan yaitu meminum banyak air putih. Selama ini saya lebih sering melakukan aktivitas di lantai 2. Saya jadi malas untuk mengambil minum ke lantai 1 rumah. Kebiasaan ini telah membuat saya lupa minum banyak, karena terlalu sibuk beraktivitas di lantai atas, akhirnya saya membawa tempat minum dengan ukuran agak besar ke lantai 2 supaya saya tidak lupa untuk minum air putih.

SAM_5828 resize

Banyak orang mungkin menyepelekan menahan buang air kecil sama seperti menyepelekan lupa untuk minum air putih dengan kadar yang cukup, padahal hal-hal sepele seperti ini kalau dibiarkan bisa memicu penyakit berbahaya untuk tubuh. Saya mau membiasakan diri untuk rutin meminum Prive Uri-cran Plus supaya bisa mencegah penyakit anyang-anyangan karena minum air putih saja ternyata tidak cukup untuk mencegahnya. Selama tindakan mencegah tersebut masih menyenangkan seperti meminum larutan ekstrak buah Cranberry, saya pikir kenapa tidak 🙂 . Satu hal yang selalu saya ingat bahwa kesehatan itu sangat mahal harganya. Kamu bisa membeli Prive Uri-cran Plus di drug store terdekat salah satunya Guardian, dengan harga Rp 94.000,00 (1 kotak isi 15 sachet)See you on my next post readers!

NOTE

This is a Sponsored Post. All things that are written in this blog post are my own opinions and my honest experience. Do not copy my blog or my photos, if you want to use my blog or my photos please ask my permission by email and credit the copy page or image back to my blog.

Tips Anti Mati Gaya di Perjalanan Liburan

sumber gambar : https://unsplash.com/photos/vdyeDY-_ufw
sumber gambar : https://unsplash.com/photos/vdyeDY-_ufw

Mendekati liburan panjang lebaran, pasti banyak yang sudah mempersiapkan perjalanan mudik atau perjalanan liburan keluarga. Kebetulan keluarga saya juga berencana untuk melakukan liburan keluarga di salah satu daerah wisata pantai. Minggu lalu saya sudah searching beberapa pilihan hotel dan transportasi yang akan kami gunakan menjelang liburan panjang. Keribetan selanjutnya yang harus saya hadapi adalah mempersiapkan apa saja yang harus keluarga saya bawa selama liburan nanti, meski hal tersebut tidak mengurangi antusias saya untuk berlibur bersama keluarga.

Siapa sih yang ngak suka travelling? Menikmati berbagai objek wisata yang terkenal dan berpanorama indah sudah pasti jadi momen yang menyenangkan. Hal inilah yang membuat semua orang termasuk saya, tidak pernah bosan untuk berlibur. Namun, keseruan liburan memang lebih bisa saya nikmati ketika telah sampai ke tempat wisata tujuan. Sebaliknya ketika berada di dalam perjalanan, bisa jadi saya malah tidak terlalu menikmatinya sebab terasa membosankan, khususnya untuk perjalanan yang memakan waktu tempuh lumayan panjang.

Baca juga : Touch Down Bali!

Lebih menyenangkan memang ketika kita pergi bersama teman-teman maupun keluarga. Waktu perjalanan akan terasa lebih singkat. Beda cerita jika saya memilih melakukan solo traveling. Ancaman mati gaya di perjalanan pasti rentan terjadi, apalagi jika saya memilih moda transportasi dengan waktu tempuh yang relatif lama, seperti bus maupun kereta api. Ya, kedua moda transportasi darat ini harus diakui membuat waktu perjalanan lebih panjang dibandingkan ketika saya memilih moda transportasi pesawat.

Namun bukan berarti karena ada ancaman mati gaya di perjalanan, kita jadi tidak berani untuk berlibur. Bukan berarti juga kita jadi tidak membeli tiket kereta api ataupun karcis bus karena merasa perjalanan akan lebih lama. Kedua transportasi ini justru mampu memberikan pemandangan menarik yang membuat liburan semakin sempurna bahkan sejak awal perjalanan. Kalau kamu memilih untuk naik kereta api, kamu bisa mengunjungi situs Traveloka untuk mendapatkan tiket kereta api dengan harga terbaik dan proses pemesanan yang sangat praktis.

Saya sebenarnya jarang melakukan solo travelling. Pertama kali saya melakukan solo travelling itu sekitar 3 tahun yang lalu, ketika saya menghadiri pesta pernikahan teman dekat saya yang di adakan di kota Medan. Saya memang memilih model transportasi pesawat terbang untuk menghemat waktu tempuh perjalanan, mengingat saat itu saya masih berstatus sebagai pekerja kantoran sehingga waktu libur saya terbatas hanya pada saat weekend. Meski memilih moda transportasi pesawat terbang, saya sempat merasa bosan karena jarak tempuh dari rumah ke bandara yang cukup memakan waktu. Setelah sampai di Bandara Kuala Namu pun saya harus menggunakan kereta api untuk tiba di kota Medan, karena Bandara Kuala Namu terletak jauh dari kota Medan. Kalau di hitung-hitung, saya menghabiskan banyak waktu juga di jalan untuk sampai ke tempat tujuan. Memilih transportasi udara juga cukup membuat saya cemas akhir-akhir ini, karena cuaca sekarang yang susah di tebak.

Baca juga : Terima Kasih atas Doanya!

Waktu saya melakukan solo travelling justru saya lebih banyak mempersiapkan diri dan kebutuhan di jalan, khususnya kebutuhan untuk menghibur diri saya jika waktu perjalanan menuju tempat wisata memakan waktu lebih lama. Kamu bisa mempertimbangkan berbagai cara di bawah ini sebelum benar-benar yakin untuk memesan tiket kereta api, apalagi jika kamu berencana melakukan solo travelling. Jadi, apa saja sih tipsnya? Berikut tips spesial buat kamu!

Bawa Camilan Sebanyak-banyaknya

Makan bisa membuatmu lupa akan waktu. Jadi ketika kamu mulai bosan namun kereta api yang kamu tumpangi belum sampai ke stasiun tujuan, cobalah untuk membuka bekal perjalananmu. Ambil beberapa snack yang kamu suka dan makanlah. Hal ini mampu mengusir rasa bosan sekaligus membuat perutmu kenyang. Perut yang terisi penuh adalah awal dari kebahagian.

Saya sendiri tidak bisa membayangkan berada di dalam perjalanan menuju tempat liburan tanpa membawa bekal/snack. Tentunya di dalam perjalanan, kebahagiaan dari perut yang sudah kenyang akan menghindarkan kita dari rasa kesal akibat mati gaya. Simpel, bukan? Jadi ketika memutuskan untuk jalan-jalan jauh yang memakan waktu perjalanan lama, pastikan juga membawa camilan sebanyak-banyaknya untuk bisa kamu nikmati di moda transportasi yang kamu naiki. Kalau kamu lupa untuk membawa snack, seingat saya pihak pengelola kereta api juga menyediakan makanan ringan/berat yang bisa di beli pada saat perjalanan. Jadi jangan lupa juga untuk membawa persediaan uang cash selama perjalanan liburan.

Susun List Lagu Favoritmu di Ponsel

Tips yang satu ini tidak hanya berguna untuk mengusir rasa bosan, namun sekaligus memastikan keamanan ponselmu selama di perjalanan. Sebaiknya gunakan earphone atau headset jika ingin mendengarkan lagu favorite selama perjalanan. Hal ini berguna untuk menghindarkanmu dari teguran penumpang lain karena volume musik yang terlalu keras. Mendengarkan lagu-lagu kesukaanmu yang tersusun dalam playlist musik di ponsel juga seakan bisa memastikan bahwa gadget milikmu yang satu ini aman-aman saja selama masih ada musik yang terdengar lewat earphone maupun headset milikmu. Jangan lupa juga untuk membawa power bank selama perjalanan untuk mengantisipasi ponselmu habis baterai karena terlalu lama digunakan. Biasanya saya lebih senang untuk membawa mp3 player sebagai opsi lain untuk mendengarkan lagu. Ketika baterai ponselmu habis, kamu masih bisa mendengarkan lagu dengan mp3 player yang kamu bawa.

Membaca Buku Favorit

Mungkin pemandangan di luar bangku sempat membuat kita jengah karena keindahannya. Mungkin saja kita bisa merasa bosan karena pemandangan di luar kaca makin lama makin terlihat sama saja setelah beberapa jam. Saat itu hal itu terjadi, membaca dapat menjadi solusi alternatif untuk menghindarimu dari mati gaya. Tidak perlu takut tertidur setelah membaca buku favoritmu, karena setelah itu biasanya waktu akan terasa berjalan lebih cepat. Bisa jadi kamu masih asyik membaca buku kesukaanmu tanpa menyadari bahwa moda transportasimu telah sampai di tempat tujuan. Karena itu, jangan ragu untuk membawa beberapa buku favorite-mu ketika sedang berlibur, ya! Soalnya, buku-buku tersebut dapat menjadi penyelamat dari ancaman mati gaya.

Jika kamu tidak terlalu suka membaca buku apalagi jenis buku yang ceritanya sangat panjang. Saya sangat menyarankan untuk membaca jenis buku yang ceritanya singkat dan juga yang mempunyai gambar di dalamnya. Kamu juga bisa membaca buku kumpulan puisi atau cerpen karena biasanya buku tersebut menyajikan cerita singkat yang banyak dan menarik untuk di baca dalam perjalanan. Saya sendiri lagi suka membaca buku kumpulan puisi karena membuat saya menjadi lebih tenang dan menikmati momen saat itu juga.

Baca juga : Sumber Inspirasi di Bulan Mei 2017

Mengobrol dengan Kenalan Baru? Kenapa Tidak

Coba ingat-ingat, ketika sedang mengobrol bersama teman-teman pasti rasanya waktu menjadi berjalan sangat cepat, bukan? Jadi, kamu tidak perlu ragu lagi untuk melakukan kegiatan yang simpel ini untuk mencegah mati gaya selama berada di perjalanan. Kalaupun kamu pergi sendiri dan tidak memiliki teman mengobrol, sadarilah bahwa banyak orang yang bernasib sama denganmu di transportasi yang kamu naiki. Sangat mungkin mereka merasa bosan dan membutuhkan teman untuk mengobrol. Cobalah berkenalan dengan mereka, caranya bisa dengan pertanyaaan basa-basi, kemudian mengajak-nya berkenalan dan mengobrol segala macam kegiatan dan pengalaman seru terkait liburan.

Memang tidak semua orang di perjalanan yang senang untuk diajak berkenalan. Ada juga lhoo beberapa orang yang justru sedang tidak ingin di ganggu karena sebenarnya dia ingin tidur selama perjalanan, jadi kita juga harus pintar-pintar membaca respon orang baru yang sedang kita ajak kenalan. Tidak menutup kemungkinan juga bahwa kita akan bertemu dengan orang-orang yang ternyata cocok untuk dijadikan teman atau bisa saja kita ketemu calon jodoh kita di perjalanan tersebut. Banyak juga kan cerita orang-orang yang bertemu jodoh ketika sedang melakukan perjalanan liburan heheheh. Dijamin deh, selain bisa menjadi obat anti mati gaya, mengobrol dengan sesama penumpang lain bisa menambah kenalan bahkan bisa jadi menambah teman baru.

Bagaimana? Banyak kan cara bukan untuk mencegah mati gaya selama di perjalanan yang memakan waktu tempuh lama? Jadi, siap dong sekarang untuk memulai petualangan-mu dengan beragam moda transportasi, mulai dari pesawat, kapal, bus, hingga kereta. Selamat mempersiapkan liburan readers!

Hidup Sehat Bersama Heavenly Blush Yogurt

SAM_5676

Ada yang pernah bilang ke saya bahwa masa terpuruk dalam hidup bisa menjadi pelajaran berharga untuk kedepannya. Dulu saya pikir nasehat ini tidak akan saya alami, lagipula ngak ada juga kan yang mau mengalami masa-masa terpuruk dalam hidup. Masa paling menyedihkan buat saya adalah ketika saya jatuh sakit. Saya tidak bisa beraktivitas dengan baik bahkan kadang mau istirahat tenang saja juga susah karena badan sedang dalam kondisi yang buruk. Ketika saya jatuh sakit, sering kali bukan hanya badan yang staminanya turun namun pikiran pun jadi ikut-ikutan lelah.

Setelah saya memutuskan untuk lepas sementara dari kerja kantoran, saya memutuskan untuk memulai hidup sehat. Karena seringnya frekuensi saya jatuh sakit, saya baru mengerti betapa berharganya kesehatan itu. Kesehatan sangat mahal harganya dan tidak bisa dibeli secara instan dengan uang. Banyak yang berpikir bahwa sehat itu hanya fokus pada badan saja, padahal mental perlu dijaga juga agar tetap sehat. Menurut saya badan dan pikiran itu saling mempengaruhi satu sama lain dan tidak bisa dipisahkan.

Sakit yang selalu menjadi langganan saya itu maag dan masalah pencernaan. Kedua penyakit ini sering timbul karena saya tidak memperhatikan pola hidup yang sehat. Saya masih suka telat makan dan jajan sembarangan. Kedua penyakit ini juga sering kambuh ketika saya mengalami stress. Bagi saya, penting sekali untuk memastikan kondisi badan dan pikiran tetap sehat karena sangat semua itu sangat mempengaruhi keseluruhan aktivitas sehari-hari.

Godaan paling sulit dalam upaya hidup sehat yang pernah saya hadapi ialah mengganti bahan makanan yang biasa saya makan. Hal ini sulit sekali bagi saya yang lidahnya sudah terlanjut cinta sama masakan Indonesia, khususnya masakan yang bumbunya nendang di mulut. Beberapa bulan menyesuaikan diri dengan memakan makanan rumah yang memang dijaga proses pengolahannya itu termasuk berat bagi saya. Hal tersebut jadi perkara yang cukup berat karena sebelumnya saya sudah terbiasa dengan makanan pedagang kaki lima dekat kantor. Satu-satunya hal yang membuat saya bahagia adalah berat badan saya yang cepat turun mendekati angka normal setelah membiasakan diri dengan makanan yang sehat.

“YOU ARE WHAT YOU EAT”

Awalnya saya biasa aja dengan quotes ini, namun quotes ini menjadi berbeda setelah saya mengalami sendiri penurunan berat badan karena mengganti bahan makanan yang lebih baik. Ternyata banyak juga yang salah mengerti tentang diet yang sehat. Beberapa kenalan saya malah berusaha untuk tidak makan sama sekali atau makan sedikit dalam jangka waktu yang lama.

Diet sehat itu bukan berarti tidak makan sama sekali lhoo, namun lebih kepada memilih bahan makanan yang baik untuk tubuh kita. Saya juga selalu diingatkan untuk fokus pada tubuh yang sehat, bukan fokus kepada tubuh yang kurus. Fokus pada tubuh yang kurus justru cenderung mengarahkan kita ke penerapan diet yang salah. Tidak jarang saya mendengar berita tentang anak gadis remaja yang mengalami eating disorder karena terlalu fokus ingin punya tubuh kurus.

Hal berat lainnya dalam mengganti bahan makanan yang biasa saya makan yaitu mengganti snack yang jadi cemilan sehari-hari. Saya pecinta snack yang rasanya asin, manis dan gurih di lidah. Saya juga paling suka snack berupa goreng-gorengan. Saya susah melepaskan snack tidak sehat tersebut, padahal cemilan jenis ini sering sekali membuat tenggorokan saya sakit. Saya juga heran mengapa saya tidak jera juga meski tenggorokan saya sering sakit sesudah memakannya. Snack tersebut juga membuat saya merasa tidak kenyang, bahkan saya malah menjadi lebih lapar dan haus setelahnya. Saya juga pernah di nasehati oleh psikolog kenalan saya untuk mengganti cemilan sehari-hari dengan buah-buahan, karena cemilan tidak sehat ternyata memicu mood seseorang menjadi turun.

SAM_5655 edit

Berawal dari niat saya untuk menemukan cemilan sehat di Farmers Market, saya tidak sengaja menemukan Heavenly Blush Yogurt di rak belanja. Kebetulan saat itu saya tertarik dengan kemasan Heavenly Blush yang menurut saya bagus. Beberapa hari lalu teman saya yang seorang guru Yoga, Grace, merekomendasikan saya untuk mengkonsumsi fresh yogurt sebagai cemilan. Waktu itu sebenarnya saya agak setengah hati juga mau beli yogurt, karena yogurt di pasaran biasanya tidak cocok rasanya dengan selera saya kecuali frozen yogurt yang biasa ada di mall. Ternyata setelah saya coba, malah saya ketagihan sampai sekarang. Baru kali ini ada yogurt di pasaran yang rasa manis dan asamnya pas dengan selera saya.

Waktu itu Heavenly Blush baru mengeluarkan dua produk yaitu Heavenly Blush Greek Yogurt dan Heavenly Blush Yogurt Drink. Kedua produk ini memang agak berbeda meski sama-sama yogurt. Heavenly Blush Greek Yogurt lebih kental dan dilengkapi dengan toping pilihan berupa peach, stawberry dan madu. Kemasan dari Heavenly Blush Greek Yogurt ini mendapat penghargaan sebagai World Star Packaging 2017. Kemasannya memang sangat praktis karena bagian dalamnya dilengkapi dengan sendok. Bagian yogurt dan saus topingnya memang dipisah. Kita hanya tinggal menekuk bagian tempat toping agar bisa dicampur ke yogurt.

Kemasan ini sangat memudahkan kita untuk bisa memakan yogurt dimana saja. Saya paling suka varian yang peach dan stawberry karena masih ada potongan buah di saus toping-nya. Heavenly Blush Yogurt Drink memang tidak sekental Heavenly Blush Greek Yogurt malah lebih seperti minuman rasa buah. Heavenly Blush Yogurt Drink ini lebih praktis lagi untuk dibawa dan lebih berfungsi sebagai ready to go drink yogurt.

SAM_5653 edit

Tahun lalu akhirnya Heavenly Blush mengeluarkan produk baru yang tidak jauh-jauh dari varian yogurt yaitu Heavenly Blush Tummy Yogurt Drink dan Heavenly Blush Tummy Yogurt Bar. Heavenly Blush Tummy Yogurt Drink dan Heavenly Blush Tummy Yogurt Bar merupakan Fruit dan Veggie Yogurt  dimana ada penambahan unsur sayur-sayuran pada sari buah-buahan yang dijadikan bahan utama. Dua produk dari Heavenly Blush dipercaya kaya akan high fiber dan low fat karena kandungannya yang terdiri atas buah-buahan dan sayuran.

Heavenly Blush Tummy Yogurt Drink memang terkesan mirip dengan Heavenly Blush Drink namun kandungan buah lebih bervariasi dan di tambah dengan kandungan sayuran di dalamnya. Kemasan Heavenly Blush Tummy Yogurt Drink juga lebih aman dan bisa di tutup kembali jika minuman tersebut belum habis, karena kemasannya berbentuk seperti botol minuman. Pertama kali saya mau mencoba minum Heavenly Blush Tummy Yogurt Drink itu saya agak deg-degan, karena saya ga bisa bayangin minum minuman rasa sayuran seperti brokoli dan wortel. Setelah saya minum justru rasa sayurnya tidak berasa sama sekali, campuran sari buah dan sayur dari minuman ini justru enak dan pas di lidah saya. Heavenly Blush Tummy Yogurt Drink tersedia dalam tiga varian yaitu Rasberry Broccoli, Blueberry Redbeet, dan Manggo Carrot. Heavenly Blush Tumm Yogurt Drink ini bisa didapatkan di Carrefour, Papaya, Indomaret, All Fresh, Food Hall dan Farmers Market.

SAM_5682

Heavenly Blush Tummy Yogurt Bar berbeda dari semua produk Heavenly Blush karena berbentuk seperti snack bar. Heavenly Blush Tumm Yogurt Bar merupakan yogurt bar yang meliputi Chia Seed, Pumpkin Seed, Sunflower Seed, Black Sesame, dan White Sesame. Pada bagian atas Heavenly Blush Tumm Yogurt Bar tetap dilapisi dengan yogurt dalam bentuk padat. Saya pikir Heavenly Blush Tummy Yogurt Bar ini akan bikin saya eneg karena kandungannya yang begitu banyak, maklum snack bar biasanya bener-bener terasa sangat padat ketika dimakan.

Menurut saya Heavenly Blush Tummy Yogurt Bar justru rasanya sangat pas, tidak terasa terlalu padat dan tetap memberikan efek kenyang yang tidak berlebihan. Heavenly Blush Tummy Yogurt Bar ini jadi snack favorite yang menemani saya menulis blog atau menemani saya beraktivitas di luar rumah. Heavenly Blush Tummy Yogurt Bar dengan varian jeruk nipis lebih terasa rasa jeruk nipisnya, sehingga menambah rasa segar pada snack bar tersebut. Heavenly Blush Tummy Yogurt Bar terdiri dari dua varian yaitu yogurt bar berries dan yogurt bar lime. Heavenly Blush Tummy Yogurt Bar ini bisa didapatkan di Starbucks, Coffee, Food Hall dan Farmers Market.

SAM_5739

MAAMFAAT MENGKONSUMSI YOGURT

Yogurt memberikan banyak mamfaat lain bagi tubuh. Yogurt bahkan bisa dipakai sebagai masker wajah untuk menunjang kecantikan kulit, namun mamfaat yang di dapat akan lebih banyak lagi apabila kita rutin mengkonsumsinya. Berikut ini beberapa mamfaat yang di dapat dari mengkonsumi yogurt secara rutin.

  • Melancarkan pencernaan karena yogurt kaya akan serat buah dan sayuran. Aman untuk di konsumsi oleh siapapun. Bagi beberapa orang yang justru diare ketika mengkonsumsi susu malah lebih disarankan untuk mengkonsumsi yogurt.
  • Serat dalam yogurt membantu menahan lapar lebih lama dan membantu menurunkan berat badan.
  • Membantu program diet karena memiliki kandungan rendah lemak (low fat) dan memberi rasa kenyang cukup lama.
  • Membantu menurunkan kadar kolesterol, tekanan darah tinggi, dan mencegah penyakit jantung.
  • Membantu agar kulit tetap cerah, lembab dan awet muda.

Setelah saya mengkonsumsi yogurt secara teratur, saya mulai merasakan mamfaatnya. Hal paling berpengaruh yang saya rasakan adalah pencernaan saya yang semakin menjadi lancar. Saya sering mengalami masalah pencernaan yang kurang lancar karena kurangnya asupan buah dan sayur. Minum air putih dan olah raga saja tidak cukup untuk memperlancar masalah pencernaan saya. Sejak rutin mengkonsumsi Heavenly Blush Yogurt di pagi hari, pencernaan saya terasa lebih lancar. Info tentang waktu yang baik untuk minum yogurt dan mamfaatnya bisa kamu lihat di sini.

Mungkin banyak yang menganggap sepele masalah pencernaan yang tidak lancar, padahal hal ini penting sekali lhoo. Pencernaan yang tidak lancar dan BAB yang lama untuk dikeluarkan bisa memicu masalah pencernaan lainnya, bahkan bisa memicu kanker usus. Pencernaan yang tidak lancar juga bisa membuat badan terasa tidak nyaman dan memicu mood seseorang menjadi jelek seharian. Jika pencernaan lancar setiap hari, maka tubuh akan terasa lebih ringan dan mood kita juga terasa lebih tenang.

Saya juga tidak menjadi cepat lapar ketika mengkonsumsi Heavenly Blush Tummy Yogurt Drink dan Heavenly Blush Tummy Yogurt Bar sebagai cemilan. Kedua produk ini bisa menjadi sarapan ringan sebelum saya melakukan aktivitas olah raga di pagi hari. Heavenly Blush Tummy Yogurt Bar juga lebih sering saya bawa karena ukurannya yang kecil dan mudah di simpan dalam tas. Snack Bar ini juga saya konsumsi sebagai pengganjal perut jika saya menghadapi kemacetan di Jakarta, yang terkadang membuat jam makan siang saya bergeser dari jadwal seharusnya.

SAM_5685

Heavenly Blush Tummy Yogurt Drink dan Heavenly Blush Tummy Yogurt Bar ini jadi penyelamat saya yang maag-nya sering kambuh karena telat makan. Sekarang saya ga pusing lagi mencari alternatif snack sehat untuk mengganjal perut saya yang sensitif kalau jadwal makan siang saya mendadak harus mundur. Saya mau membiasakan konsumsi yogurt agar perut dan pencernaan saya semakin sehat. Terima kasih Heavenly Blush untuk produk snack sehatnya yang sangat membantu saya menjalani hidup lebih sehat 🙂

NOTE

This is a Sponsored Post. All things that are written in this blog post are my own opinions and my honest experience. Do not copy my blog or my photos, if you want to use my blog or my photos please ask my permission by email and credit the copy page or image back to my blog

FOR MORE INFORMATION

Website : www.heavenlyblush.com

Facebook : Heavenly Blush Yogurt

Instagram : @heavenlyblushyogurt

Sumber Inspirasi di Bulan Mei 2017

SAM_5557edit

Bagi yang mengikuti blog saya mungkin sadar bahwa sudah dua minggu lebih saya tidak mem-publish artikel di blog. Berkali-kali saya mencoba mengumpulkan mood untuk menulis namun hasilnya tetap saja saya sedang enggan untuk menulis atau membagikan sesuatu. Instagram juga sempat ga saya update karena mood saya masih turun. Meski tidak aktif di media social namun saya masih kadang online untuk update berita seperlunya saja. Saya memang tidak menetapkan target ambisius yang harus saya capai untuk blog ini karena alasan saya menulis itu bukan hanya sekedar karena uang atau ingin terkenal, kedua hal itu bonus bagi saya yang senang menulis.

Bulan ini memang mood saya naik turun drastis. Pertengahan bulan ini bahkan saya mengalami penurunan suasana hati yang cukup berat kalau saya bisa bilang. Saya ga mau melakukan segala sesuatu yang biasanya merupakan hal-hal yang antusias untuk saya kerjakan. Padahal awal bulan ini semangat saya lagi menyala sekali untuk post tulisan di blog blueskyandme. Tanpa sebab pertengahan bulan malah semangatnya menurun. Sampai akhirnya pada akhir bulan ini mood saya berangsur-angsur membaik, baru saya mulai update di blog dan instagram. Sepertinya mood labil saya terjadi karena kebetulan saya juga sedang datang bulan, jadi saya sempat merasa tidak enak badan beberapa hari ini.

PICK UP LIMES by Sadia Badiei.

Bulan ini saya lagi senang-senangnya menonton video youtube Pick Up Limes dari Sadia Badiei, seorang ahli diet dan nutrisi yang tinggal di Netherlands. Saya lupa bagaimana akhirnya saya sampai ke youtube chanel Sadia, padahal biasanya saya lebih sering menonton tutorial make up di youtube. Saya baru menonton beberapa video dari Sadia yang secara tidak langsung menarik perhatian saya karena fokus kepada food and healthy lifestyle. Menonton video youtube-nya juga membuat saya merasa nyaman dan positif.

Sejak sering jatuh sakit semasa saya masih kerja dulu, saya memang ingin fokus kepada kehidupan yang lebih sehat, bukan hanya sehat secara fisik namun juga sehat secara mental. Penyebab penyakit para pekerja di Ibu Kota ini mungkin lebih kepada stress, makanan tidak sehat, dan juga kebiasaan yang tidak sehat. Memang tinggal di sebuah Ibu Kota yang ramai dan sibuk memiliki nilai positif dan negatif tersendiri. Banyak yang bilang beban pekerja di Jakarta bukan hanya pada kerjaan mereka saja namun juga beban kemacetan yang di hadapi setiap harinya ketika berangkat dan pulang kantor. Saya yakin bahwa tubuh yang sehat dan mental yang sehat itu saling mendukung satu sama lain dan tidak bisa dipisahkan.

Selama menonton video Sadia Badiei, rasanya saya ingin langsung terbang ke Netherlands supaya bisa menikmati kehidupan tenang disana ahahaha. Hidup sehat dengan lingkungan yang nyaman memang merupakan impian saya dari dulu. Saya ingin sekali punya rumah kecil yang memang nyaman dan dekat dengan lingkungan yang hijau. Saya juga ingin bekerja dari rumah dengan pendapatan yang cukup untuk hidup, istilahnya kerja sendiri namun memiliki kondisi keuangan yang cukup stabil. Mungkin itu impian sebagian besar penduduk Jakarta, mengingat jalanan Jakarta makin hari makin menguji iman para pengendara kendaraan bermotor.

Sadia Badiei juga membagikan resep-resep masakan sehat di videonya namun harus saya akui beberapa bahan mungkin akan cukup susah di temui di Indonesia atau beberapa masakan mungkin tidak sesuai dengan selera lidah orang Indonesia hehehehe. Tips yang Sadia Badiei bagikan sangat bermamfaat bagi saya yang sering kembali ke kebiasaan buruk seperti menumpuk barang dan kepanikan. Hanya saja sudah beberapa lama ini Sadia belum update video lagi padahal saya nungguin video selanjutnya dari dia.

SAM_5643 edit

MEMORIES by Lang Leav

Beberapa hari lalu saya juga baru saja beli buku Memories karangan Lang Leav. Banyak yang membicarakan puisi Lang Leav melalui postingan di Facebook. Karena saya sempat baca beberapa postingan Lang Leav di Facebook dan Instagram, akhirnya saya membulatkan tekad untuk membeli bukunya yang berjudul Memories di Periplus Online. Bukunya sampai dengan cepat ke rumah saya dengan kemasan yang rapi dan aman.

Beberapa hari membaca kumpulan puisi dan prosa dari Lang Leav membuat saya ga bisa berhenti membacanya. Sebelumnya ada beberapa orang yang sudah mengulas buku ini di blog mereka dan merasa tidak cocok dengan gaya puisi Lang Leav. Memang namanya selera puisi setiap orang berbeda-beda ya, yang cocok untuk orang lain belum tentu cocok untuk kita. Ada yang suka dan ada juga yang merasa tidak suka dengan gaya puisi tersebut. Saya justru termasuk tipe yang suka dengan puisi puisi-nya Lang Lev yang simpel dan apa adanya. Buku ini menemani pagi saya dan juga menjadi teman menjelang saya tidur di malam hari.

Banyak juga yang bilang buku Lang Leav ini terlalu galau padahal ketika saya baca ga, saya ga merasa isi buku ini hanya tentang kegalauan aja, banyak juga lhoo puisi tentang melepaskan dan kehilangan. Kadang saya suka lucu sendiri sama orang-orang yang apa-apa suka bilang “jangan baper” dan yang apa-apa suka bilang “jangan galau”. Padahal ya namanya manusia pasti mengalami semua fase kehidupan dan bermacam-macam perasaan, kalau cuma mengalami satu perasaan saja bisa jadi dia bukan manusia, nah lhoo. Padahal yang baper dan galau kadang ga melakukan hal yang ganggu orang-orang tersebut kok. Kita kan ga tiba-tiba galau terus bakar rumah tetangga guyss *versi lebay.

Lagi pula seni dan bidang kreatif memang sangat erat kaitannya dengan perasaan, karena dari sana-lah biasanya sumber ide kreatif para seniman yang akhirnya dituangkan dalam bentuk karya seni indah. Jadi kadang saya suka geli-geli sendiri sih sama yang dikit-dikit nuduh orang baper dan dikit-dikit nuduh orang galau apalagi kalau sebabnya hanya karena baca buku puisi ahahahha. Karya seni memang untuk di nikmati dengan hati dan perasaan, kalau ga ya karya seni itu cuma jadi sesuatu yang ga bisa dinikmati orang-orang.

Dua hal ini lagi sering-seringnya saya tonton dan baca bulan ini. Dampak yang saya rasakan memang lebih positif dan tenang. Saya juga ga pernah menyangka kumpulan puisi sederhana yang dibaca tiap pagi dapat membuat saya menjadi sedikit lebih tenang dari sebelumnya. Saya juga sempat merapikan kamar saya dan membuang beberapa barang yang ternyata sudah lama menumpuk di kamar. Saya sukses bersih-bersih tahap pertama karena nonton video Sadia Badei. Kalau kalian lagi sering nonton dan baca apa aja bulan ini? See you on my next post readers!

NOTE

This is NOT a Sponsored Post. All things that are written in this blog post are my own opinions and my honest experience. Do not copy my blog or my photos, if you want to use my blog or my photos please ask my permission by email and credit the copy page or image back to my blog.

Daily Journal : Saturdate at Casa Maitreya

Taman depan ruang makan Casa Maitreya
Taman depan ruang makan Casa Maitreya

Awal bulan ini saya, Wina, Susy, Fetty dan Stevany diajak ngumpul hari Sabtu di rumah Alodita. Saya langsung kosongin jadwal di Hari Sabtu supaya bisa ngobrol lama. Rumah Malo jaraknya cukup jauh dari tempat saya tinggal. Awalnya saya niat ingin naik angkutan umum saja, namun saya kepikiran sepertinya bakal sambung menyambung kendaraan umum untuk sampai ke sana dari rumah saya. Saya memutuskan untuk membawa kendaraan pribadi agar bisa menghemat waktu di jalan. Saya juga sempat mampir beli lapis bogor untuk di bawa sebagai cemilan ngobrol di sana manatau lanjut ngobrol lama sambil ngemil.

Saya berangkat lebih pagi untuk mengantisipasi jalanan tol Ibu Kota yang suka berubah mendadak jadi macet, padahal hanya selang beberapa menit. Saya sudah siapkan waze supaya saya ga nyasar dan mendapat rute yang lancar. Saya ternyata sempat nyasar juga lhoo ahahahha, akhirnya nanya orang setempat dan berhasil sampai ke rumah Malo di daerah Jakarta Selatan. Saya datang kecepatan sendiri. Kami janjian jam 11 siang eh saya udah sampe jam 10 pagi. Saya sempat ga enak juga datang kepagian, takutnya Malo dan keluarga lagi siap-siap dirumah. Ternyata Malo lagi pergi beli kopi, jadi saya disuruh masuk saja ke rumah karena Malo sudah bilang ke ART-nya kalau saya sudah menunggu di depan rumahnya.

Pertama kali saya masuk ke Casa Maitreya, mata saya langsung liat sana sini seluruh ruangan lantai 1 tempat saya menunggu. Mungkin karena saya dulu kerja sebagai Arsitek yang lebih sering mengurusi design rumah jadi saya suka penasaran banget dengan ruang-ruang di dalam rumah seseorang. Kepribadian seseorang atau keluarga bisa kelihatan dari ruang-ruang di dalam rumahnya, dari material yang digunakan, dan bahkan dari pernak pernik yang mereka pajang di dinding atau gelas minuman yang dikoleksi. Saya duduk di meja makan yang sepertinya berfungsi sekaligus sebagai meja untuk menyambut tamu, sambil menunggu Malo pulang. Saya cukup senang karena ruang makannya langsung menghadap taman luar jadi mata saya bisa lihat yang hijau-hijau sebentar.

Baca Juga : WEEKLY JOURNAL #07-FIRST LOOK OF CASA MAITREYA

Tak berapa lama Malo, Mas Abenk dan Aura pulang. Saya akhirnya ketemu juga sama Aura Suri. Aura awalnya agak malu-malu karena baru ketemu saya namun lama kelamaan jadi sering senyumin dan nunjuk-nunjuk ke arah saya heheheh. Selang beberapa menit kemudian, Stevany datang sambil membawa puding dua toples besar untuk cemilan.

Nasi Liwet @dapur_nengepoy
Nasi Liwet @dapur_nengepoy

Sembari menunggu yang lain, kami mulai menyusun nasi liwet dari @dapur_nengepoy untuk makan siang hari itu. Susy dan Fetty datang barengan di rumah Malo dengan menggunakan taxi online. Ada teman dekat Malo juga yang datang hari itu ke rumah, namanya Mbak Kenny. Seketika itu juga rumah langsung jadi rame karena ada anak-anaknya juga yang diajak ikut, Fetty bawa Enzo dan Mbak Kenny bawa Dommy.

“Semoga Berkat dan Karma Baik ini juga sampai dan mengalir ke kalian ya”

 -Alodita

Porsi nasi liwet hari itu ternyata banyak banget. Saya sengaja cuma minum jus dan makan roti karena takut kekenyangan pas menuju makan siang. Wangi nasi liwetnya memang menggoda, lauknya juga udah bikin ngiler mata dan perut. Sebelum kami memulai makan, kami mengucap syukur terlebih dahulu. Malo juga membuka ucapan syukur dengan kalimat “Semoga Berkat dan Karma Baik ini juga sampai dan mengalir ke kalian ya”. Setelah itu langsung deh kami makan nasi liwet. Beberapa menit kemudian Wina sampai di rumah Malo. Porsi nasi liwetnya ternyata memang banyak, bahkan kami masih sisa banyak setelah selesai makan.

hadiah arisan dari Malo
hadiah arisan dari Malo

Selesai makan siang, ternyata Malo menyiapkan sesi arisan dadakan berhadiah. Kami disuruh ambil nomor kocokan untuk mendapatkan hadiah sesuai nomor. Bingkisan yang kami dapat berisi skincare, make up dan beauty products dari Malo. Saya sempat kaget karena ada barang yang saya sudah lama inginkan namun terlupakan untuk saya beli, yaitu Lamica Instant Switcher. Ada conditioner Dove juga di dalam bingkisan saya, baru aja hari ini saya pengen beli conditioner karena conditioner Dove di rumah sudah habis eh kebetulan hari ini dapat conditioner baru. Bingkisannya jadi stock saya beberapa bulan ke depan supaya ga belanja make up untuk sementara hehehe. Thank youu Malooo..sangking terkejutnya kayak berasa mimpi gitu ngeliat hasil arisan yang di dapat *masih tercengang.

Selesai dengan arisan dadakan, kami naik ke lantai dua dimana ada ruang santai keluarga. Saya juga sempat intip ruang kerja Malo dan suami, duh jadi kepengen juga punya ruang kerja sendiri di rumah. Sampai sekarang saya masih menulis blog atau mengerjakan freelance di dalam kamar, itu pun pakai meja dan kursi kecil yang gampang di geser-geser. Memang ga terlalu kondusif kalau mengerjakan sesuatu di kamar karena dikit-dikit liat kasur jadi pengen rebahan terus bawaannya. Ada beberapa lukisan Mas Abenk dalam versi besar juga yang ditaruh dekat dinding ruangan lantai 2. Lukisan-lukisannya cakep-cakep bangettt, salut sama Mas Abenk yang bisa bikin lukisan sampai ukuran besar.

SAM_5457

Sesi penampilan tunggal Aura Suri yang menghibur kita semuaa :)
Sesi penampilan tunggal Aura Suri yang menghibur kita semuaa 🙂

Acara selanjutnya kami lebih banyak ngobrol, main juga sama Aura, Enzo dan Dommy. Obrolan kami ga jauh-jauh seputar blog, beauty products, anak dan kehidupan rumah tangga para wanita, trus saya lebih banyak dengerin karena belum punya suami dan anak hihihihi *semoga cepet nyusul aminnn! Tidak lupa kami dihibur dengan penampilan solo Aura Suri yang lincah banget jogetnya pas diputerin lagu-lagu kartun anak..gemesshh minta di bawa pulang Auraaanyaa. Kami ga tahan juga ikut ketawa liat tingkah Aura dan liat Malo yang ketawa ketiwi karena Aura joget-joget heboh di depan TV.

Kami ngobrol sampai hari menuju sore. Saya dan yang lain mulai beres-beres untuk pulang. Saya pamitan sama Malo dan yang lain. Sebelum pulang kami disuruh bawa bekal cemilan yang tadinya masing-masing kami bawa, pulangnya saya berasa bawa bekal buat di jalan hehehehe. Saya melaju meninggalkan komplek perumahan tempat Malo tinggal.

Stevany, Alodita, Susy, Fetty, Wina dan saya (dari kiri bawah ke kanan)
Stevany, Alodita, Susy, Fetty, Wina dan saya (dari kiri bawah ke kanan)

Sesaat sebelumnya saya masih ketemu Aura sama Mbak pengasuhnya, mereka lagi jalan sore. Saya langsung lambai-lambai tangan ke Aura yang kemudian Aura balas lambai-lambai tangan sambil bilang “Da Dagh”. Saya pulang sore itu melewati jalan tol lingkar luar Jakarta. Kebetulan sore itu ga terlalu macet, masih padat merayap di jalan sehingga saya ga terlalu malam sampai di rumah. Malamnya saya masih ngemilin bekal dari rumah Malo tadi hehehe. Malamnya juga saya langsung bablas tidur ga pake susah-susah tidur, mungkin karena seharian puas pergi dan ketemuan sama Malo dan yang lain. Terima Kasih Malo, Susy, Fetty, Stevany dan Wina untuk Saturdate-nya. Terima Kasih Malo untuk jamuan dan bingkisan arisannya, semoga Karma Baiknya selalu kembali lagi ke Malo dan keluargaa..amiinnn!

NOTE

This is NOT a Sponsored Post. All things that are written in this blog post are my own opinions and my honest experience. Do not copy my blog or my photos, if you want to use my blog or my photos please ask my permission by email and credit the copy page or image back to my blog.

Personal Thought : Hidup Tanpa Harapan

fff

Saya sempat tertegun ketika salah satu sahabat SMA saya berkata bahwa kita hidup karena mempunyai harapan. Awalnya saya biasa aja menanggapi hal itu sampai bulan lalu adik saya mendapatkan jawaban dari doa yang selama ini ia pinta. Setelah menganggur lama semenjak lulus, adik saya tidak putus-putusnya berdoa agar bisa diterima di sebuah Konsultan Hukum. Adik saya berharap dapat diterima di sebuah kantor konsultan hukum yang memang sesuai dengan nilai-nilai yang ia pegang selama ini. Tentu saja saya mendukungnya dalam doa. Saya juga turut senang dengan wajah puas adik saya tiap kali pulang kantor meskipun ia sangat lelah mengarungi kemacetan ibu kota.

Kejadian ini mengingatkan saya bahwa doa sebenarnya merupakan bentuk harapan kita akan hari esok yang kita sampaikan kepada Tuhan. Ketika kita malas untuk berdoa bisa jadi karena kita malas untuk berharap lagi untuk hari esok. Tentu hidup sudah seharusnya penuh harapan, setidaknya berharap bahwa hari esok masih ada. Saya memang sudah lama tidak meminta di dalam doa saya. Salah satu alasan mengapa saya malas meminta dalam doa, karena saya takut terlalu berharap dalam hidup dan berakhir kecewa dengan kenyataan yang terjadi.

Saya pernah mengalami masa-masa tanpa harapan dalam hidup. Saya malas untuk bangun di pagi hari karena saya merasa tidak ada sesuatu yang wah akan terjadi dalam hidup saya. Saya juga ingat betapa bosannya saya melalui setiap hari karena saya pikir hari ini akan sama saja dengan hari esok. Saya malas untuk meminta dalam doa saya karena saya lebih takut sia-sia meminta. Hidup tanpa harapan memang mudah untuk dilakukan. Hidup saja tanpa berharap. Hidup saja tanpa meminta dalam doa. Hidup saja tanpa menanti sebuah perubahaan atau menanti mimpimu untuk tercapai.

Dalam hidup ini, saya menemukan banyak orang yang memberi saya harapan namun saya juga menemukan orang-orang yang telah membuat saya enggan untuk berharap lagi. Mudah untuk menghancurkan harapan seseorang. Bilang saja kepada orang itu bahwa ia tidak layak untuk bermimpi. Bilang saja pada orang tersebut bahwa ia tidak layak mendapatkan apa pun dalam kehidupan, karir dan hubungan. Remehkan mimpinya sehingga ia tidak berani bermimpi lagi. Ambil keputusan atas hidupnya, supaya dia merasa dia tidak punya hak untuk memutuskan dalam hidupnya. Tutup mata saja atas kerja kerasnya selama ini, meski yang ia lakukan sudah yang terbaik. Buat ia merasa tidak berharga dengan kata-kata kasarmu, sehingga ia merasa hidupnya tidak berharga lagi. Bukankah hal-hal ini yang sering terjadi sebelum seseorang akhirnya memutuskan untuk bunuh diri?

Sangat mudah untuk membenci dan menghilangkan harapan seseorang. Semua orang bisa melakukannya. Hal ini bukan sesuatu yang hebat malah menurut saya hal yang remeh banget untuk bisa dilakukan. Semua orang bisa jadi haters, semudah membuat akun bodong di media social dan mengincar orang-orang yang terlihat bahagia di media social untuk dijadikan objek kebencian. Tapi apakah si pembenci di ingat? Mungkin diingat, namun hanya sekedar sebagai penyebar kebencian.

Butuh usaha untuk menumbuhkan harapan di diri setiap orang yang sudah hidup tanpa harapan. Butuh kerja keras untuk membuktikan bahwa sebenarnya kita bisa maju dan berubah. Butuh keringat untuk membangun apa yang sudah rusak menjadi sesuatu yang berguna dan berharga lagi. Butuh semangat yang membara untuk membangkitkan semangat-semangat lain yang sudah padam sejak lama.

Malam kemarin saya yang sedang surut harapan ini, justru berdoa dan menangis untuk seseorang yang saya tidak kenal. Saya hanya tahu kerja kerasnya selama ini dari apa yang media sampaikan dan dari hasil kerjanya yang saya nikmati sebagai rakyat ketika saya jalan ke Ibu Kota. Belum pernah saya segitu perhatiannya dengan perkembangan di negara ini sebelum sosok ini muncul. Saya sedih ketika sosok ini dituduh atas tuduhan yang sebenarnya dibuat-buat saja. Mungkin ada yang tidak senang kalau bangsa ini pada akhirnya mempunyai harapan untuk berkembang dan maju.

Perbedaan memang sudah ada di negara ini sejak dulu, namun bukan berarti hal itu menjadi masalah yang harus dibesar-besarkan untuk suatu kepentingan politik. Selama saya hidup saya berusaha untuk menghormati segala perbedaan selayaknya saya ingin di hormati. Saya masih mengingat guru les bahasa inggris semasa SMA dulu yang beragama muslim, pernah menyidang salah satu teman les saya yang dengan frontal menghina teman les lain yang berdarah Tionghoa.

Beragam kata-kata kasar berbau sara ia lontarkan dengan pedenya kepada teman saya yang merupakan keturuan Tiong Hoa, pada saat kami sedang dalam proses belajar mengajar di tempat les. Padahal teman saya yang berdarah Tiong Hoa ini ga pernah nyinggung dia sama sekali. Kalau bisa dibilang sih hampir satu kelas ga suka sama orang ini yang tiba-tiba suka mengejek orang tanpa sebab. Saya bersyukur guru saya tegas waktu itu menyidang temen saya yang bandel itu di depan kelas, karena menurut guru saya, ia tidak ingin teriakan menyudutkan ras tertentu itu ditiru oleh anak-anak yang lain.

Salah satu sahabat SMA saya ada yang beragama muslim. Sampai sekarang saya banyak belajar dari sahabat saya tersebut. Ga pernah tuh kami ribut karena urusan agama. Salah satu sahabat semasa saya kuliah juga adalah seorang penganut Budha yang taat. Saya sering bertukar pikiran dengannya termasuk soal agama kami masing-masing. Pasti ada perbedaan pendapat diantara kami berdua, namun bukan berarti saya harus berteriak karena ia mempunyai pandangan yang berbeda. Setiap agama tentu mempunyai ajaran yang berbeda, namun satu hal yang kami terus pegang yaitu saling menghormati dan mengasihi satu sama lain di atas perbedaan tersebut. Lagipula agama adalah tentang hubunganmu dengan Tuhan dan bagaimana kamu memperlakukan sesama dengan baik, bukan tentang apa yang orang lain katakan tentang agamamu.

Seribu Bunga untuk Pak Ahok
Seribu Bunga untuk Pak Ahok

Saya terharu melihat siaran berita kemarin malam dimana banyak orang dari berbagai suku, agama dan ras berkumpul untuk menyalakan lilin pengharapan. Hukum negara ini memang sudah banyak timpang, bukan hanya pada kasus yang belakangan ini terjadi namun juga kasus-kasus yang sudah pernah terjadi sebelumnya di negara ini. Saya sedih menanggapi fenomena yang sudah terjadi. Saya juga sempat tidak semangat beberapa hari karena fenomena tersebut. Hanya saja saya masih mengingat sosok tersebut yang masih dengan sabar tersenyum dan tidak melawan ketika di bawa ke tempat penghukuman, mengingatkan saya akan Sosok Besar yang 2.000 tahun lalu yang pernah mengalami hal lebih berat dari ini.

Teruntuk Putera Bangsa…

yang raganya terkurung di balik jeruji besi,

Bapak mungkin ga kenal saya, ga perlu juga sih pak untuk mengenal saya. Saya cuma rakyat jelata yang mungkin belum ada kontribusi apa-apa bagi negara ini, namun saya kirimkan doa saya yang tulus untuk Bapak di sana. Saya harap Bapak tidak kehilangan harapan Bapak ditengah-tengah bangsa yang sedang hilang arah ini dan ditengah-tengah bangsa yang masih memilih membesar-besarkan hal yang sebenarnya ga perlu daripada membangun Negara. Saya berdoa agar Tuhan memberikan penghiburan terhadap Bapak di sana karena saya yakin damai sejahterah merupakan pemberian Tuhan bukan pemberian manusia yang fana. Terima kasih Pak untuk kerja kerasnya dan teladan hidup yang Bapak berikan selama ini, untuk bekerja dengan tulus meski di cemooh, menerima dengan sabar meski orang lain mereka-rekakan kejahatan dan dengan tetap teguh berharap kepada Tuhan. Terima kasih sudah menyalakan lilin dan harapan bagi kami di saat bangsa ini kehilangan harapan. Terima kasih untuk mengajarkan kami bahwa seorang pemimpin adalah teladan bagi orang lain dan bukannya hanya soal memiliki kekuasaan. Semoga suatu saat saya bisa bertemu dengan Bapak dan keluarga agar saya bisa lebih banyak belajar dari Bapak.

Tuhan menyertai Bapak selalu. Amin.

Tulisan ini saya buat bukan untuk membesar-besarkan masalah. Saya yakin semua berhak mengungkapkan pendapatnya dengan bijak tanpa perlu memaksakan kehendak. Saya yakin tidak usah berkoar-koar negatif jika pendapat orang berbeda denganmu. Sosok yang saya ceritakan sudah begitu berjiwa besar menerima hukuman yang dijatuhkan padanya, jika memang ada beberapa orang yang masih belum puas juga, saya rasa sudah seharusnya orang tersebut memeriksa hatinya sendiri. Keputusanmu sendirilah untuk masih memelihara sakit hati dan kebencian bukan karena orang lain lagi. Mintalah Tuhan memeriksa hatimu karena seorang manusia tidak mampu memeriksa hatinya sendiri dengan benar.

Ga perlu juga berpikir saya ingin famous dengan menulis artikel ini, ga perlu kamu mengenal saya. Saya sudah bahagia dengan memiliki sedikit teman yang benar-benar mengenal saya. Saya hanya berdoa pesan damai ini tersampaikan. Teriring doa saya juga untuk Gubernur yang terpilih semoga bisa banyak belajar dari pemimpin sebelumnya dan bisa bekerja lebih lebih baik lagi. Peran-mu sekarang berat Pak, karena sebelum dirimu sudah ada seorang pemimpin besar yang menyentuh banyak hati dengan ketulusan dan kerja kerasnya.

“Mintalah Tuhan memeriksa hatimu karena seorang manusia tidak mampu memeriksa hatinya sendiri dengan benar.”

Saya memilih mencintai perbedaan. Saya memilih menghormati perbedaan tanpa perlu memaksakan sesuatu kepada orang yang berbeda dengan saya. Saya memilih pengampunan daripada dendam. Saya memilih bersabar daripada reaktif. Saya memilih Indonesia yang penuh toleransi antar suku, ras dan agama.

NOTE

This is NOT a Sponsored Post. All things that are written in this blog post are my own opinions and my honest experience. Do not copy my blog or my photos, if you want to use my blog or my photos please ask my permission by email and credit the copy page or image back to my blog.

Pameran Baur Rasa

SAM_5228

Bulan lalu saya pergi ke pameran seni kecil di daerah Blok M. Kebetulan saya hari itu juga ada urusan ke daerah Jakarta. Siangnya saya juga ada janji sama adek kelas saya, Connie yang kerja dekat daerah situ. Saya pikir sayang kalau saya siangnya langsung kembali ke Bekasi padahal perjalanan ke Jakarta juga cukup memakan waktu. Setelah makan siang saya langsung memutuskan untuk pergi ke daerah Blok M untuk mengunjungi sebuah pameran seni.

Siapa yang disini suka mengambil foto dengan kamera atau hp? Sayaaa… Saya termasuk orang yang senang mengambil foto ketika saya sedang jalan ke suatu tempat meski saya bukanlah seorang Fotografer. Foto yang saya ambil juga lebih banyak untuk koleksi pribadi saya semata. Saya juga selalu membawa kamera pocket di tas saya untuk mengantisipasi kalau sewaktu-waktu saya perlu mengambil foto. Konon katanya kamu bisa mengetahui apa yang dianggap paling berharga atau bermakna bagi seseorang melalui apa yang orang itu abadikan dalam sebuah foto. Bila gambar mengungkapkan beribu kata, foto cenderung bisa mengungkapkan beribu rasa. Baik rasa yang pernah ada, masih ada atau yang selalu ada *jadi galau sendiri nulisnya. Terlepas orang tersebut merupakan forografer profesional atau bukan, sebuah foto biasanya dibuat dengan berbagai alasan-alasan termasuk alasan yang personal. Lima orang yang mengikuti Pameran Baur Rasa ini memamerkan foto-foto mereka untuk bercerita kepada pengunjung.

Saya datang sekitar siang menjelang sore ke Kedai Kopi Djule. Kedai kopi ini terletak persis di pinggir jalan besar. Kedai kopi ini tidak mempunyai tempat parkir sendiri, jadi saya harus memarkir kendaraan di dalam tempat parkir Plaza Blok M. Saya sampai di Kedai kopi tersebut dengan berjalan kaki dari tempat parkir. Waktu saya datang, kondisi di dalam kedai kopi ini lumayan sepi. Saya di arahkan ke lantai dua kedai kopi ini ketika pelayan tahu bahwa saya ingin mengunjungi pameran seni. Saya disambut oleh Ibu Ani yang merupakan salah satu seniman yang ikut serta dalam pameran tersebut. Ibu Ani juga menemani saya sambil menjelaskan satu persatu karya foto yang dipamerkan oleh empat orang lainnya.

SAM_5223SAM_5227

Pertama kali masuk, saya disuguhkan sebuah meja kerja yang diatasnya berserakan foto-foto hasil karya Gabriel Sena. Foto-foto yang ditampilkan berupa foto-foto koleksi pribadi dari momen-momen menyebalkan yang Sena alami. Karya ini sebenarnya lebih menekankan bahwa sebaik apapun kita merencakan hidup kita, akan selalu ada momen-momen menyebalkan yang terjadi tanpa bisa diprediksi, namun begitulah hidup. Hal paling penting adalah bagaimana kita menyikapi momen tidak terduga itu. Banyak koleksi foto yang membuat saya kesal, gemas dan juga tertawa karena foto tersebut berisi kejadian konyol yang dialami oleh si seniman.

SAM_5209

Tak jauh dari meja tadi saya lanjut ke karya berikutnya. Karya dari Gloria Pearl ini menyuguhkan foto-foto dari benda-benda pemberian orang terdekatnya. Ternyata benda-benda tersebut mempunyai kenangan berarti antara si pemberi dan si penerima meskipun si pemberi sudah tiada. Benda-benda tersebut seperti momento yang membuat si seniman bisa merasakan kembali rasa yang pernah ia rasakan dan juga mengingatkannya dengan si pemberi barang. Benda pemberian memberikan rasa pada waktu tertentu di masa lalu yang bisa membuat si penerima mengingat rasa dan momen tersebut.

SAM_5214

Saya melanjutkan langkah saya ke hasil karya dari Imron Zuhri. Imron memamerkan foto-foto dan beberapa barang kepunyaan ibunya. Karya ini sebagai cara Imron menenangkan dirinya dan berdamai dengan masa lalu. Imron memiliki hubungan yang naik turun dan banyak kesalah pahaman dengan ibunya, serta rasa-rasa yang belum ia ungkapkan sampai akhir hayat ibunya. Memandangi foto-foto mendiang ibunya menjadi obat dan doa tersendiri bagi Imron. Ketika saya melihat apa yang dipamerkan oleh Imron saya tentu teringat akan ibu saya sendiri. Sering kali sebagai anak kita sering cek cok dengan orang tua kita, namun karya ini juga mengingatkan saya akan ketakutan saya paling dalam yaitu ditinggalkan oleh orang tua saya. Sebanyak apapun perbedaan pendapat antara kita dan orang tua, kehilangan mereka akan jadi duka besar bagi kita. Barang-barang pribadi ibunya yang dipamerkan juga seolah-olah mengingatkan saya bahwa orang yang diceritakan ini pernah ada dan hidup.

SAM_5204

Saya beralih ke foto-foto karya Tandika yang kebetulan orangnya juga ada bersama saya di pameran tersebut. Tandika mengabadikan foto-foto ayah ibunya yang sedang beraktivitas dirumah. Ide ini diambil ketika ia balik ke rumahnya dan melihat foto-foto pernikahan ayah ibunya semasa muda dulu. Tandika mengambil foto ayah ibunya pada masa sekarang. Ternyata meski raga mereka telah tua, rasa dan keharmonisan masa lalu mereka masih terlihat dari foto-foto mereka berdua. Tandika juga sempat cerita ke saya bahwa ia pernah merasa kehilangan akan makna orang tua karena ia hidup merantau ke Jakarta. Tentu saya bisa mengerti maksudnya, meski saya hanya merantau dari daerah Jabodetabek ke Jakarta, namun rasanya ada yang hilang dari diri saya.

SAM_5200

Saya sampai pada hasil karya terakhir pada pameran seni yang terletak di bagian pojok ruangan. Hasil karya tersebut merupakan milik bu Ani yang dari tadi sudah menemani saya melihat karya-karya sebelumnya. Saya masuk ke ruangan kecil yang di pisahkan oleh sekat. Ruangan tersebut memang sengaja di buat redup hanya dengan beberapa lampu tambahan yang menyala. Saya memlihat banyak barang-barang pribadi milik seseorang di meja paling pojok. Saya juga melihat barang khas yang biasanya digunakan seseorang yang sedang sakit. Saya duduk di kursi yang disediakan sambil menonton foto-foto yang berlalu perlahan-lahan dari layar TV. Banyak foto-foto yang lokasinya diambil di rumah sakit. Saya sendiri hanya terdiam ketika menyaksikan gambar hitam putih itu berlalu di layar TV.

Bu Ani juga menceritakan tentang makna foto-foto yang ia ambil. Semua foto tersebut adalah foto yang diambil ketika ia menunggu suaminya di rumah sakit. Ibu Ani bilang bahwa semua benda kenangan yang tidak sempat suaminya pakai, masih ia simpan. Semua benda tersebut adalah benda yang menemaninya selama ia menunggu masa kritis suaminya. Saya hanya terdiam sambil mendengarkan cerita Ibu Ani. Rasa duka seperti masih begitu dekat, namun begitu juga dengan rasa ikhlas yang tergambar dari tulisan-tulisan Ibu Ani. Karya Ibu Ani sendiri mengingatkan saya akan sebuah rasa kehilangan yang pernah saya rasakan beberapa kali, ketika saya merelakan orang yang saya kasihi. Beberapa menit mendengar cerita Ibu Ani membuat saya terasa begitu dekat dengan beliau, seperti rasanya saya berbagi rasa duka kehilangan itu bersama-sama.

SAM_5231

Minum di Kedai Kopi Djule

Selesai saya mengucapkan terima kasih dan berpamitan kepada Ibu Ani dan Tandika, saya menuju ke lantai satu dari Kedai Kopi Djule. Kebetulan saya juga ingin bersantai sebentar di Kedai Kopi sebelum akhirnya saya pulang ke rumah. Saya memesan cokelat dingin dan kue tart kecil untuk jadi cemilan saya siang itu. Ternyata minuman selain kopi disediakan dalam bentuk botol yang sudah disimpan di lemari es untuk pengunjung.

Saya duduk sambil menikmati pemandangan Kedai Kopi tersebut. Tak seperti kebanyakan Kedai Kopi yang lebih menekankan nuansa redup, Kedai ini justru memiliki jendela yang banyak sampai lantai dua. Hal ini membuat cahaya matahari yang natural masuk dengan baik ke dalam ruangan. Saya mengambil foto sekitar jam 3 sore dan cahaya ruangan masih sangat baik untuk mengambil foto. Jendela besar yang merupakan sisi depan Kedai Kopi ini menjadi spot pemandangan yang menarik. Saya duduk sambil mengamati mobil lalu lalang dan juga mengamati Bajaj yang sedang menunggu penumpang. Bagian sisi dalam Kedai Kopi lebih redup dengan pencahayaan berwana kuning. Sama seperti Kedai Kopi pada umumnya, kesan ruangan terasa nyaman karena material kayu, beton dan bata yang digunakan pada ruangan. Hal yang paling menarik buat saya yaitu lampu besar di tengah ruangan Kedai Kopi ini yang terbuat dari kepingan keramik. Lampu yang bersifat sebagai dekorasi ini membuat kesan megah pada ruangan.

SAM_5242

SAM_5235

ttt

Kedai kopi ini lebih banyak menyediakan menu kopi dan snack ringan. Minuman non kopi pilihannya tidak terlalu banyak. Menu makananya juga tidak terlalu banyak. Saya pikir Kedai Kopi ini memang lebih dikhususkan untuk minum kopi. Rasa minuman cokelat yang saya pesan sih enak, pahit cokelatnya masih terasa ketika saya minum jadi manisnya pas menurut saya. Kue cokelat yang saya pesan juga enak. Harga minuman dan makanan di Kedai Kopi ini lumayan mahal menurut saya. Saya habis sekitar 100 ribu untuk minuman cokelat dan potongan kue tart. Kalau soal kopi mungkin saya ga bisa komentar karena saya bukan pecinta kopi namun melihat menu di sini lebih mengutamakan menu minuman kopi, seharusnya minuman kopinya sudah seharusnya enak.

Tak berapa setelah kue saya habis, saya memutuskan untuk pulang ke rumah. Kedai kopi ini sangat cocok untuk nongkrong dan berlama-lama bersama teman. Atmosfer yang diciptakan memang membuat saya cukup betah. Meski terletak di pinggir jalan, namun pemandangan ke arah jalan malah jadi pemandangan yang menarik. Pencahayaan di Kedai Kopi ini oke untuk mengambil foto karena lebih banyak mengutamakan cahaya natural dari matahari. Ada yang sudah pernah ke Kedai Kopi Djule? See you on my next post readers!

NOTE

This is NOT a Sponsored Post. All things that are written in this blog post are my own opinions and my honest experience. Do not copy my blog or my photos, if you want to use my blog or my photos please ask my permission by email and credit the copy page or image back to my blog.

Personal Thought : About Forgiveness

SAM_5190

Saya bukan tipe orang yang bisa mengampuni orang lain dengan baik. Saya bisa berkata seperti itu karena saya suka memendam masalah. Selama ini banyak yang mengira saya terlihat baik-baik saja namun saya orang yang begitu tertutup untuk urusan yang berhubungan dengan perasaan sakit hati.

Saya besar di keluarga yang kaku dengan gaya asuh orang tua yang otoriter. Hal kecil seperti berbeda pendapat dengan orang tua bahkan bisa di salah artikan sebagai bentuk perlawanan terhadap orang tua saya. Padahal sah-sah saja kok punya pendapat yang berbeda. Hal ini juga yang membuat saya membenci tipe kepemimpinan yang otoriter karena membuat saya merasa tertekan secara batin dan mental.

Ketika saya masih kecil, saya tumbuh dalam lingkungan yang penuh kata-kata negatif terhadap diri saya. Banyak perkataan menyakitkan yang saya dapatkan, bahkan dari lingkungan yang terdekat. Semakin saya menginjak dewasa ternyata mengampuni menjadi sesuatu yang sulit bagi saya. Semakin saya dewasa semakin saya juga merasa lebih sensitif, meskipun saya mulai belajar untuk tidak take it personally perkataan setiap orang yang belum tentu membangun.

Baca juga Sunday Thoughts : The Freedom of Taking Nothing Personally by Olivia Lazuardy.

Sebenarnya mengampuni bukan topik hangat yang sering saya ingat dalam hidup, sampai kotbah minggu kemarin di gereja kebetulan adalah tentang mengampuni. Kotbah ini sangat ingin saya lewatkan karena saya tidak ingin mengingat luka-luka lama yang ternyata masih saya simpan. Siapa sih yang mau teringat-ingat lagi dengan kepahitan-kepahitan di masa lalu? Pasti ngak ada kan.

Dalam kotbahnya, Pendeta tersebut menceritakan pengalamannya mengampuni rekan pendeta lain yang sering menjelekkan dirinya. Ternyata hidup dalam kepahitan dan sakit hati bukanlah hidup yang menyenangkan. Ada masa dimana setiap kali pendeta tersebut berdoa rasanya sangat hambar dan kosong, sampai Tuhan menyuruh bapak pendeta tersebut mengunjungi orang yang sudah menyakitinya. Hal yang tidak di duga ternyata terjadi, orang yang dikunjungi justru jadi orang yang menangis duluan untuk meminta pengampunan si pak pendeta. Sejak saat itu hidup pak pendeta mulai berubah menjadi lebih baik. Hubungan pak pendeta dan rekan se-kerjanya itu pun dipulihkan.

Selama kita hidup pasti ada banyak orang yang telah menyakiti perasaan kita. Saya juga pernah mengalami masa dimana ada aja orang yang dengan mudahnya merendahkan saya, menghina karya saya dan menganggap remeh apa yang saya kerjakan, meski saya sudah berusaha sebaik-baiknya. Saya bukan tipe yang meluap-luap secara frontal ketika menghadapi masalah, namun memang emosi saya bisa meledak ketika saya dalam keadaan sangat letih. Saya lebih sering memutuskan komunikasi dan hubungan dengan orang-orang yang menyakiti saya. Saya pikir tidak baik meneruskan hubungan yang tidak didasari oleh rasa saling menghargai satu sama lain. Saya juga merasa butuh jarak dan waktu ketika saya sedang terluka karena orang lain.

“Yang lain mati dengan sakit hati, dengan tidak pernah merasakan kenikmatan” (Ayub 21 :25)

Kok kita yang menderita? kan yang salah dia harusnya dia dong yang menderita. Pertanyaan ini juga muncul ketika kalimat tersebut terlontar dari kotbah minggu lalu. Ternyata orang yang menyimpan dendam dan kepahitan lebih rentan jatuh sakit dan meninggal. Itu sebabnya mengampuni bertujuan untuk menjaga agar kita hidup lebih bahagia dan sehat. Kitalah yang harus melepaskan pengampunan agar hidup kita lebih bahagia.

Saya masih ingat pernah mengalami sakit hati begitu dalam kepada seorang pria dari masa lalu. Saya ga akan panjang lebar menceritakan pengalaman tersebut. Tiga tahun kemudian setelah hubungan kami berakhir dengan masalah, pria tersebut menghubungi saya berkali-kali via sms dan telepon. Saya yang masih shock saat itu tidak membalas satu pun sms atau mengangkat telepon dari pria tersebut. Saya bingung harus merespon seperti apa. Di sisi lain saya masih merasakan sakit hati dan kegeraman di dalam hati saya meski tidak sebesar dulu. Untungnya saat itu sahabat-sahabat terdekat saya terus menerus menenangkan saya. Salah satu sahabat saya juga membujuk saya untuk mengampuni pria tersebut agar saya lebih bisa lega dalam menjalani hidup. Pada akhirnya saya membalas sms pria tersebut dengan singkat, padat dan jelas yang inti dari pesan saya ialah saya sudah mengampuni dia. Saya berharap dia bisa memperlakukan wanita selanjutnya dengan lebih baik.

Butuh perjuangan memang untuk mengampuni seseorang. Sampai detik ini saya masih berjuang untuk mengampuni orang-orang yang sadar atau tanpa sadar telah menyakiti saya. Saya juga mulai rutin berdoa meminta Tuhan untuk memberikan saya kekuatan untuk mengampuni karena sebagai manusia mungkin saya tidak sanggup untuk mengampuni. Saya juga harus menyadarkan diri saya bahwa saya masih ada sampai hari ini semua itu juga karena pengampunan Tuhan.

“Orang yang terluka cenderung melukai orang lain”

Ada satu kalimat menarik dalam kotbah minggu kemarin yaitu orang yang terluka cenderung akan melukai orang lain. Pernah ga sih kita melihat orang yang omongannya suka kasar dan perilakunya cenderung melukai orang lain bahkan dilakukan tanpa sebab tertentu? Pernah ga menemukan orang yang masih mengungkit trauma dan kesalahan orang lain? Saya pernah menemukannya, bahkan saya pernah berada di posisi orang tersebut. Saya jadi sosok yang sangat kasar karena saya sedang terluka sangat dalam saat itu. Itu sebabnya kadang ada orang yang gampang marah-marah ketika sakit hati bukannya malah menangis. Teriakan marah sebenarnya merupakan teriakan kesakitan dari orang itu sendiri.

Sekarang kalau saya lihat orang yang suka marah-marah tanpa sebab dan berkata kasar, saya coba untuk lebih mengerti kondisi orang tersebut. Bisa saja ia memang berasal dari keluarga yang berantakan, lingkungan kerja yang kasar, atau sedang melalui masalah hidup yang berat. Meskipun sebenarnya saya tidak pernah setuju dengan orang yang suka melampiaskan amarah ke orang lain secara membabi buta, saya tetap mencoba bersabar dan mengerti.

“…Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat…” (Lukas 23 : 34)

Orang dewasa cenderung lebih rentan untuk terluka karena hidup dalam banyak tekanan dan tanggung jawab. Meski kita sudah menjadi dewasa tetap saja inner children di dalam diri kita bisa merasakan sakit dan terluka. Saya juga sering melihat orang dewasa melampiaskan amarah dengan kata-kata yang sangat kasar kepada keluarganya, rekan se-kerjanya, bawahannya atau pun orang asing yang ia temui di jalan. Hidup dengan menyimpan luka memang sangat membahayakan bagi orang tersebut maupun bagi sekitarnya.

Saya harap tahun ini saya bisa belajar untuk melepaskan pengampunan lebih banyak lagi untuk diri saya dan orang lain, bahkan tanpa perlu mengharap permohonan maaf dari orang-orang yang telah menyakiti saya. Saya tidak ingin hidup dengan terus-terusan membawa luka. Saya harap artikel kali ini bisa bermamfaat bagi para pembaca khususnya yang belum selesai dengan luka lamanya. Sudahkah kita mengampuni hari ini? See you on my next post readers! 

“Bara api itu sudah seharusnya kamu lepaskan agar kamu sendiri tidak terbakar. -MD”

NOTE

This is NOT a Sponsored Post. All things that are written in this blog post are my own opinions and my honest experience. Do not copy my blog or my photos, if you want to use my blog or my photos please ask my permission by email and credit the copy page or image back to my blog.

Akhir Minggu Produktif di Kopi Kalyan

SAM_5173

Bulan lalu saya sempat mengikuti sebuah sesi sharing yang diadakan oleh Catalyst Art dan Publisher Indie The Pagggges. Acara sharing ini memang lebih terkesan santai yaitu berupa sharing pengalaman oleh beberapa illustrator yang berhasil mempublikasikan ide dan karya mereka dalam bentuk zine. Publisher Indie The Pagggges juga menceritakan awal mula terbentuknya The Pagggges sebagai publisher lokal yang bertujuan mempublikasikan karya illustrator ke beberapa komunitas penikmat seni.

Bagi yang belum tahu mengenai zine, sebenarnya zine itu sendiri berbentuk seperti booklet. Zine tidak dibatasi dalam bentuk tulisan, percakapan, ataupun karya seni. Istilah zine mulai populer ketika digunakan oleh kaum punk pada masa populeritasnya. Kaum punk menggunakan zine untuk menyebarkan idealisme mereka. Pada masa tersebut, zine sempat di larang oleh masyarakat dan pemerintah karena isinya yang mengandung konten vulgar, kekerasan dan terlalu bebas.

SAM_5193

Seiring berkembangnya jaman, zine juga berkembang menjadi sebuah media bagi para seniman untuk menyalurkan ide-ide mereka dalam bentuk kumpulan karya seni. The Pagggges sendiri berperan sebagai kurator dalam penyeleksian zine yang akan mereka promosikan. Para seniman sendirilah yang memperbanyak zine mereka apabila berhasil lulus dalam tahap seleksi. Zine juga bertujuan agar kumpulan karya seni para seniman dapat dibeli oleh penikmat seni dengan harga yang lebih terjangkau.

Setelah sesi sharing selesai, para peserta mengikuti workshop yang diadakan oleh panitia. Pada sesi ini setiap peserta diharapkan untuk spontan membuat doodling di sebuah kertas yang akan diberikan ke peserta lainnya secara bergantian. Peserta lainnya pun harus merespon doodling yang peserta sebelumnya buat secara spontan. Hasil kumpulan doodling tersebut kemudian digabungkan menjadi sebuah zine. Hasil akhirnya memang unik, zine kami berisi sesuatu yang nyeleneh dan lucu. Setelah sesi workshop selesai, saya berkeliling untuk melihat zine-zine yang dibuat oleh para seniman. Zine tersebut juga bisa dibeli selama pameran berlangsung.

SAM_5199

MAKAN SIANG DI KOPI KALYAN

Kebetulan hari itu saya tidak datang sendirian, saya datang bersama teman saya yang juga sama-sama menyenangi bidang seni dan illustrasi. Kami sempat membuka usaha kecil dalam bidang illustrasi produk. Sudah lama sekali kami tidak mengikuti workshop atau bertemu untuk membicarakan usaha kami untuk ke depannya. Teman saya memang sedang sibuk dengan kerjaan kantor sekarang, sedangkan saya juga mengikuti beberapa event blogger di akhir pekan. Saya juga sudah mulai mengikuti les bahasa Inggris pertengahan bulan lalu. Saya pikir mumpung akhir pekan ini waktu kosong kami sedang cocok, jadi sekalian saya sempatkan waktu untuk bertemu sambil makan siang.

Kopi Kalyan terletak di daerah Senopati yang lebih di dominasi dengan perumahan. Butuh sedikit usaha lebih untuk datang ke kedai kopi ini yang cukup jarang dilalui oleh angkutan umum. Saya sarankan untuk memakai kendaraan pribadi atau menggunakan transportasi online jika ingin datang ke tempat ini. Tempat parkir-nya juga sedikit, jadi lebih baik datang lebih pagi jika ingin membawa kendaraan sendiri.

SAM_5161

SAM_5160

Gaya interior yang ditonjolkan oleh Kopi Kalyan lebih ke arah industrial dengan tetap mempertahankan kesan bangunan unfinished. Material yang ditonjolkan pada ruangan kedai kopi ini lebih banyak menggunakan kayu, besi, dan beton unfinished. Material beton juga semakin di expose dengan membiarkan sisi tiang terkesan tidak selesai. Saya termasuk penyuka gaya industrial seperti ini, karena lebih terkesan simpel dan ga ribet. Saya malah kurang tertarik dengan interior ruangan diberi terlalu banyak material heboh yang menonjol. Meski kesan ruangan kedai kopi ini simpel namun kesan nyaman masih dapat tercipta dari ruangan kedai kopi ini.

SAM_5153

Tak berapa lama ketika saya sedang melihat menu makanan, seorang Bapak muncul dari balik pintu sambil membawa seekor anjing Alaskan Malmute yang besar. Beberapa pengunjung langsung berdatangan untuk menghampiri anjing besar tersebut, termasuk saya. Nama anjing Alaskan Malmute tersebut adalah Teebar. Anjingnya ramah kepada para pengunjung yang datang menghampirinya. Saya paling ga tahan kalau lihat binatang peliharaan apalagi anjing yang besar, pasti saya langsung pengen elus-elus.

SAM_5157

Selesai puas main dengan Teebar, saya pergi memesan makanan dan minuman. Saya memesan nasi goreng kebuli dan green tea latte. Saya ga memesan kopi karena saya memang bukan pecinta kopi. Nasi goreng kebuli kedai kopi kalyan ini enak banget, hanya saja rasanya pedas panas. Lidah dan perut akan terasa sedikit panas setelah memakannya. Nasi goreng kebuli merupakan salah satu menu favorite di Kopi Kalyan. Menu makanan di kedai kopi ini lumayan banyak dan harga yang ditawarkan juga lumayan. Saya habis sekitar 90 ribu untuk makanan dan minuman yang saya pesan.

Kedai kopi ini memiliki ruang luar hijau yang aktif yaitu dapat digunakan oleh para pengunjungnya. Salah satu ruang luar digunakan sebagai ruangan khusus merokok. Ruang luar merokok-nya asik untuk duduk-duduk atau pun untuk mengobrol. Ruang dalam kedai kopi ini justru lebih redup dengan cahaya namun lebih terasa adem. Bagian depan kedai kopi justru lebih terang dan sering dipakai untuk tempat pameran skala kecil. Para pengunjung yang datang ke kedai kopi ini biasanya melakukan aktivitas seperti mengerjakan tugas, nongkrong bersama teman, dan melihat pameran.

SAM_5163

Saya memang ingin lebih ingin produktif di akhir pekan. Jika saya ada acara di daerah Jakarta, sering saya padatkan acaranya seharian untuk ke pameran, workshop, atau sekedar menulis supaya besok-besoknya saya ga perlu pergi jauh ke Jakarta lagi. Hari minggu lebih saya khususkan untuk keluarga. Sebenarnya saya juga mulai jenuh dengan kemacetan daerah Jakarta, khususnya pada hari Jumat dan Sabtu malam. Kalau ga perlu-perlu amat, saya ga akan pergi ke Jakarta. Akhir pekan kali ini cukup produktif bagi saya karena siangnya saya membahas banyak hal tentang usaha kecil yang sedang kami bangun, jadi saya cukup puas hari itu.

Ada yang sering menghabiskan hari Sabtu dengan pergi ke pameran atau ikut workshop? Cerita dong di bagian komen tentang Sabtu produktif versi kalian. See you on my next post readers!

NOTE

This is NOT a Sponsored Post. All things that are written in this blog post are my own opinions and my honest experience. Do not copy my blog or my photos, if you want to use my blog or my photos please ask my permission by email and credit the copy page or image back to my blog.

FOR MORE INFORMATION

Kopi Kalyan

JL. Cikajang no 61, Senopati. Jakarta

Open : Sun-Thur 7AM-10PM /Fri-Sat 7AM-11PM

Instagram : @kopikalyan

SAKALA Coworking Space

SAM_5432

Minggu lalu saya dihubungi oleh tetangga sebelah rumah saya via chat online Facebook. Mbak Pilag panggilan akrab saya terhadap beliau, mengundang saya untuk datang pada sebuah acara yang diadakan oleh SAKALA Coworking Space. Acara yang diajukan kepada saya merupakan beauty class dengan fokus riasan Smokey Eyes. Kebetulan Mbak Pilag sempat mampir ke blog saya yang banyak membahas seputar beauty sehingga timbul niat beliau menawarkan saya untuk ikut acara tersebut. Tanpa banyak basa-basi saya menerima undangan tersebut, saya pikir kapan lagi saya dapat mengikuti acara workshop di daerah Bekasi. Selama ini kelas workshop lebih sering diadakan di daerah Jakarta Selatan secara disana memang pusatnya seni. Karena undangan acara ini bersifat Free dari pihak SAKALA kepada saya yang seorang blogger, sebagai gantinya saya berjanji untuk mengulas SAKALA di blog pribadi saya.

Acara beauty class yang saya ikuti memang benar-benar bermamfaat. Pembicara beauty class tersebut yaitu mbak Ika Karwur (MUA & owner MSC Salon) benar-benar memberikan ilmu yang banyak untuk para peserta. Acara beauty class cukup berlangsung lama karena sesi awal full diisi dengan praktek pada model dan sesi tanya jawab. Para peserta baru memulai merias wajah sendiri pada sesi kedua yaitu setelah istirahat makan siang. Kebetulan sponsor beauty class kali ini ialah MAKE OVER, brand yang sudah tidak asing lagi bagi saya. Brand ini memang gencar melakukan beauty class sebagai strategi untuk mengenalkan produk mereka ke masyarakat luas. Brand ini juga ga pernah pelit memberikan potongan harga pada produk mereka untuk event-event tertentu.

SAM_5358

SAM_5359

SAM_5368

Seharusnya saya melakukan tahap wawancara dengan Mbak Pilag dan Mas Fafan selaku Founder dari SAKALA Coworking Space setelah acara tersebut berakhir, namun karena acara hari itu cukup padat maka saya memutuskan untuk membuat janji ulang dengan Mbak Pilag dan Mas Fafan untuk sesi wawancara. Kebetulan lokasi SAKALA Coworking Space tidak terlalu jauh dari rumah saya. Sebenarnya saya bisa wawancara Mbak Pilag di rumahnya sendiri mumpung rumah beliau tetangga-an dengan saya, tapi saya perlu mengambil beberapa foto untuk artikel yang mengulas SAKALA. Kami akhirnya memutuskan untuk melakukan sesi wawancara pada hari Kamis di SAKALA Coworking Space.

SAKALA Coworking Space terletak di daerah ruko Galaxy, kota Bekasi. Lokasi Coworking Space ini cukup jauh dari hiruk pikuk lingkungan perumahan Galaxy yang biasanya ramai dengan kendaraan. Saya datang membawa kendaraan pribadi siang itu. Lokasi SAKALA sendiri sudah bisa di akses melalui google map atau waze jadi cukup memudahkan saya untuk tidak nyasar ke tempat tersebut. Lokasi SAKALA yang berada di deretan paling ujung merupakan nilai plus tersendiri karena bangunan in memiliki jendela samping dengan pemandangan menghadap ke taman.

SAM_5434

Setelah saya sampai ke tempat tersebut, saya disambut baik oleh salah satu Founder dari SAKALA Coworking Space yaitu Mas Fafan. Saya ngobrol sebentar sambil menunggu Mbak Pilag yang masih terjebak macet di daerah Kalimalang. Tidak berapa lama, Mbak Pilag sampai di SAKALA bersama salah satu staff yang hari itu ikut menemaninya. Sambil di suguhkan makanan, saya memulai wawancara saya dengan Mbak Pilag dan Mas Fafan selaku pemilik dari SAKALA Coworking Space.

bb

Bermula dari sebuah artikel koran yang di baca Mbak Pilag sewaktu berada di rumah mertuanya, suami istri tersebut memiliki rencana untuk membuka sebuah Coworking Space di daerah Bekasi. Mbak Pilag sendiri yang berprofesi sebagai psikolog dan beberapa kali bekerja sebagai vendor rekrutmen beberapa perusahaan, juga mengalami kesulitan dalam bekerja di rumah. Meski bekerja secara freelance namun pekerjaan tersebut berhubungan dengan banyak sekali kertas bertumpuk sehingga cukup susah untuk mencari tempat untuk bekerja. Keinginan untuk bisa bekerja kondusif di luar rumah juga ikut mendorong perwujudan dari Coworking Space yang mereka ingin bentuk.

Mengapa tidak mengerjakan tugas di Coffee Shop saja?

Pertanyaan ini pasti muncul di benak kita semua, secara gaya hidup masyarakat sekarang sering menjadikan kedai kopi sebagai tempat mereka mengerjakan tugas atau pekerjaan. Mbak Pilag sendiri mengakui tidak leluasa untuk bekerja di sebuah kedai kopi dengan harus membawa dokumen-dokumen yang akan dikerjakan. Saya yang sering menulis artikel untuk blog juga pernah merasakan kondisi coffee shop yang tidak kondusif untuk melakukan pekerjaan. Gangguan yang saya hadapi bisa berupa bising-nya suara obrolan pengunjung yang datang, apalagi jika kondisi kedai kopi saat itu sedang ramai-ramainya. Hal ini jelas tidak hanya sekali terjadi namun berkali-kali, maklum tujuan orang ke kedai kopi memang bermacam-macam, tidak sepenuhnya pengunjung kedai kopi datang untuk mengerjakan tugas.

SAKALA (bahasa Sansekerta) mempunyai arti mewujudkan sesuatu menjadi bentuk nyata yang bisa dinikmati oleh panca indera

SAKALA sendiri merupakan nama yang diambil dari bahasa Sansekerta. Nama ini mempunyai arti mewujudkan sesuatu menjadi bentuk yang bisa dinikmati oleh panca indera. Mbak Pilag sendiri mempunyai harapan agar tempat ini menjadi tempat dimana para pengunjungnya dapat mencurahkan ide ke dalam bentuk yang lebih nyata. Terbentuknya SAKALA juga diharapkan bisa menjadi tempat bagi para pengunjung untuk bisa leluasa berkarya. Fokus pada komunitas, tim SAKALA turut aktif dalam menjalin komunikasi dengan para pengunjungnya.

Membuka Coworking Space di daerah Bekasi memang tidak mudah mengingat istilah ini termasuk baru untuk daerah pinggiran Kota Jakarta, secara kota Bekasi lebih dikenal dengan daerah perindustrian. Berbagai kendala sempat di alami oleh kedua suami istri dalam membuka bisnisnya. Mulai dari kendala biaya yang ternyata lebih banyak dihabiskan untuk mengisi Coworking Space tersebut. Masa-masa sepi pengunjung pun pernah di alami oleh SAKALA. Memang Mbak Pilag sendiri mengakui kurang gencar mempromosikan SAKALA melalui media sosial ketika SAKALA pertama kali buka. Sekarang situasinya mulai berubah, Mbak Pilag sendiri tidak terlalu takut ketika pengunjung mulai sepi karena beberapa pengunjung SAKALA sudah mengambil paket bulanan sekaligus.

SAKALA sendiri pernah mendapat tawaran dari investor untuk buka cabang di Bali namun hal itu masih di dalam pertimbangan kedua Founder SAKALA. Mas Fafan dan Mbak Pilag lebih ingin fokus kepada keluarga sembari membangun bisnis Coworking Space ini. Saat ini team SAKALA juga masih dalam bentuk kecil yaitu dua founder dengan tugas yang berbeda, Mbak Pilag sebagai penyumbang ide, Mas Fafan yang bertugas sebagai kepala operasional dan bisnis. Dua founder didukung oleh anggota tim lain dari SAKALA yaitu berupa satu admin, satu office boy dan satu Freelance Senior Marcomm (Marketing Communication). Meski masih dalam bentuk tim kecil, Mbak Pilag sendiri tidak memungkiri untuk memperluas SAKALA dan menambah tim kerja jika bisnis ini semakin berkembang.

Suasana lantai 1 Sakala Coworking Space, Bekasi.
Suasana lantai 1 Sakala Coworking Space, Bekasi.
Suasana lantai 2 Sakala Coworking Space, Bekasi.
Suasana lantai 2 Sakala Coworking Space, Bekasi.

SAM_5445

Suasana ruang meeting lantai 3 Sakala Coworking Space yang bisa disewa
Suasana ruang meeting lantai 3 Sakala Coworking Space yang bisa disewa

Selain menyediakan tempat untuk bekerja, SAKALA juga rutin membuka kelas workshop tiap bulan. Lantai satu bangunan ini lebih di utamakan untuk menyambut pengunjung SAKALA. Ibaratnya lantai satu gedung ini seperti ruang tamu. Sudut pojok ruangan lantai satu disediakan kopi dan teh yang memang dapat digunakan oleh pengunjung. Lantai dua di khususkan untuk pekerja yang ingin memiliki privasi lebih. Ruangan ini sewaktu-waktu bisa dijadikan ruang untuk kelas workshop yang diadakan oleh SAKALA. Lantai tiga bangunan ini dikhususkan sebagai mushola dan ruang rapat yang dapat di sewa oleh pengunjung.

Hal ini juga yang menjadi fokus bisnis dari SAKALA yang lebih mengutamakan membangun komunitas daripada hanya sekedar mengejar uang

Harapan Mbak Pilag sendiri sebagai founder dari SAKALA yaitu ingin membuka SAKALA lainnya di beberapa tempat. Kedua founder tersebut juga berharap suatu saat dapat membangun gedung sendiri untuk SAKALA. Kedua founder juga merasa bisnis yang mereka bangun ini sudah sangat erat hubungannya dengan mereka, rasanya seperti merawat anak sendiri. Hal ini juga yang menjadi fokus bisnis dari SAKALA yang lebih mengutamakan membangun komunitas daripada hanya sekedar mengejar uang. Pihak SAKALA sendiri belum berniat untuk menambahkan menu makanan pada pelayanan tambahan Coworking Space ini, karena SAKALA sendiri sudah dikelilingi oleh banyak tempat makan. Pengunjung SAKALA juga bisa mendapatkan diskon jika memesan makanan dari toko sekitar.

Harga sewa tempat di Sakala Coworking Space, Bekasi.
Harga sewa tempat di Sakala Coworking Space, Bekasi.

SAM_5447Tidak terasa sesi wawancara saya cukup berlangsung lama dengan kedua founder SAKALA. Saya sendiri sampai kenyang dengan makanan yang disajikan untuk saya. Sesi wawancara juga ditutup dengan sesi curhat bersama Mbak Pilag dan Mas Fafan. Kebetulan Mbak Pilag merupakan seorang psikolog sehingga saya lebih banyak meminta saran dan nasehat terkait karir dan kehidupan. Saya pulang agak malam dari SAKALA hari itu, untungnya hari itu SAKALA sedang sepi pengunjung. Bagi warga Bekasi khususnya kehadiran SAKALA sendiri merupakan sebuah potensi yang sayang untuk dilewatkan. Saya sendiri merasa senang karena tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta Selatan untuk mengikuti kelas workshop. Kamu bisa mengikuti Facebook atau Instagram SAKALA untuk update kelas workshop yang akan diadakan. Saran saya cepat-cepat booking kelas ya karena sering sekali banyak peminat yang tidak kebagian kelas workshop. Kelas workshop di SAKALA juga sering sold out mungkin memang peminat kelas di Bekasi cukup tinggi.

COME AND ENJOY SAKALA!

NOTE

This is a Sponsored Post. All things that are written in this blog post are my own opinions and interviewees honest responds. Do not copy my blog or my photos, if you want to use my blog or my photos please ask my permission by email and credit the copy page or image back to my blog.

FOR MORE INFORMATION

Sakala Coworking Space

Grand Galaxy City

blok RSN 7 no 36, Jakasetia, Bekasi 17148

Telepon : (021) 82733692

Email : sakala.space@gmail.com

Facebook : Sakala Coworking Space

Instagram : @sakala.space

Website : www.sakala.space