Tips Anti Mati Gaya di Perjalanan Liburan

sumber gambar : https://unsplash.com/photos/vdyeDY-_ufw
sumber gambar : https://unsplash.com/photos/vdyeDY-_ufw

Mendekati liburan panjang lebaran, pasti banyak yang sudah mempersiapkan perjalanan mudik atau perjalanan liburan keluarga. Kebetulan keluarga saya juga berencana untuk melakukan liburan keluarga di salah satu daerah wisata pantai. Minggu lalu saya sudah searching beberapa pilihan hotel dan transportasi yang akan kami gunakan menjelang liburan panjang. Keribetan selanjutnya yang harus saya hadapi adalah mempersiapkan apa saja yang harus keluarga saya bawa selama liburan nanti, meski hal tersebut tidak mengurangi antusias saya untuk berlibur bersama keluarga.

Siapa sih yang ngak suka travelling? Menikmati berbagai objek wisata yang terkenal dan berpanorama indah sudah pasti jadi momen yang menyenangkan. Hal inilah yang membuat semua orang termasuk saya, tidak pernah bosan untuk berlibur. Namun, keseruan liburan memang lebih bisa saya nikmati ketika telah sampai ke tempat wisata tujuan. Sebaliknya ketika berada di dalam perjalanan, bisa jadi saya malah tidak terlalu menikmatinya sebab terasa membosankan, khususnya untuk perjalanan yang memakan waktu tempuh lumayan panjang.

Baca juga : Touch Down Bali!

Lebih menyenangkan memang ketika kita pergi bersama teman-teman maupun keluarga. Waktu perjalanan akan terasa lebih singkat. Beda cerita jika saya memilih melakukan solo traveling. Ancaman mati gaya di perjalanan pasti rentan terjadi, apalagi jika saya memilih moda transportasi dengan waktu tempuh yang relatif lama, seperti bus maupun kereta api. Ya, kedua moda transportasi darat ini harus diakui membuat waktu perjalanan lebih panjang dibandingkan ketika saya memilih moda transportasi pesawat.

Namun bukan berarti karena ada ancaman mati gaya di perjalanan, kita jadi tidak berani untuk berlibur. Bukan berarti juga kita jadi tidak membeli tiket kereta api ataupun karcis bus karena merasa perjalanan akan lebih lama. Kedua transportasi ini justru mampu memberikan pemandangan menarik yang membuat liburan semakin sempurna bahkan sejak awal perjalanan. Kalau kamu memilih untuk naik kereta api, kamu bisa mengunjungi situs Traveloka untuk mendapatkan tiket kereta api dengan harga terbaik dan proses pemesanan yang sangat praktis.

Saya sebenarnya jarang melakukan solo travelling. Pertama kali saya melakukan solo travelling itu sekitar 3 tahun yang lalu, ketika saya menghadiri pesta pernikahan teman dekat saya yang di adakan di kota Medan. Saya memang memilih model transportasi pesawat terbang untuk menghemat waktu tempuh perjalanan, mengingat saat itu saya masih berstatus sebagai pekerja kantoran sehingga waktu libur saya terbatas hanya pada saat weekend. Meski memilih moda transportasi pesawat terbang, saya sempat merasa bosan karena jarak tempuh dari rumah ke bandara yang cukup memakan waktu. Setelah sampai di Bandara Kuala Namu pun saya harus menggunakan kereta api untuk tiba di kota Medan, karena Bandara Kuala Namu terletak jauh dari kota Medan. Kalau di hitung-hitung, saya menghabiskan banyak waktu juga di jalan untuk sampai ke tempat tujuan. Memilih transportasi udara juga cukup membuat saya cemas akhir-akhir ini, karena cuaca sekarang yang susah di tebak.

Baca juga : Terima Kasih atas Doanya!

Waktu saya melakukan solo travelling justru saya lebih banyak mempersiapkan diri dan kebutuhan di jalan, khususnya kebutuhan untuk menghibur diri saya jika waktu perjalanan menuju tempat wisata memakan waktu lebih lama. Kamu bisa mempertimbangkan berbagai cara di bawah ini sebelum benar-benar yakin untuk memesan tiket kereta api, apalagi jika kamu berencana melakukan solo travelling. Jadi, apa saja sih tipsnya? Berikut tips spesial buat kamu!

Bawa Camilan Sebanyak-banyaknya

Makan bisa membuatmu lupa akan waktu. Jadi ketika kamu mulai bosan namun kereta api yang kamu tumpangi belum sampai ke stasiun tujuan, cobalah untuk membuka bekal perjalananmu. Ambil beberapa snack yang kamu suka dan makanlah. Hal ini mampu mengusir rasa bosan sekaligus membuat perutmu kenyang. Perut yang terisi penuh adalah awal dari kebahagian.

Saya sendiri tidak bisa membayangkan berada di dalam perjalanan menuju tempat liburan tanpa membawa bekal/snack. Tentunya di dalam perjalanan, kebahagiaan dari perut yang sudah kenyang akan menghindarkan kita dari rasa kesal akibat mati gaya. Simpel, bukan? Jadi ketika memutuskan untuk jalan-jalan jauh yang memakan waktu perjalanan lama, pastikan juga membawa camilan sebanyak-banyaknya untuk bisa kamu nikmati di moda transportasi yang kamu naiki. Kalau kamu lupa untuk membawa snack, seingat saya pihak pengelola kereta api juga menyediakan makanan ringan/berat yang bisa di beli pada saat perjalanan. Jadi jangan lupa juga untuk membawa persediaan uang cash selama perjalanan liburan.

Susun List Lagu Favoritmu di Ponsel

Tips yang satu ini tidak hanya berguna untuk mengusir rasa bosan, namun sekaligus memastikan keamanan ponselmu selama di perjalanan. Sebaiknya gunakan earphone atau headset jika ingin mendengarkan lagu favorite selama perjalanan. Hal ini berguna untuk menghindarkanmu dari teguran penumpang lain karena volume musik yang terlalu keras. Mendengarkan lagu-lagu kesukaanmu yang tersusun dalam playlist musik di ponsel juga seakan bisa memastikan bahwa gadget milikmu yang satu ini aman-aman saja selama masih ada musik yang terdengar lewat earphone maupun headset milikmu. Jangan lupa juga untuk membawa power bank selama perjalanan untuk mengantisipasi ponselmu habis baterai karena terlalu lama digunakan. Biasanya saya lebih senang untuk membawa mp3 player sebagai opsi lain untuk mendengarkan lagu. Ketika baterai ponselmu habis, kamu masih bisa mendengarkan lagu dengan mp3 player yang kamu bawa.

Membaca Buku Favorit

Mungkin pemandangan di luar bangku sempat membuat kita jengah karena keindahannya. Mungkin saja kita bisa merasa bosan karena pemandangan di luar kaca makin lama makin terlihat sama saja setelah beberapa jam. Saat itu hal itu terjadi, membaca dapat menjadi solusi alternatif untuk menghindarimu dari mati gaya. Tidak perlu takut tertidur setelah membaca buku favoritmu, karena setelah itu biasanya waktu akan terasa berjalan lebih cepat. Bisa jadi kamu masih asyik membaca buku kesukaanmu tanpa menyadari bahwa moda transportasimu telah sampai di tempat tujuan. Karena itu, jangan ragu untuk membawa beberapa buku favorite-mu ketika sedang berlibur, ya! Soalnya, buku-buku tersebut dapat menjadi penyelamat dari ancaman mati gaya.

Jika kamu tidak terlalu suka membaca buku apalagi jenis buku yang ceritanya sangat panjang. Saya sangat menyarankan untuk membaca jenis buku yang ceritanya singkat dan juga yang mempunyai gambar di dalamnya. Kamu juga bisa membaca buku kumpulan puisi atau cerpen karena biasanya buku tersebut menyajikan cerita singkat yang banyak dan menarik untuk di baca dalam perjalanan. Saya sendiri lagi suka membaca buku kumpulan puisi karena membuat saya menjadi lebih tenang dan menikmati momen saat itu juga.

Baca juga : Sumber Inspirasi di Bulan Mei 2017

Mengobrol dengan Kenalan Baru? Kenapa Tidak

Coba ingat-ingat, ketika sedang mengobrol bersama teman-teman pasti rasanya waktu menjadi berjalan sangat cepat, bukan? Jadi, kamu tidak perlu ragu lagi untuk melakukan kegiatan yang simpel ini untuk mencegah mati gaya selama berada di perjalanan. Kalaupun kamu pergi sendiri dan tidak memiliki teman mengobrol, sadarilah bahwa banyak orang yang bernasib sama denganmu di transportasi yang kamu naiki. Sangat mungkin mereka merasa bosan dan membutuhkan teman untuk mengobrol. Cobalah berkenalan dengan mereka, caranya bisa dengan pertanyaaan basa-basi, kemudian mengajak-nya berkenalan dan mengobrol segala macam kegiatan dan pengalaman seru terkait liburan.

Memang tidak semua orang di perjalanan yang senang untuk diajak berkenalan. Ada juga lhoo beberapa orang yang justru sedang tidak ingin di ganggu karena sebenarnya dia ingin tidur selama perjalanan, jadi kita juga harus pintar-pintar membaca respon orang baru yang sedang kita ajak kenalan. Tidak menutup kemungkinan juga bahwa kita akan bertemu dengan orang-orang yang ternyata cocok untuk dijadikan teman atau bisa saja kita ketemu calon jodoh kita di perjalanan tersebut. Banyak juga kan cerita orang-orang yang bertemu jodoh ketika sedang melakukan perjalanan liburan heheheh. Dijamin deh, selain bisa menjadi obat anti mati gaya, mengobrol dengan sesama penumpang lain bisa menambah kenalan bahkan bisa jadi menambah teman baru.

Bagaimana? Banyak kan cara bukan untuk mencegah mati gaya selama di perjalanan yang memakan waktu tempuh lama? Jadi, siap dong sekarang untuk memulai petualangan-mu dengan beragam moda transportasi, mulai dari pesawat, kapal, bus, hingga kereta. Selamat mempersiapkan liburan readers!

Back to Jakarta!

SAM_4755

Bangun pagi hari itu saya berharap saya bisa menghabiskan beberapa hari lagi di Bali sebelum balik ke Jakarta. Saya memiliki perasaan berat hati ketika harus packing di malam sebelumnya. Saya bangun dengan kondisi badan yang cukup fit pagi itu, rasa pegal-pegalnya berkurang dari sebelumnya. Saya mandi, berpakaian dan berdandan, ritual yang sudah jadi hal biasa selama beberapa hari saya menginap di Hotel. Saya dan adik saya juga mengecek smua barang di koper agar tidak ada barang yang ketinggalan di Hotel.

Saya sarapan pagi itu di Hotel dengan menu yang tidak jauh berbeda dari hari-hari sebelumnya hanya saja hari itu menu asianya lebih banyak. Sarapannya lumayan untuk hari ini, mungkin karena saya lebih suka menu western dari Hotel. Saya paling suka menu omeletnya. Bakal kangen sama menu omelet dari Hotel ini.

Kami sudah bersiap untuk check out dari hotel dan membawa koper kami menuju lobby di lantai satu. Setelah melakukan check out, deposit awal kami dikembalikan oleh pihak Hotel. Setelah itu kami memesan grab car menuju ke Bandara Ngurah Rai. Kami menunggu beberapa saat di lobby hotel sambil foto-foto sebelum supir grab kami datang.

Perjalanan menuju bandara hari itu lancar hanya beberapa spot saja yang agak tersendat. Saya sampai di bandara 1,5 jam sebelum boarding. Kami memasukkan koper kami ke bagian bagasi pesawat sebelum akhirnya kami menuju ruang tunggu bandara. Pengecekan area Bandara Ngurah Rai cukup ketat saat itu bahkan ada himbauan dilarang membuat candaan tentang membawa bom di area bandara. Bagi penumpang yang melakukan lelucon tentang bom di Bandara Ngurah Rai akan dibatalkan penerbangannya. Saya yakin itu himbauan yang sangat keras untuk mencegah tidakan teror bom.

SAM_4763

SAM_4767

Perjalanan menuju ruang tunggu pesawat sangat menyenangkan. Banyak toko dan restaurant di dalam Bandara Ngurah Rai. Suasananya sama seperti ketika kita sedang memasuki sebuah mall. Saya bahkan sempat membeli masker wajah di salah satu toko kecantikan di Bandara hehehe. Saya yakin ga akan bosan untuk keliling Bandara sambil menunggu penerbangan karena banyak toko yang bisa dijelajahi untuk cuci mata.

Ruang boarding pesawat di Bandara ini luas dan fasilitasnnya lengkap. Ada area khusus bermain untuk anak-anak sehingga anak-anak tidak perlu bosan jika harus menunggu lama. Toko dan restauran juga masih ada sampai ke ruang boarding jadi jangan takut harus berjalan jauh untuk mencari makan jika masih merasa lapar. Ruang Boarding ini juga memiliki pemandangan indah di sekelilingnya. Siapa yang ga suka background pemandangan pesawat dan laut di jendelanya? Pemandangan tersebut dapat kamu nikmati sembari menunggu jadwal penerbangan. Fasilitas spot charger juga disediakan di ruang boarding sehingga tidak perlu takut jika baterai hp atau kamera dalam keadaan kosong.

SAM_4768

SAM_4771

Tak berapa lama kami naik ke pesawat dengan rute Denpasar-Jakarta. Langit siang itu cerah dan tidak menunjukkan tanda-tanda hujan atau mendung. Perjalanan awal pesawat kami lancar tanpa ada hambatan sama sekali sampai dipertengahan perjalanan, pesawat kami mengalami turbulensi. Saya cukup panik saat itu karena selama ini rute Denpasar-Jakarta jarang mengalami hambatan cuaca. Puji Tuhan kami bisa mendarat dengan aman dan selamat di Bandara Halim Perdana Kusuma. Kami memang memilih Bandara Halim Perdana Kusuma karena jarak tempuhnya lebih dekat ke rumah kami.

Saya tiba bisa makan setelah sampai di rumah ntah kenapa rasanya saya mual setelah mendarat akibat kepanikan yang saya alami di pesawat perjalanan pulang. Adik saya sempat takut juga cuma dia lebih cepat lupa dan move on daripada saya. Adik saya sampai heran kenapa saya sampe ga mood buat makan. Mama saya coba menenangkan saya tapi tetap saja saya masih terbayang-bayang turbulensi di pesawat waktu itu. Malamnya saya susah banget untuk tidur karena bawaannya cemas terus. Untunglah beberapa hari kemudian saya mulai bisa gak susah tidur. Liburan menyenangkan kali ini justru ditutup dengan cerita agak menegangkan di pesawat pulang namun saya tetap bersyukur saya sampai dengan selamat tanpa kekurangan apapun. Welcome Back Jakarta!

NOTE

This is NOT a Sponsored Post. All things that are written in this blog post are my own opinions and my honest experience. Do not copy my blog or my photos, if you want to use my blog or my photos please ask my permission by email and credit the copy page or image back to my blog

Seminyak! Bali Day-4

SAM_4635

Hari ini adalah hari terakhir saya liburan di Bali, besok kami akan kembali ke Jakarta dengan penerbangan siang. Saya sendiri mulai merasa sedih karena tidak bisa merasakan keindahan pulau Bali lebih lama lagi. Badan saya juga mulai terasa pegal-pegal karena perjalanan tiga hari sebelumnya. Rencana hari terakhir ini kami habiskan dengan berkeliling daerah Seminyak supaya badan kami tidak terlalu capek untuk perjalanan pulang besok.

Saya puas dengan sarapan hari ke empat karena menu western dan asianya lebih lengkap dari hari kemarin. Setelah kemarin banyak pengunjung hotel yang menanyakan menu sosis, hari ini ruang makan hotel siap dengan menu sosis dan beberapa menu western lainnya. Menu sarapan omelet di Hotel ini juga sangat enak, saya selalu pesan omelet untuk di bagi dua dengan adik saya setiap kali sarapan pagi. Isi dari omeletnya juga bisa kamu pesan sesuai permintaan.

SAM_4643

Kebetulan hari ketiga ini merupakan hari Minggu sehingga dari pagi kami bersiap terlebih dahulu untuk ke gereja sebelum pergi ke pantai Seminyak. Saya gereja di daerah Kuta, gereja ini merupakan gereja yang saya kunjungi ketika saya magang di Bali waktu itu. Gedung gerejanya tampak berbeda ketika pertama kali saya terakhir kesini namun suasana di dalam gedung tetap sama seperti dulu.

Selesai gereja pagi itu, kami pergi ke toko besar pusat oleh-oleh Bali di daerah Kuta yaitu Khrisna. Kami pergi ke toko tersebut dengan berjalan kaki karena letak toko tidak jauh dari letak gereja tempat kami beribadah. Toko Khrisna selalu ramai dengan pengunjung yang membeli oleh-oleh. Harga di toko ini juga murah dan bersahabat di kantong, pilihan oleh-oleh pun sangat banyak. Kami hanya membeli beberapa kue untuk orang rumah dan beberapa oleh-oleh untuk teman terdekat saja, tidak banyak paling hanya sekitar untuk 3 orang. Selesai membeli oleh-oleh kami memesan grab car untuk kembali ke hotel kami di Seminyak.

Cuaca yang kadang hujan kadang cerah cukup membuat kami kwatir tidak bisa berkunjung ke daerah pantai Seminyak. Untungnya cuaca hari itu cerah dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan hujan. Kami memesan grab car dari Hotel kami dengan destinasi Seminyak Square, seingat saya dulu pantai Seminyak bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari Seminyak Square. Hal yang paling saya suka dari Bali adalah semua orang disini suka untuk berjalan kaki kemana-mana, tentu didukung dengan pedestrian yang bagus di kota ini. Area Seminyak juga merupakan area yang cocok untuk berjalan kaki, karena banyak toko dan cafe cantik di sepanjang jalannya yang bikin mata kamu betah untuk melihat-lihat sekitar.

SAM_4655

Daerah Seminyak Square sudah sedikit berubah dari pertama kali saya kesini, ada mall baru lagi yang dibangun di dekat Seminyak Square yaitu Seminyak Village. Kebanyakan mall-mall di Bali bentuknya tidak seperti mall di Jakarta, biasanya hanya terdiri dari 3 lantai dengan ciri khas bangunan yang lebih terbuka ke lingkungan sekitar. Tentu saja hal ini terjadi karena daya tarik Bali bukan di mall-nya namun di daerah wisata pantainya, lagipula di sekitar jalan pun sudah ada cafe-cafe dengan interior yang menarik.

Kami sampai di pantai Seminyak dengan berjalan kaki dari Seminyak Square. Pantai Seminyak lebih sepi dibandingkan pantai Kuta yang selalu ramai dengan pengunjung. Ombak di daerah pantai Seminyak juga termasuk besar hari itu, hanya ada 3-4 orang yang sedang berselancar di pantai, itupun dalam jarak yang tidak jauh dari bibir pantai. Sepanjang perjalanan kami melewati bibir pantai, ada banyak cafe besar dan hotel besar yang posisinya langsung menghadap ke bibir pantai.

IMG-20161218-WA0006

Hal yang paling saya suka adalah jalan di sisi pertemuan antara pasir dengan ombak pantai. Saya suka pengalaman ketika kaki saya disapu dengan ombak laut. Pengalaman ini mungkin tidak akan saya dapatkan di Jakarta. Selama kami jalan menyusuri bibir pantai, saya dan adik saya bergantian mengambil foto candid kami. Herannya meski matahari saat itu sangat menyengat, saya dan adik saya menikmati waktu kami di pinggir pantai karena kami tahu pengalaman ini akan sangat jarang kami bisa nikmati ketika kami kembali ke Jakarta.

Ada kejadian lucu selama kami sesi foto-foto di pantai, adik saya ga sadar kalau sendalnya hilang ahahhahah. Dia sampai panik nyari-nyari sendalnya karena kami udah lumayan jalan jauh sambil foto-foto. Kami berbalik arah untuk mencari sendalnya yang hilang, untunglah sendalnya ketemu di tempat awal kami mulai jalan dan tidak terbawa ombak. Saya udah bayangin aja dia jalan di aspal panas pedestrian ketika kami pulang ahahahha.

SAM_4667

Selama kami jalan di pantai, kami bertemu beberapa anjing. Saya sempat mau menghampiri anjing-anjing tersebut namun saya urungkan niat, karena saya tidak melihat pemiliknya berada di sekitar. Saya sempat diikuti oleh salah satu anjing yang tidak sengaja bertatapan mata dengan saya, duh saya langsung takut tapi berusaha untuk jalan tenang sampai anjingnya berhenti mengikuti. Padahal saya punya anjing lho, tapi tetep ketika ketemu anjing baru apalagi tidak di dekat pemiliknya, saya was-was karena ga tau seberapa agresif anjing tersebut.

a2

Kami pun kembali ke arah Seminyak Village untuk mencari makan siang. Selama memutar mall Seminyak Village kami tidak menemukan makanan yang menarik hati kami, jadi kami putuskan untuk mencari makanan di cafe-cafe sekitar yang tempatnya tidak kalah cantik. Kami masuk ke sebuah restauran kecil bernama Grocer and Grind Bistro.  Kami tertarik masuk karena nuansa kafe yang nyaman lengkap dengan ciri khas warna biru putih dan juga ada tungku perapian besar di depan cafe tersebut yang biasanya digunakan untuk memanggang adonan pizza.

SAM_4672

SAM_4682

Saya pesan blueberry chesse cake untuk mengganjal perut saya. Porsinya lumayan bikin kenyang dan rasanya juga enak. Setelah selesai memakan blueberry chesse cake, saya dan adik memesan pizza ukuran medium. Pizza yang disajikan lebih tipis dibandingkan pizza yang biasa kami makan, topingnya pun pas tidak berlebihan. Kami suka dengan rasa pizzanya, rasanya enak dan pas di lidah. Porsi medium untuk pizza ini cocok untuk dimakan dua orang. Kami cukup lama untuk duduk santai di cafe sampe akhirnya memutuskan untuk balik ke hotel.

SAM_4716

Kami pulang dengan menggunakan grab car ke hotel kami, untunglah selama ini tidak ada kejadian aneh selama kami memakai grab car apalagi ketika kami pergi ke daerah tempat wisata. Sesampainya di hotel, kami menaruh barang-barang kami di kamar dan kemudian berenang di kolam renang hotel. Sudah lama saya ingin merasakan berenang di kolam hotelnya. Karena kami juga sudah memakai baju renang dibalik dress pantai kami, jadi kami langsung nyebur deh ke kolam renang tanpa perlu ganti-ganti baju lagi. Kolam renang di hotelnya tidak dalam, mungkin sekitar 1.8 meter dalamnya. Saya justru lebih senang berenang di kolam yang tidak terlalu dalam, saya suka panikan kalau berenang di kolam yang terlalu dalam. Staff hotel juga menyediakan handuk di lobby jika kita mau berenang, jadi jangan ragu untuk memintanya.

Selesai berenang sore kami kemudian mandi dan beristirahat sebentar di kamar hotel. Adik saya mengajak saya untuk makan ice cream lagi di Gusto Gelato karena kemarin dia ga ikut saya makan ice cream bareng Moses dan Grace. Kami akhirnya mampir makan ice cream di Gusto Gelato. Seperti biasa, toko ice cream tersebut selalu ramai pengunjung.

SAM_4741

Selesai makan ice cream, kami kembali ke kawasan sekitar hotel untuk mencari tempat makan malam. Kami makan di sebuah restauran kecil yang tidak jauh dari Hotel kami namanya The Honey Bees. Saya dan adik saya pesan menu andalan restauran tersebut yaitu Babi Guling ala Honey Bees dan untuk minumannya saya pesan Mojito. Saya suka menu Babi Gulingnya, dagingnya dimasak dengan baik dan empuk hanya saja saya tidak terlalu suka sayurannya, kebetulan sayuran yang disajikan itu daun pepaya. Saya suka suasana cafe di daerah Seminyak karena lebih tenang, tidak seperti daerah Kuta yang tentu lebih ramai dengan toko dan club malam. Pelayan restauran ini juga sangat ramah terhadap kami.

SAM_4751

Selesai makan, kami balik ke hotel dengan perut yang kenyang. Kami ga langsung tidur karena besok siang kami pulang ke Jakarta, tentunya kami harus packing lagi agar besok tidak buru-buru membereskan koper. Saya seperti belum puas menikmati keindahan Bali. Pulang ke Jakarta juga jadi beban pikiran tersendiri karena banyak hal yang harus diurus di Jakarta ketika kami pulang nanti. Saya tidak tidur secepat kemarin malam itu, ntah masih ada rasa pengen lama-lama di Bali, semoga bisa balik lagi untuk liburan disini amiiinnn. Saya akhirnya tidur terlelap setelah mengatur pernapasan saya sambil berbaring di kasur kamar.

NOTE

This is NOT a Sponsored Post. All things that are written in this blog post are my own opinions and my honest experience. Do not copy my blog or my photos, if you want to use my blog or my photos please ask my permission by email and credit the copy page or image back to my blog

Hello Ubud! Bali Day-3

d

Hari ketiga di Bali, kami merencanakan untuk jalan-jalan ke daerah Ubud. Bangun pagi setelah kemarinnya kami seharian bermain watersport itu rasanya semua badan pegal-pegal terutama bagian tangan. Saya jadi malas untuk bergerak di pagi hari karena badan saya semuanya pegal. Karena mengingat bahwa kami hanya liburan selama empat hari, saya kuatkan niat supaya tidak malas-malasan untuk pergi ke tempat wisata meski bawaan badan ingin berbaring lama di kasur.

Saya mulai terbiasa dengan rutinitas pagi di Hotel yaitu bangun, mandi, pakaian, dan sarapan di ruang makan. Salah satu hal yang saya suka dari Swiss Belhotel, Petitenget adalah pelayanan kamarnya. Setiap saya dan adik saya pulang dari jalan-jalan seharian, kami selalu menemukan kamar kami rapi dan bersih. Semua perlengkapan seperti air mineral, handuk, sabun batangan selalu kami temukan dalam keadaan baru lagi. Kami yang sudah lelah dari jalan seharian selalu merasa senang ketika menemukan kamar dalam keadaan rapi.

Sarapan hari ketiga terbilang lumayan untuk saya dan adik saya. Makanan yang disajikan lebih banyak makanan Asia, padahal saya ngidam sosis yang saya makan kemarin. Ternyata ga saya aja yang ngidam menu sosis, beberapa kali saya melihat orang asia dan orang bule bergantian menanyakan menu sosis pagi hari itu. Belum puas dengan sarapan yang porsinya sedikit, saya lanjut makan sereal dan buah dalam porsi cukup tentunya. Setelah selesai sarapan kami turun ke lobby untuk menunggu supir grab car kami datang. Kebetulan kemarin supir grab kami menawarkan  jasa supir plus mobil jika kami berniat sewa harian mobil ke ubud jadi kami ga perlu repot mencari grab car lagi.

c

Perjalanan pertama kami ke Ubud dimulai dengan singgah ke Puri Saren Agung Ubud. Bisa dibilang isinya sama aja sih dengan pura yang lain namun spot-spot di pura ini bagus untuk foto-foto. Saya juga melihat banyak pengunjung datang ke pura ini mulai dari turis Asia sampai turis Manca Negara. Saya selalu suka dengan rumah adat Bali, meskipun marak dengan ukiran dan hiasan ntah kenapa selalu cantik untuk dijadikan objek foto. Beberapa bagian pura ini tidak terbuka untuk umum jadi hanya beberapa spot saja yang boleh dimasuki untuk pengunjung.

e

f

Setelah mengunjungi Puri Agung, saya dan adik menlanjutkan perjalanan ke Pasar Seni Ubud yang jaraknya bisa ditempuh dengan menyebrang jalan karena jaraknya sangat dekat. Bagi pecinta pernak pernik seni pasti akan betah berlama-lama disini. Banyak pernak pernik hasil karya penduduk lokal yang bisa di beli bahkan bisa ditawar. Harga barangnya memang lebih naik dari terakhir kali saya berkunjung ke Ubud, ya iyalah ya hehehhe. Sementara adik saya beli sabun alami, saya ga berhenti-hentinya melihat-lihat baju pantai. Saya suka banget sama dress pantai, rasanya mau beli berbagai model dan warna. Saya dan adik saya beli dress pantai juga sih akhirnya karena dress pantai saya yang dulu hilang ntah kemana, saya cari-cari dirumah ga ada pas mau berangkat ke Bali.

Selesai kami berbelanja di Pasar Seni Ubud, kami melanjutkan perjalanan ke Bali Culture Center. Perjalanan wisata kali ini memang agak berbeda untuk kami. Kalau biasanya kebanyakan orang pergi ke Bali untuk menikmati cafe-cafe hits namun kami malah memilih lebih banyak mengunjungi pusat kebudayaan di Bali. Tempat wisata Bali Culture Center pagi itu cukup sepi, memang sih kata mbaknya tempat ini ramai di waktu-waktu tertentu yaitu ketika rombongan tour datang. Ternyata ada juga workshop yang di tawarkan seperti workshop lukis, tari, membatik, dan bermain gamelan. Harga yang ditawarkan juga lumayan untuk turis lokal yaitu 100-150 ribu. Kami akhirnya memilih tour keliling untuk mengenal kebudayaan Bali.

b

Kami di antar masuk ke dalam untuk menyaksikan empat tarian adat Bali yang durasinya sangat singkat. Kami juga diberikan welcome drink selama menyaksikan pementasan tari. Setelah menyaksikan pementasan tari, kami kemudian diajak berkeliling Bali Culture Center sambil diberikan penjelasan oleh tour guide kami. Saya semakin sadar bahwa budaya dan adat Bali itu memang banyak dan masih orang Bali jalankan sampai hari ini. Bahkan saya yang orang Batak Asli kayaknya udah ga sampai segitunya dalam hal melaksanakan adat. Saya salut sebenarnya karena kebiasaan menaruh sesajen, ibadah dan membuat tempat sembahyang di setiap rumah masih mereka terapkan sampai sekarang. Tour guide kami juga menjelaskan tentang Dewa-dewa dalam agama orang Bali lengkap dengan dewi-dewi yang merupakan sang istri.

Saya juga diceritakan kebiasan orang Bali jaman sekarang dan jaman dulu. Saya dan adik saya bahkan dipersilahkan untuk mempraktekkan cara membuat Canang Sari (persembahan yang dibuat setiap hari). Ternyata membuat canang sari itu susah-susah gampang, tangan harus cepat dan telaten dalam membuat tempat canang sari. Isi canang sari biasanya berupa hasil bumi atau hasil yang diusahakan, biasanya bunga atau makanan. Saya juga mencoba proses menumbuk padi yang biasanya orang Bali dulu lakukan, proses menumbuk padi menjadi beras oleh orang Bali disebut “Nebuk”. Orang Bali jaman dulu menumbuk sekalian bernyanyi dengan membuat dentuman-dentuman tumbukan kayu sebagai sebuah alunan musik. Proses selanjutnya yang kami lihat adalah “Nanusin” yaitu proses mengolah minyak kelapa sawit di dapur.

g

a

Perjalanan terakhir kami selesai pada penjelasan proses upacara-upacara adat dari mulai lahir dan mati yang ditunjukkan melalui patung-patung kecil. Saya juga baru tahu bahwa orang Bali mengikir giginya (dikenal sebagai Upacara Potong Gigi) sebagai tanda sebuah proses menuju kedewasaan. Penjelasan dari tour guide kami sangat panjang bahkan saya jadi lupa-lupa ingat penjelasannya karena semakin lama saya jadi ngantuk akibat cuaca Ubud yang dingin-dingin empuk, apalagi tempat wisata ini sejuk karena banyak pepohonan.

Tour Guide-nya sempat cerita bahwa Bali Culture Center ini hanya buka sampai jam 5 sore karena mereka harus menghormati penunggu-penunggu di tempat tersebut, kalaupun ada acara malam hari, biasanya beberapa hari sebelumnya ada acara minta izin terlebih dahulu. Sama seperti beberapa tempat wisata di Bali, ada bagian-bagian yang tidak boleh kami lewati ketika berkeliling di tempat ini. Batas terakhir kami boleh lewat yaitu jalanan sebelum pura penunggu tempat tersebut. Tour Guide-nya juga sempat bilang jika kami punya kemampuan melihat hal-hal mistis, kami bisa melihat sosok penjaga tempat ini dalam bentuk nenek tua yang sedang memegang tongkat.

h

Penjelasan terakhir ditutup dengan hujan deras di daerah Ubud. Saya dan adik saya buru-buru masuk ke mobil untuk melanjutkan perjalanan. Kami memutuskan untuk makan di Bebek Tepi Sawah yang merupakan salah satu restauran terkenal di Ubud. Sayangnya ketika kami sampai ke Restauran Bebek Tepi Sawah, restauran tersebut tutup/close order karena banyaknya rombongan tour yang datang ke tempat tersebut. Akhirnya mobil kami memutar arah ke restauran Bebek Bengil, restauran dengan menu Bebek yang juga terkenal di Ubud. Restauran ini ramai dengan pengujung namun beruntungnya kami langsung dapat tempat makan ketika baru saja sampai. Menu yang kami pesan yaitu menu andalan di restauran tersebut, Bebek Bengil. Saya kaget ketika makanannya datang karena porsi Bebeknya sangat besar, bahkan pelayannya bilang itu size setengah Bebek. Saya ga kebayang kalo makan satu ekor Bebek sendirian, bisa langsung kolesterol mungkin saat itu juga. Meski harganya mahal namun makanannya memang enak dan membuat perut saya langsung kenyang.

Selesai makan, saya dan adik saya lanjut ingin mengujungi art galery, sebenarnya saya doang sih yang niat pengen liat art galery. Kebetulan karena hujan juga kami ga sempat banyak keliling, kami hanya sempat mengunjungi sebuah galery seniman kayu. Daerah-daerah Ubud teryata punya daerah-daerah tersendiri untuk seniman dan karyanya, biasanya seniman kayu banyak di daerah A, seniman lukisan di daerah B dan seterusnya. Cuaca yang dikit-dikit hujan membuat kami memutuskan pulang sore itu.

Cuaca perjalanan pulang dingin karena hujan. Saya sampai sore menjelang malam di hotel kami. Ketika saya sedang menunggu adik saya selesai mandi, saya dapat sms dari teman kuliah saya dulu yang sekarang tinggal di Bali. Saya memang mengajaknya untuk bertemu mumpung saya lagi di Bali.

Teman saya ini merupakan teman yang cukup dekat ketika saya kuliah. Kami berada di satu Fakultas yang sama namun Departemen yang berbeda, saya berada di Departemen Arsitektur sedangkan teman saya berada di Departemen Elektro. Saya cukup kenal dan dekat dengannya karena kami sama-sama aktif di Persekutuan Oikumene FT UI saat kuliah. Ketika saya magang, adiknya juga sempat menemani saya jalan-jalan sekitar Denpasar waktu itu. Teman saya ini beserta adiknya ternyata mengajak saya ketemuan malam itu. Saya pun akhirnya bersiap-siap untuk pergi lagi sehabis saya mandi.

i

Saya dijemput di lobby Hotel malam itu oleh teman saya, Moses dan juga adiknya, Grace. Kami makan malam di daerah Denpasar. Perut saya ternyata sudah kenyang karena makan bebek bengil tadi siang, sehingga saya cuma makan sedikit malam itu. Setelah makan malam, saya diajak pergi ke sebuah toko es krim di daerah Seminyak yaitu Gusto Gelato. Toko es krim malam itu ramai sekali, bahkan saya sempat ragu akan dapat tempat duduk meskipun akhirnya kami dapat duduk juga. Toko ini menyediakan berbagai rasa Gelato mulai dari rasa buah sampai rasa cokelat dan sebagainya, saya juga bisa mencicipi rasa gelato dengan sendok kecil yang diberikan oleh pelayan. Saya pilih rasa cokelat dan alpukat untuk gelato pesanan saya.

k

Kami menghabiskan gelato dengan ngobrol panjang lebar tentang kerjaan, keluarga, teman, dan pelayanan. Saya kaget sih pas ditanya temen saya kalau saya masih sering sakit-sakitan apa ngak, ternyata teman-teman kuliah saya dulu ingetnya saya gadis pesakitan hikssss *sedih. Teman saya bilang karena saya datang dadakan, dia jadi ga bisa prepare untuk diajak jalan-jalan. Saya juga datang bukan di minggu-minggu libur natal jadi semua orang masih sibuk dengan pekerjaan kantor. Selesai ngobrol, saya diantarkan pulang ke hotel. Kebetulan saya juga udah ga kuat ngobrol sampai malam karena udah mulai ngantuk.

Saya masih sempat cerita tentang Gusto Gelato ke adik saya yang ternyata belum tidur di kamar. Hari ketiga di Bali cukup menyenangkan sih dan ga secapek hari pertama karena kami lebih jalan-jalan ke beberapa tempat. Malam itu justru saya lebih bisa langsung tidur terlelap di kasur karena udah ga bisa menahan kantuk.

NOTE

This is NOT a Sponsored Post. All things that are written in this blog post are my own opinions and my honest experience. Do not copy my blog or my photos, if you want to use my blog or my photos please ask my permission by email and credit the copy page or image back to my blog

Second Day in Bali!

SAM_4542

Semalam setelah kami tiba, kami cukup tertidur pulas dan bangun lewat dari jadwal seharusnya. Memang sih badan masih agak letih karena perjalanan setengah hari menuju Bali. Saya bangun dengan perasaan bahagia di hari kedua mengetahui bahwa saya sudah berada di Bali. Adik saya langsung cepat memperingatkan saya untuk mandi dan berpakaian agar sempat untuk sarapan.

SAM_4530

SAM_4531

SAM_4529

Saya sempat keliling ke selasar Swiss Belhotel, untuk melihat area sekeliling Hotel. Kebetulan kami sampai di Hotel pada malam hari jadi tidak sempat melihat suasana Hotel yang kami tempati. Saya terpukau melihat pemandangan hotel pada sisi sebelah kiri dimana terdapat pemandangan lahan padi hijau yang menghampar luas. Area balkon sisi kiri bangunan Hotel ini lebih terasa sejuk dengan hembusan angin yang cukup kuat. Bagian tengah Hotel dilengkapi kolam renang yang bisa di lihat dari selasar Hotel. Pemandangan ke arah kolam renang dari selasar atas Hotel itu terasa menyengarkan mata, rasanya mengundang saya untuk segera berenang disana.

Untitled-1

SAM_4534

Setelah berkeliling sebentar, kami turun ke lantai 2 untuk sarapan. Ruang sarapan Hotel cukup nyaman dan bersih. Makanan yang di sajikan juga cukup lengkap mulai dari makanan Asia dan Western. Saya sendiri lebih suka sarapan dengan mencampur dua menu tersebut. Menu sarapan lain juga ditawarkan oleh Hotel yaitu bubur, salad, kue kecil, sereal dan buah. Menu sarapan yang saya suka di hari pertama itu sosis dan kentang panggang-nya. Menu terakhir yang saya santap sesudah sarapan yaitu buah-buahan segar yang disediakan juga di ruang makan.

Watersport di Tanjung Benoa

Sebelum saya berangkat ke Bali, saya sudah membuat jadwal tempat-tempat wisata yang akan kami kunjungi. Sementara jadwal yang saya buat banyak namun ternyata kami punya masalah cukup serius ketika kami sampai di Bali. Saya dan adik saya sedang dalam proses pembuatan SIM, kami pun sama-sama stuck di ujian praktek yang harus diulang karena gagal. Kami jadi tidak bisa menyewa mobil selama kami berada di Bali. Bersyukurnya aplikasi kendaraan online masih bisa digunakan di Bali namun kuantitasnya tidak banyak, khususnya jika ke daerah wisata.

Tidak berapa lama, grab car kami datang menjemput di lobby Hotel. Tujuan wisata pertama kami hari ini ialah Tanjung Benoa. Kami sudah merencanakan untuk mencoba beberapa watersports menarik di Tanjung Benoa. Saya sudah pernah sebenarnya ke daerah Tanjung Benoa dulu namun belum sempat mencoba watersport-nya. Selama perjalanan menuju tempat wisata, kami sempat ngobrol-ngobrol dengan supir grab car-nya. Ternyata beberapa daerah wisata di Bali belum terlalu membuka diri dengan aplikasi transport online, karena transport di area wisata cukup banyak mulai dari taksi sampai kendaraan tour yang disewa, sehingga persaingannya lebih sengit. Beberapa tempat wisata masih bisa dijadikan spot untuk drop penumpang transportasi online, namun tidak disarankan untuk mengambil penumpang.

Saya dan adik saya sempat takut tidak mendapat kendaraan untuk balik ke daerah Seminyak. Untungnya supir grab kami menawarkan untuk menunggu kami sampai selesai main watersport agar supir tersebut tidak pulang ke area kota dalam keadaan kosong penumpang. Kami cukup lega sih karena jadi tidak perlu pusing memikirkan transport pulang ke daerah Seminyak.

IMG-20161216-WA0007

Kami tiba di Pandawa Waterseport Tanjung Benoa. Siang itu tempat tersebut sangat ramai dengan pengunjung terutama keluarga dan pasangan. Saya dan adik saya bertemu dengan salah satu staff dari Pandawa yang menjelaskan jenis permainan dan harganya. Harga permainannya sudah lebih mahal dibandingkan 11 tahun lalu ketika saya berkunjung ke Tanjung Benoa. Staff-nya juga menawarkan harga paket untuk 3 permainan yang kalau dihitung-hitung lebih murah dibandingkan hanya mengambil 1 permainan saja. Kami akhirnya memilih permainan parasailing adventure, marble dan kunjungan ke pulau penyu.

Permainan parasailing adventure berbeda dengan parasailing biasa, ditarik dan diulurnya mengunakan mesin dari mesin kapal. Parasailing biasa sedang tidak dianjurkan siang itu karena arah angin yang kurang mendukung. Parasailing adventure juga mempunyai kapasitas dua orang sekali main. Sebenarnya saya agak takut khususnya untuk permainan parasailing karena berhubungan dengan ketinggian, cuma mumpung udah di tempat wisata, sayang kalo ga coba permainan tersebut. Saya dan adik kemudian diantar agak jauh dari tepi pantai dimana boat khusus untuk parasailing ini sudah meunggu.

Staff parasailing kebetulan sangat ramah dengan para pengunjung bahkan becandaannya bisa bikin saya ga berhenti ketawa. Waktu staff-nya nanya ke saya asal kami darimana, karena takutnya mereka ga tau Bekasi dimana *dibulandongmon ahahaha, jadi saya bilang saya tinggal di Jakarta. Ketika mereka dengar saya dari Jakarta, mereka langsung excited bilang “Ahok dong mbak, Ahok..” trus saya cuma bilang iya-iya aja sambil ketawa.

Tidak berapa lama kemudian, kami naik parasailing yang sudah siap dilepas ke langit. Saya sempat agak kaget pas naik padahal naiknya pelan-pelan tapi tiba-tiba kita udah di atas langit aja. Setelah kami naik ke atas, boat mulai jalan untuk menarik kami yang sudah terbang di atas langit. Pemandangan ketika kami berada di atas itu menakjubkan dan indah, saya jadi tahu rasanya terbang itu seperti apa, now I envy those birds who can fly free with their wings. Saya sempat keringat dingin ketika saya berada di atas sana karena saya sempat bayangin kalo jatuh bebas dari ketinggian tersebut gimana ahahahha. Saya coba atur pernapasan sambil lihat pemandangan di kejauhan daripada fokus ke pemandangan di bawah saya persis. Berbeda dengan saya, adik saya malah lebih menikmati ketika kami berada di atas tadi.

Parasut kami segera ditarik turun agar kami bisa diantarkan untuk melanjutkan permainan selanjutnya. Sebelum kami pergi, para staff sempat kirim salam untuk pak Ahok, they say they love him! ini bukan kampanye ya, mereka sendiri yang bilang, no sponsored post! Kami diantarkan ke tepi pantai dengan boat lainnya yang sudah stand by di dekat boat kami seusai permainan parasailing.

ccc

Permainan selanjutnya yang kami lakukan adalah Marble. Awalnya kami kira permainan ini cuma duduk di ban terus kami ditarik ke arah laut, kata mbaknya sih gitu. Kami sempat kaget karena kami hanya pegangan ke tali di ban saja kemudian ban kami ditarik oleh boat ke arah laut dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Alhasil kami pegangan terus ke tali di ban dengan kuat sambil duduk naik turun seperti membal di ban. Kami sampai bilang stop ketika kapal boatnya memutar kami berkali kali di laut, ya ampun kayaknya saya pasti tercampak ke air kalo saya ga kuat pegang tali di ban itu. Bener sih sesuai nama permainannya saya merasa persis seperti marble yang terombang ambing di laut. Setelah itu kami diantar balik tetap dengan cara ban kami di tarik dengan boat ke tepi pantai.

Kami ganti baju kami sebentar ketika kami sampai ke tepi pantai lagi. Sebenarnya ga ganti baju juga sih cuma pakai kaos di atas baju renang kami agar badan tidak terasa tersengat matahari. Kemudian kami diantar dengan kapal kecil menuju pulau penyu. Kami bersyukur tidak memilih permainan flying fish karena pasti kami akan terlalu capek fisik dan jantung. Sebelum sampai ke pulau penyu, kami sempat kasih makan ikan-ikan kecil di laut.

SAM_4556Setelah tiba di pulau penyu, kami diajak keliling oleh tour guide yang sudah menunggu kami sampai. Pulau penyu tidak sebesar yang saya pikir, cukup kecil namun lengkap dengan beberapa hewan. Saya foto dengan beberapa hewan disana, saya kaget karena hewannya jinak-jinak. Penyu di pulau ini termasuk banyak bahkan ada yang ukurannya sangat besar, kata tour guide kami semakin besar ukurannya maka semakin tua umur penyu tersebut. Penyu-penyunya juga tidak langsung mematok kaki pengungjung padahal waktu saya ke pulau seribu, penyunya lumayan agresif untuk mematok. Dari semua hewan, saya paling takut ketika harus foto sama ular. Tour guide kami menyakinkan saya untuk foto karena mulut ularnya sudah diikat, akhirnya saya berani juga untuk foto berdua sama ular.

IMG-20161216-WA0024

IMG-20161216-WA0016Kami pulang diantar oleh boat yang sama. Kami juga mendapat dua foto hasil print selama permainan tadi. Kami meminta sisa foto kami dengan menggunakan memory card yang ada di kamera saya. Saya sarankan untuk membawa flash disk jika mau main ke tempat ini supaya bisa meminta semua foto yang ada di mereka, tentunya dengan membayar sesuai harga yang ditawarkan. Sempat kami berniat untuk memasukan semua foto ke hp adik saya namun ternyata data foto tidak bisa dikirim ke beberapa jenis handphone. Setelah kami selesai meminta semua foto yang kami inginkan, kami pulang dengan supir grab yang tadi mengantar kami.

Makan di Yoo Noodles, Petitenget

Sesampainya di Hotel, kami mulai cari makan di sekitar Hotel kami. Salah satu kelebihan Hotel kami adalah letaknya yang strategis di samping restauran besar dan kecil, bahkan dua restauran ternama di Seminyak lokasinya dekat dengan Hotel kami yaitu Sardine dan Metis. Saya dan adek saya memutuskan untuk makan di sebuah restauran China kecil sore itu yang letaknya persis hanya beberapa meter dari hotel kami yaitu Yoo Noodles

hhSaya pesan salah satu menu andalan di restauran ini yaitu Sesame BBQ Pork sama seperti pesanan adik sayaPenampilan mie-nya mengundang selera makan saya, cuma saya sempat kaget karena ada nanas di mienya. Rasa mie-nya tetap enak sih bahkan ketika ada nanas di dalam bumbunya, rasanya gurih, manis dan asam, intinya kaya akan rasa *kayakrasacinta *tobatmontobat. Porsinya dijamin akan bikin kenyang perut tapi saya habisin juga sampai tidak bersisa sama sekali.

Selesai saya makan, pelayannya menghampiri kami dan memberikan kami dua fortune cookies. Saya kaget sekaligus senang karena biasanya di dalam fortunes cookies ada nasehat bijak bagi penikmatnya dan biasanya nasehat bijak yang di dapat bisa pas dengan keadaan kita lhoo. Adik saya dapat nasehat “Adversity is the parent of virtue” yang cocok dengan kondisi adik saya yang lagi berjuang mencari pekerjaan. Sedangkan saya mendapat kertas yang berisi nasehat “Love can last a lifetime, if you want it to”, trus saya sempet gemes gitu kenapa saya dapatnya yang berbau galau dan cinta-cintaan, padahal saya berharap dapat nasehat yang berbau kesuksesan karir. Pesan itu sempat buat saya refleksi sejenak sih tentang apa yang sedang saya alami dan saya pikirkan akhir-akhir ini.

IMG-20161216-WA0004Selesai makan, kami balik ke Hotel hanya dengan jalan kaki karena letak restauran ini hanya di sebrang hotel kami. Kami balik ke hotel kemudian mandi dan istirahat sejenak karena badan kami pegal-pegal terutama bagian pergelangan tangan dan pinggang. Sampai agak malam, kami baru keluar hotel lagi untuk lihat-lihat daerah sekitar hotel. Perut kami masih kenyang sebenarnya karena kami makan mie itu sekitar jam makan siang menuju makan sore. Karena takut nanti malam bangun karena kelaparan, kami makan nasi goreng di  warung pinggir jalan terus beli beberapa snack untuk persediaan di Hotel.

Setelah puas jalan di sekeliling Hotel, kami pulang ke kamar. Kami nonton Tv sebentar di kamar lalu kemudian tidur. Tidur malam itu cukup lelap. Saya bahkan ngak pake balada insomnia dulu baru tidur karena badan saya kayaknya udah capek dan minta segera berbaring untuk istirahat. Hari pertama di Bali cukup seru dan melelahkan bagi saya dan adik saya.

NOTE

This is NOT a Sponsored Post. All things that are written in this blog post are my own opinions and my honest experience. Do not copy my blog or my photos, if you want to use my blog or my photos please ask my permission by email and credit the copy page or image back to my blog

Touch Down Bali!

SAM_4507

Menyiapkan segala persiapan untuk liburan ke Bali cukup membuat kepala saya pusing, alasannya karena saya packing sampai larut malam sehari sebelum berangkat. Meski saya sudah membuat list barang, ntah kenapa ada saja yang barang atau baju yang susah di cari. Saya maklum sih karena sudah lama saya tidak liburan jadi saya cukup kewalahan untuk berkemas. Bersyukurnya saya selesai berkemas tepat jam 12.00 malam dan semua barang yang dibutuhkan sudah masuk dengan rapi, namun efek buruknya saya juga jadi susah tidur karena terlalu excited karena besok akan berangkat liburan.

Keesokan harinya saya bangun dengan kepala yang agak pusing. Saya bangun agak siang hari itu karena semalam sebelumnya saya susah tidur. Saya sarapan pagi, mandi, dress well, put some fresh make up, dan tidak lupa memberi anjing saya makan sambil bilang permisi karena akan saya tinggal selama 4 hari. Saya masih mengecek koper saya kalau-kalau ada yang kurang, tidak lupa saya mengecek segala hal yang diperlukan di Bandara seperti tiket, KTP, dan uang untuk makan serta transport. Setelah itu saya menunggu adik saya pulang ke rumah. Kebetulan paginya adik saya mengikuti psikotest untuk test masuk kerja sebuah perusahaan BUMN. Saya agak kasian juga sih karena dari semalam sebelumnya dia udah ga konsen untuk belajar ahahahah.

Setelah Adik saya sampai dirumah, kami bersiap-siap untuk pergi. Mama saya mengantarkan kami ke stasiun bus DAMRI terdekat. Siang itu halte bus cukup sepi penumpang sehingga untuk urusan beli tiket bus dan memasukkan koper bisa dilakukan dalam waktu yang cepat. Tidak berapa lama bus kami kemudian berangkat. Kami menghabiskan hampir 4 jam lebih di jalan karena hari itu arus lalu lintas ke arah bandara macet parah, Jakarta oh Jakartaaa gemes deh. Untungnya kami tiba dengan selamat di Bandara, bahkan kami masih mempunyai waktu untuk memasukkan koper ke bagasi pesawat dan untuk makan sore. Adik saya sempat marah-marah ketika memesan makanan sore karena balada beberapa orang yang menyela antiran pembeli, tapi untungnya marahnya ga lama-lama hehehe.

Penerbangan yang kami ambil adalah penerbangan sore, prediksi waktu sampai di Denpasar yaitu malam hari. Kami merupakan antrian awal yang masuk ke pesawat sehingga kami sempat menunggu arus penumpang masuk sampai selesai. Sambil menunggu penumpang yang masuk, saya memperhatikan suasana luar pesawat dari jendela saya. Langit sore saat itu warnanya indah, putih menuju ke kuning orange. Saya sempat foto-foto di dalam pesawat karena saya tidak ingin melewatkan cahaya bagus yang muncul sore itu. Ternyata feeling saya benar, cahayanya mendukung untuk mendapatkan foto yang bagus di dalam pesawat hehehe.

SAM_4493

SAM_4498

Penerbangan sore itu untuk jalur Jakarta-Denpasar berjalan mulus. Kami sempat mengalami cuaca kurang baik beberapa menit menurut pilotnya, namun saya sih tidak merasakan turbulensi karena pesawat terbang masih dalam keadaan stabil. Langit mulai berubah menjadi gelap ketika kami mulai mendekati Bandar Udara Ngurah Rai, saya mulai melihat pemandangan awan di jendela pesawat sebelah kursi saya berubah menjadi pemandangan kapal-kapal pinggir pantai dan pemukiman penduduk yang terlihat seperti maket-maket rumah berukuran kecil. Tak berapa lama, kami mendarat dengan selamat di Bandar Udara Ngurah Rai, Bali. We really have a nice safe landing!

SAM_4502

Bandar Udara Ngurah Rai sudah berbeda dari empat tahun yang lalu ketika saya pernah kesini. Bangunan yang sudah di renovasi terlihat lebih rapi dan bersih dibandingkan bangunan bandara yang lama. Saya tidak bosan-bosannya menatap ornamen budaya Bali yang ada di Bandara, lengkap dengan suara alunan musik khas daerah Bali. Kami segera bersiap menuju ruangan khusus untuk mengambil koper agar kami bisa cepat menuju hotel untuk beristirahat.

Kami mengalami kesulitan mengambil taksi di Bandara Ngurah Rai. Kendaraan sewa di Bandara memang lebih dominan mengambil penumpang. Hanya beberapa taksi saja yang lewat, namun saya tidak melihat taksi Bluebird menunggu di Bandara. Setelah sempat bertanya ke beberapa orang, kami memutuskan untuk berjalan keluar untuk dapat mengambil taksi, namun kami tetap kesusahan untuk menemukan taksi bluebird. Kami akhirnya mendapatkan taksi bluebird setelah menunggu agak lama. Saya tetap niat ambil taksi bluebird karena sewaktu saya magang di Bali, saya sempat naik taksi lain dan ternyata argo-nya lebih mahal.

Kami langsung menuju hotel yang akan kami tempati yaitu Swiss Belhotel, Seminyak. Alasan utama kami memilih hotel ini karena harganya masih bersahabat didukung dengan ulasan-ulasan pengunjung yang menyatakan mereka puas dengan pelayanan hotel tersebut. Daerah Seminyak juga lebih tenang dibandingkan daerah Kuta atau Denpasar yang cenderung lebih ribut dengan club-club malam. Pantai daerah Seminyak juga lebih tenang dan bersih daripada pantai Kuta, seingat saya sih ya ketika terakhir kali ke Bali waktu itu.

SAM_4509

Kami sampai di Hotel cukup larut malam. Staff hotel menyambut kami dengan ramah. Kami diminta untuk menunjukkan KTP kami dan mengisi deposit sebesar 500 ribu yang akan dikembalikan setelah kami check out dari hotel. Deposit digunakan sebagai simpanan yang akan dipotong jika kami menggunakan mini bar yang ada di kamar hotel atau merusak fasilitas hotel. Setelah selesai dengan proses registrasi kami lanjut ke kamar kami dengan ditemani salah satu staff hotel yang membawakan koper kami. Kamar kami berada di lantai 3, lokasinya tegak lurus dengan lift hotel.

Sesampainya di kamar hotel, kami mulai beres-beres koper dan kemudian mandi. Badan saya dan adik saya sudah lelah karena kelamaan macet di jalan menuju bandara. Kami ingin segera membaringkan badan kami di kasur. Kami menyimpan niat menjelajah Bali untuk besok saja, karena kami cukup letih dengan perjalanan menuju Bali malam itu.

SAM_4510

SAM_4513

Kamar hotelnya cukup comfy menurut saya, ukurannya pas untuk dua orang. Fasilitasnya juga cukup lengkap untuk sebuah kamar hotel. Kamar mandi hotelnya juga sangat bersih dan nyaman sampai saya betah mandi lama-lama hehehe. Sayangnya pemandangan dari kamar kami kurang bagus karena mengarah ke bagian samping gedung sebelah dan jalanan Seminyak namun kami masih oke dengan hal itu. Kami memang ga akan seharian di hotel dan akan lebih banyak jalan ke luar selama 3 hari ke depan, jadi hal tersebut tidak jadi masalah.

Tidak berapa lama saya sudah menyelimuti diri saya di kasur dengan menggunakan kaos serta leging yang nyaman untuk tidur. Tidur di kasur hotel menjadi sesuatu yang wah untuk saya yang sudah lama tidak liburan. Saya tidak terlelap dengan mudahnya karena badan saya masih terasa pegal namun hati saya merasa sangat bersemangat. Akhirnya saya terlelap juga setelah berusaha untuk tidur. Setelah terlelap tidur, besoknya saya bablas bangun lewat dari jadwal yang seharusnya, kayaknya terlalu betah nempel sama kasur hotel.

NOTE

All things that are written in this blog post are my own opinions and my honest experience. Do not copy my blog or my photos, if you want to use my blog or my photos please ask my permission by email and credit the copy page or image back to my blog

Berkebun secara nyata di Kuntum Farmfield

SAM_2516

Halo! Sejak agak sibuk ikut workshop make up dan beberapa pesanan custom akhirnya saya update blog lagi. Post blog kali ini tentang review tempat wisata yang cocok untuk keluarga di akhir pekan. Dua hari yang lalu, kakak saya dan anaknya memutuskan untuk seharian berlibur ke Bogor, tepatnya di Kuntum Farmfield. Kuntum Farmfield ini sendiri merupakan perkebunan yang cukup luas, keunikan tempat ini ialah kita bisa memberi makan hewan ternak dan memanem sayur layaknya mempunyai perkebunan sendiri.

Saya dan Kakak saya sampai di Kuntum sekitar jam 11 siang dan tempat ini menyediakan beberapa tempat parkir untuk mobil. Tiket masuk bisa di beli dengan harga Rp 30.000,00. Beberapa tanaman dan kerajinan batu dijual di sekitar area pintu masuk. Pintu masuk kedua kuntum merupakan tempat dimana kita bisa meminjam topi petani untuk ukuran orang dewasa dan ukuran anak-anak. Pintu masuk kedua juga menyediakan kulkas yang menyimpan sayuran organik hasil panen dan juga susu asli dari sapi.

SAM_2525

Area pertama yang kami lewati merupakan area perternakan sapi, semua sapi diberi kandang bersama tetapi tetap dipisah ruangannya sendiri-sendiri. Sebelum masuk sebaiknya bersiap siap dengan bau yang kurang sedap dari kotoran sapi hehehe, namanya juga peternakan jadi pastinya ada bau-bau khas yang agak kurang menyenangkan tetapi tenang saja, tempat kuntum ini bersih kok, karena setiap beberapa jam petugas akan membersihkan kotoran hewan disini.

Area selanjutnya yang kami kunjungi adalah rumah tempat hewan-hewan bertubuh lebih kecil di ternakan yaitu kelinci, hamster, marmut, landak, dan anak kambing. Di area ini kita bisa membeli makan susu dan makanan hewan untuk kita kasih ke hewannya, jadi seolah-olah seperti beternak hewan hehehe. Keponakan saya yang umurnya 2 tahun lebih awalnya, sudah excited tetapi ketika disuruh memberi susu ke anak kambing, keponakan saya agak takut hehehe tetapi lama-lama tidak takut lagi karena kami bujuk-bujuk.

IMG-20160204-WA0012

Saya paling suka ketika berkunjung ke kandang kelinci, kandang ini tidak berbau menyengat layaknya area kandang sapi. Ketika saya masuk sambil membawa makanan, saya langsung di kerubutin kelinci yang minta makan sambil naik ke paha saya hehehe, gemesin bangett. Hewan-hewan disini jinak jadi tidak perlu takut untuk memberi makan dan petugas kuntum selalu siaga untuk mengarahkan atau menemani kita berkeliling kandang. Sehabis di beri makan kelincinya langsung bergeletakan tidur di selasar kayu karena sudah kekenyangan..gemesss hehehe. Saya juga menemani keponakan dan kakak saya memberi minum susu ke anak kambing, anak kambingnya sampai rebutan minum susu hehehe. Hewan-hewan disini sangat dirawat, hal itu terlihat dari postur tubuh yang baik, bulu yang sehat dan bersih serta jinak karena mungkin sudah terbiasa dengan pengunjung yang datang.

SAM_2554

Area selanjutnya yang kami kunjungi adalah area unggas dimana di area ini terdiri dari kandang ayam, burung dan bebek. Jika kita masuk ke kandang burung maka kita berjalan di selasar kayu dan batu yang lebih tinggi dibandingkan tanah jadi ga perlu takut dikerubuti unggas ketika memberi makan hehehe. Unggas di area ini cantik-cantik, gemuk dan bersih bahkan saya sampai ngiler *salah fokus hehehe *maklum jam makan siang udah dekat.

SAM_2544

Fasilitas di Kuntum lumayan lengkap yaitu mempunyai kamar mandi yang bersih, ada WC jongkok dan duduk yang bisa kita pilih, tetapi jangan kaget jika di dalam kamar mandi ada beberapa serangga atau laron yang sudah mati karena tempatnya outdoor dan dominan alam jadi memang ada beberapa serangga mati bisa ditemukan di WC. Area kandang hewan selalu menyediakan westafel tempat cuci tangan beserta dengan sabun cuci tangannya jadi kita bisa selalu cuci tangan setelah kita memegang hewan.

SAM_2550

Saya sempat melihat pohon Ara, pohon ini sering sekali muncul di Alkitab, dan ternyata pohon ara itu buahnya lebih rimbun di batangnya, bukan di dahan-dahannya sehingga mudah bagi orang untuk mengambil buahnya. Di kuntum ini jika kita memetik buah berarti kita membeli jadi jangan iseng asal memetik buah di Kuntum ya jika tidak berniat untuk membeli.

Kami tidak sempat memanem sayuran karena tepat pukul setengah 1, gerimis mulai turun dan sudah waktunya makan siang. Saya sempat membeli bunga krisan untuk dibawa kerumah. Bunga krisan di Kuntum Farmville bisa dibeli dengan harga Rp 25.000,00. Saya sempat bertanya ke penjualnya berapa kali harus menyiram bunga krisan yang baik ternyata bunga krisan cukup di siram 2x sehari pada waktu pagi dan malam. Satu lagi tips yaitu usahakan untuk menyimpan pot bunga krisan di area yang aman dan bisa terhindar dari hujan lebat karena bunga krisan saya dulu sempat hancur karena tidak saya selamatkan ketika hujan lebat, akhirnya bunganya rontok semua dan tanamannya jadi mati -_-‘’.

SAM_2565SAM_2568SAM_2567

Rekomendasi Tempat Makan khas sunda, De ‘Leuit

 Saya diajak makan di De ‘Leuit oleh kakak saya, restoran khas makanan sunda di Bogor ini memang terkenal dan selalu ramai, karena kami datang bukan di hari weekend jadi tidak terlalu ramai meskipun tetap saja tergolong banyak pengunjungnya. Jika kalian datang ke restauran ini di saat weekend biasanya restauran ini penuh dan akan susah dapat tempat duduk.

IMG-20160205-WA0020IMG-20160205-WA0021

Menu yang saya pilih merupakan nasi timbel ayam yang berisi nasi, ayam goreng, tempe, tahu, bakwan jagung, ikan asin, sambal dan sayur asam seharga sekitar Rp 39.000,00-an kalo tidak salah. Saya sangat suka dengan bakwan jagungnya, rasanya enak dan manis.

IMG-20160204-WA0022

Restauran ini juga menyediakan area bermain di taman tengah jadi kita bisa makan sambil mengawasi anak bermain. Ada wc khusus anak-anak juga, jadi wcnya berbentuk seperti wc normal tetapi meyesuaikan dengan ukuran anak-anak. Sayangnya baterai kamera saya habis jadi tidak sempat mem-foto kamar mandi versi anak-anak.

Beberapa tips jika ingin berpergian ke Kuntum Farmville dan sekitar Bogor :

  1. Rencanakan dengan baik spot-spot dan alur wisata yang ingin di kunjungi jika perlu search arah dan jalan untuk kesana. Kebetulan karena saya diajak dadakan oleh kakak saya maka saya memang tidak merencanakan spot wisata yang banyak dan tujuan kami hanya satu yaitu ke Kuntum Farmville.
  2. Gunakan pakaian yang ringan dan nyaman seperti kaos dan celana jeans. Gunakan sepatu jalan yang nyaman, saya menggunakan sepatu untuk jogging sebenarnya tetapi sering saya pakai juga jika harus berpergian jauh dan di acara yang membutuhkan mobilitas tinggi. Sepatu olahraga saya tidak menggunakan tali, saya suka kesal kalo tali sepatu saya lepas di jalan dan kena kotor atau genangan air maka saya lebih memilih sepatu olahraga yang tidak bertali untuk sehari-hari.
  3. Bawa snack dan minum jika lokasi anda jauh dan membutuhkan perjalanan yang lumayan menguras waktu ke Bogor, apalagi jika anda membawa anak kecil. Kakak saya meyiapkan bantal kecil dan kain untuk alas tidur untuk anaknya karena biasanya anak suka ketiduran jika dalam perjalanan jauh.
  4. Pilih waktu liburan yang tepat. Kakak saya memilih pergi di hari kamis siang untuk menghindari padatnya kendaraan, tetapi jika anda memilih weekend untuk pergi berlibur maka sebaiknya siapkan stamina dan juga sebaiknya ada lebih dari seorang yang bisa menyetir di dalam satu mobil agar bisa bergantian menyetir. Kami pulang sekitar jam 4an sore, jadi jalan tol masih lancar.

IMG-20160204-WA0014

Sekian dulu rievew tempat dari saya, semoga bermamfaat jika sedang mencari tempat refreshing singkat bersama keluarga yang tentunya masih berada di sekitar Jabotabek .

NOTE

This is NOT Sponsored Post. All things that are written in this blog post are my own opinions and interviewees honest responds. Do not copy my blog or my photos, if you want to use my blog or my photos please ask my permission by email and credit the copy page or image back to my blog.