Sumber Inspirasi di Bulan Mei 2017

SAM_5557edit

Bagi yang mengikuti blog saya mungkin sadar bahwa sudah dua minggu lebih saya tidak mem-publish artikel di blog. Berkali-kali saya mencoba mengumpulkan mood untuk menulis namun hasilnya tetap saja saya sedang enggan untuk menulis atau membagikan sesuatu. Instagram juga sempat ga saya update karena mood saya masih turun. Meski tidak aktif di media social namun saya masih kadang online untuk update berita seperlunya saja. Saya memang tidak menetapkan target ambisius yang harus saya capai untuk blog ini karena alasan saya menulis itu bukan hanya sekedar karena uang atau ingin terkenal, kedua hal itu bonus bagi saya yang senang menulis.

Bulan ini memang mood saya naik turun drastis. Pertengahan bulan ini bahkan saya mengalami penurunan suasana hati yang cukup berat kalau saya bisa bilang. Saya ga mau melakukan segala sesuatu yang biasanya merupakan hal-hal yang antusias untuk saya kerjakan. Padahal awal bulan ini semangat saya lagi menyala sekali untuk post tulisan di blog blueskyandme. Tanpa sebab pertengahan bulan malah semangatnya menurun. Sampai akhirnya pada akhir bulan ini mood saya berangsur-angsur membaik, baru saya mulai update di blog dan instagram. Sepertinya mood labil saya terjadi karena kebetulan saya juga sedang datang bulan, jadi saya sempat merasa tidak enak badan beberapa hari ini.

PICK UP LIMES by Sadia Badiei.

Bulan ini saya lagi senang-senangnya menonton video youtube Pick Up Limes dari Sadia Badiei, seorang ahli diet dan nutrisi yang tinggal di Netherlands. Saya lupa bagaimana akhirnya saya sampai ke youtube chanel Sadia, padahal biasanya saya lebih sering menonton tutorial make up di youtube. Saya baru menonton beberapa video dari Sadia yang secara tidak langsung menarik perhatian saya karena fokus kepada food and healthy lifestyle. Menonton video youtube-nya juga membuat saya merasa nyaman dan positif.

Sejak sering jatuh sakit semasa saya masih kerja dulu, saya memang ingin fokus kepada kehidupan yang lebih sehat, bukan hanya sehat secara fisik namun juga sehat secara mental. Penyebab penyakit para pekerja di Ibu Kota ini mungkin lebih kepada stress, makanan tidak sehat, dan juga kebiasaan yang tidak sehat. Memang tinggal di sebuah Ibu Kota yang ramai dan sibuk memiliki nilai positif dan negatif tersendiri. Banyak yang bilang beban pekerja di Jakarta bukan hanya pada kerjaan mereka saja namun juga beban kemacetan yang di hadapi setiap harinya ketika berangkat dan pulang kantor. Saya yakin bahwa tubuh yang sehat dan mental yang sehat itu saling mendukung satu sama lain dan tidak bisa dipisahkan.

Selama menonton video Sadia Badiei, rasanya saya ingin langsung terbang ke Netherlands supaya bisa menikmati kehidupan tenang disana ahahaha. Hidup sehat dengan lingkungan yang nyaman memang merupakan impian saya dari dulu. Saya ingin sekali punya rumah kecil yang memang nyaman dan dekat dengan lingkungan yang hijau. Saya juga ingin bekerja dari rumah dengan pendapatan yang cukup untuk hidup, istilahnya kerja sendiri namun memiliki kondisi keuangan yang cukup stabil. Mungkin itu impian sebagian besar penduduk Jakarta, mengingat jalanan Jakarta makin hari makin menguji iman para pengendara kendaraan bermotor.

Sadia Badiei juga membagikan resep-resep masakan sehat di videonya namun harus saya akui beberapa bahan mungkin akan cukup susah di temui di Indonesia atau beberapa masakan mungkin tidak sesuai dengan selera lidah orang Indonesia hehehehe. Tips yang Sadia Badiei bagikan sangat bermamfaat bagi saya yang sering kembali ke kebiasaan buruk seperti menumpuk barang dan kepanikan. Hanya saja sudah beberapa lama ini Sadia belum update video lagi padahal saya nungguin video selanjutnya dari dia.

SAM_5643 edit

MEMORIES by Lang Leav

Beberapa hari lalu saya juga baru saja beli buku Memories karangan Lang Leav. Banyak yang membicarakan puisi Lang Leav melalui postingan di Facebook. Karena saya sempat baca beberapa postingan Lang Leav di Facebook dan Instagram, akhirnya saya membulatkan tekad untuk membeli bukunya yang berjudul Memories di Periplus Online. Bukunya sampai dengan cepat ke rumah saya dengan kemasan yang rapi dan aman.

Beberapa hari membaca kumpulan puisi dan prosa dari Lang Leav membuat saya ga bisa berhenti membacanya. Sebelumnya ada beberapa orang yang sudah mengulas buku ini di blog mereka dan merasa tidak cocok dengan gaya puisi Lang Leav. Memang namanya selera puisi setiap orang berbeda-beda ya, yang cocok untuk orang lain belum tentu cocok untuk kita. Ada yang suka dan ada juga yang merasa tidak suka dengan gaya puisi tersebut. Saya justru termasuk tipe yang suka dengan puisi puisi-nya Lang Lev yang simpel dan apa adanya. Buku ini menemani pagi saya dan juga menjadi teman menjelang saya tidur di malam hari.

Banyak juga yang bilang buku Lang Leav ini terlalu galau padahal ketika saya baca ga, saya ga merasa isi buku ini hanya tentang kegalauan aja, banyak juga lhoo puisi tentang melepaskan dan kehilangan. Kadang saya suka lucu sendiri sama orang-orang yang apa-apa suka bilang “jangan baper” dan yang apa-apa suka bilang “jangan galau”. Padahal ya namanya manusia pasti mengalami semua fase kehidupan dan bermacam-macam perasaan, kalau cuma mengalami satu perasaan saja bisa jadi dia bukan manusia, nah lhoo. Padahal yang baper dan galau kadang ga melakukan hal yang ganggu orang-orang tersebut kok. Kita kan ga tiba-tiba galau terus bakar rumah tetangga guyss *versi lebay.

Lagi pula seni dan bidang kreatif memang sangat erat kaitannya dengan perasaan, karena dari sana-lah biasanya sumber ide kreatif para seniman yang akhirnya dituangkan dalam bentuk karya seni indah. Jadi kadang saya suka geli-geli sendiri sih sama yang dikit-dikit nuduh orang baper dan dikit-dikit nuduh orang galau apalagi kalau sebabnya hanya karena baca buku puisi ahahahha. Karya seni memang untuk di nikmati dengan hati dan perasaan, kalau ga ya karya seni itu cuma jadi sesuatu yang ga bisa dinikmati orang-orang.

Dua hal ini lagi sering-seringnya saya tonton dan baca bulan ini. Dampak yang saya rasakan memang lebih positif dan tenang. Saya juga ga pernah menyangka kumpulan puisi sederhana yang dibaca tiap pagi dapat membuat saya menjadi sedikit lebih tenang dari sebelumnya. Saya juga sempat merapikan kamar saya dan membuang beberapa barang yang ternyata sudah lama menumpuk di kamar. Saya sukses bersih-bersih tahap pertama karena nonton video Sadia Badei. Kalau kalian lagi sering nonton dan baca apa aja bulan ini? See you on my next post readers!

NOTE

This is NOT a Sponsored Post. All things that are written in this blog post are my own opinions and my honest experience. Do not copy my blog or my photos, if you want to use my blog or my photos please ask my permission by email and credit the copy page or image back to my blog.

A Road To Healthy Mind and Life

Photo by Grzegorz Mleczek from unsplash.com
Photo by Grzegorz Mleczek from unsplash.com

Butuh keberanian bagi saya untuk menuliskan artikel ini di blog karena saya punya banyak pertimbangan ketika akhirnya saya memutuskan untuk menceritakan sesuatu apalagi menyangkut pengalaman pribadi dan hidup saya. Mengapa saya perlu pertimbangan masak-masak? Karena media sosial sebenarnya bukanlah tempat yang baik untuk sepenuhnya curhat segamblang-gamblangnya tentang masalah hidup kita. Bisa -bisa kita malah di gosipin oleh banyak orang hehehe.

Pertimbangan saya mensharingkan pengalaman saya ini adalah mana tau ada yang membutuhkannya. Kita tidak pernah tahu apa yang kita share bisa memberkati orang-orang dengan masalah yang sama. Seperti saya yang juga sangat terberkati oleh blog post dari pengalaman hidup orang lain. Saya juga ingin paling tidak blog post ini bisa membantu orang yang memang benar-benar membutuhkan.

Berawal dari kecemasan yang makin tidak wajar, saya mulai bertanya-tanya tentang diri saya. Kecemasan yang tidak wajar itu pun semakin mempengaruhi saya mulai dari semangat saya yang turun dan juga turunnya minat saya untuk bersosialisasi. Memang saya sempat mengalami kejadian yang cukup traumatik bagi saya sebelumnya. Awalnya saya sih cuek toh semua orang dewasa pun mengalami hal dimana susah mempunyai waktu luang untuk sekedar santai karena kerjaan. Sampai suatu ketika saya jadi sering insomnia dan kejadian itu makin sering terjadi sampai berdampak keletihan bagi diri saya.

Saat itu saya bingung dengan diri saya, semakin saya curhat ke orang lain yang saya temukan cuma kata-kata “kamu kurang beriman kali, kurang berdoa, ahh lebay banget sih kamu semua orang juga ngalamin kok, ada lho yang posisinya lebih buruk dari kamu..” dan sebagainya dan sebagainya namun perlu di garis bawahi tidak ada yang salah dalam aktivitas saat teduh (berdoa dan membaca Alkitab) saya, aktivitas ke gereja saya tiap minggu, namun saya makin merasa cemas, takut dan makin kosong. Saya juga malas cerita ke orang dan bersosialisasi karena toh ujung-ujungnya kalimat itu-itu lagi yang keluar.

Ketika sedang cerita via LINE dengan salah satu senior saya yang sekarang bekerja di Singapur tentang kondisi saya, beliau langsung memberikan kontak nomor Psikolog yang merupakan kenalannya. Awalnya saya ragu, “masa sih saya harus ke Psikolog? mental tempe banget dong saya” begitu pikir saya secara mind set orang Indonesia ketika kita ke psikolog berarti kita mengalami gangguan jiwa alias gila atau lemah mental alias mental tempe. Namun saya pikir tidak ada salahnya saya coba konsultasi via email terlebih dahulu daripada saya kebingungan sendiri.

Sebenarnya konsultasi ke psikolog via email sama seperti konsultasi ke dokter. Saya menceritakan kondisi saya akhir-akhir ini, kecemasan saya, dan sebagainya tentunya sesuatu yang sangat privasi di bahas. Psikolog pun menanyakan beberapa hal semakin dalam dan akhirnya berujung konsultasi via LINE supaya lebih mudah bagi saya untuk update kondisi saya ke Psikolog tersebut. Karena tempat praktek psikolog tersebut jauh dari lokasi saya, saya disarankan konsultasi ke rumah sakit terdekat. Bedanya konsultasi dengan psikolog di Rumah Sakit yaitu saya di suruh menceritakan keluhan saya dan juga disuruh tes menggambar. Setelah itu baru Psikolognya menceritakan kesimpulan yang ia dapat dari tes dan wawancara serta menawari saya untuk terapi agar dapat mengatasi kecemasan berlebih saya.

Saya tetap konsultasi dengan psikolog saya yang pertama via LINE meski saya mengikuti terapi di Rumah Sakit terdekat. Psikolog saya yang pertama beda umurnya hanya dua tahun lebih tua dari saya dan sama-sama perempuan jadi saya merasa lebih bisa terbuka dan gamblang menceritakan masalah saya mulai dari keluarga, karir dan asmara hehehe. Sampai sekarang saya masih sering konsultasi dengan psikolog saya via LINE meski tidak sesering dulu. Apa sih sebenarnya yang saya rasakan ketika saya konsultasi ke Psikolog?

ADA RASA AMAN dan DIMENGERTI

Psikolog membantu pasien untuk menangani masalah dalam hidupnya, jadi kembali lagi motivasi dari kitalah untuk sehat secara pikiran yang menentukan kita mau berubah atau tidak. Secara psikolog sudah sering menangani yang aneh-aneh dan memang tugasnya menangani masalah kejiwaan dan pikiran, tentunya saya jadi punya tempat curhat yang lebih mengerti saya, dibandingkan ketika saya curhat ke orang lain karena sekali lagi, masih banyak yang awam soal mental disorder dan berpikiran sempit bahwa mental disorder artinya gila padahal mental disorder itu banyak dan tidak mudah terlihat dalam kehidupan sehari-hari.

ADA BANTUAN dari TENAGA AHLI

Dari segala komentar dan tanggapan yang diberikan orang yang saya curhati, sedikit yang membesarkan hati saya sisanya saya ga kuat dengan responnya, malah bikin saya down. Saya cuma bisa maklum dan berbesar hati bahwa tidak semua orang dalam kondisi siap untuk mendengarkan curhatan, toh semua orang punya masalahnya masing-masing. Sejak saya sering curhat ke Psikolog, saya selalu ditanggapi dengan netral tanpa di-judge karena secara profesional hubungan kami adalah pasien dan tenaga ahli medis. Saya merasa mendapat bantuan yang tadinya saya kira tidak akan saya dapatkan.

MENJADI LEBIH MENGERTI tentang DIRI SAYA LEBIH LAGI

Sebenarnya pertanyaan-pertanyaan dari psikolog saya lebih mengarahkan saya untuk menemukan titik permasalahan dan membantu saya menemukan solusinya. Awalnya saya kesal, kok dari kemarin saya ditanya terus tanpa ada keterangan saya tuh sebenernya kenapaa gitu lhoo #jadikeselsendiri. Ibarat saya udah kirim sinyal sinyal tapi ga ditembak-tembak #duhjadibaper #tobatmontobattt #inibukancurhatcintaaamoon ahhahaha. Sampai suatu waktu saya sadar makin lama pertanyaan tersebut mengarahkan saya untuk bertanya kembali kepada diri saya sendiri, apa yang saya rasakan, kenapa saya cemas, kenapa saya tidak pernah puas dengan hubungan saya dengan orang lain dan sebagainya. Pertanyaan tersebut juga membawa saya kepada trauma-trauma lama dan kekecewaan yang membuat saya lebih semakin mengerti tentang masalah saya dan diri saya sendiri.

Trus sekarang gimana? Apakah saya sudah sembuh dan happy lagi? Ya ngak juga, tetapi semakin membaik iya, daripada sebelumnya ketika saya menutup diri. Tidak semudah itu menghadapi masa-masa down dalam hidup saya, bukan semudah ketika kamu sakit terus minum obat lalu beberapa hari kemudian kamu sembuh. Mental Disorder itu banyak dan faktor yang menyebabkannya juga banyak mulai dari keturunan, ada sesuatu yang berbeda dengan saraf otak si penderita, lingkungan, trauma dan berbagai macam faktor lain yang sampai sekarang pun masih diteliti. Jadi tidak begitu kamu ke psikolog terus sehari setelahnya kamu langsung tahu penyebabnya dan langsung berubah #kayakksatriabajahitam. Sampai hari ini saya masih berjuang menghadapi masa down saya dan ketika panic attack itu menyerang atau kambuh.

Perbedaannya, sekarang saya lebih bisa menerima hal tersebut sebagai bagian dari diri saya, menerima bahwa saya tidak sempurna karena saya manusia, saya juga tidak bertanya mengapa lagi, karena Tuhan pasti tahu mengapa Ia ijinkan saya mengalami semua ini. Saya juga ngak kaget dan sibuk mengomentari orang yang akhirnya bunuh diri atau stress parah, karena saya tahu semua manusia punya pergumulannya sendiri-sendiri, saya tahu bagaimana pikiran buruk bisa sebegitu mengerogotinya sampai kamu mau lari dari hidup. Saya jadi mengerti mengapa ada anak yang sampai ogah untuk kuliah atau yang kabur-kaburan skripsinya karena ga punya semangat lagi. Lagipula siapa saya sok berkomentar seolah hidup saya sudah perfect dan jadi panutan? Saya juga lebih bisa mendengarkan ketika teman saya curhat tentang masalahnya apalagi yang berhubungan dengan kondisi mentalnya karena hal tersebut sangat dekat dengan keadaan saya.

Saya pernah mikir dulu kenapa saya harus mengalami semua ini padahal dulu saya gak pernah down separah ini, kalau cemas sih iya dulu, bahkan soal nilai saya turun, saya cemas banget. Coba bayangin kalau saya sukses, karir saya bagus, IP saya tinggi, gaji saya gede, boro-boro saya mau dengar masalah hidup teman saya, paling saya cuma komentar seadanya karena saya ngak pernah ngalamin itu, saya juga ga bisa merasakan empati untuk teman saya itu. Saya sadar bahwa saya lebih bisa membantu orang lain ketika saya pernah mengalami hal ini daripada jika saya hanya sekedar sukses.

Saya juga sadar bahwa hati dan pikiran yang sehat lebih penting daripada sekedar jabatan dan kesuksesan, fokus saya tidak lagi pada pencapaian yang wah namun lebih bersyukur akan hidup dan tentunya untuk lebih merasa bahagia dan damai. Saya lebih mengerti arti sehat dari dalam dan luar meski saya akui hidup sehat itu susah. Banyak hal mengalihkan saya dari tujuan saya untuk hidup sehat, hal itu bisa jadi kerjaan saya, lingkungan, atau mungkin pikiran saya sendiri.

Trus apa sih yang harus dilakukan kepada orang-orang yang punya masalah seperti ini? Menerima dan lebih banyak mendengar. Jangan menganggap sepele apa yang mereka rasakan dan ceritakan, karena kamu tidak mengalaminya. Jangan buru-buru memintanya berubah, mengalaminya dan mengusir pikiran tersebut saja mungkin sudah perjuangan bagi mereka. Jika memang orang tersebut menunjukkan tanda yang sudah mulai parah dan berusaha melukai dirinya, bujuklah untuk menemui psikolog kalau perlu ditemani, dan katakan padanya bahwa tidak apa-apa untuk berkonsultasi ke psikolog, hal itu bukan berarti mereka gila, it’s okay to ask for help. Jangan mendiskriminasi orang-orang yang mengalami hal ini, bahkan banyak dari mereka termasuk orang yang cerdas dan rajin bekerja.

Jika kamu yang membaca post ini sedang mengalami hal-hal seperti merasa down tanpa sebab, cemas berlebih, susah tidur, dan hal tersebut telah terjadi berlarut-larut atau bahkan mulai memikirkan hal-hal untuk melukai diri sendiri, please don’t do that :”(…saya harap kamu segera menceritakan hal tersebut kepada sahabat yang kamu percayai atau keluargamu. It’s okay to ask for help, there is no need to be ashamed of it. Jangan takut untuk berkonsultasi ke psikolog karena apa yang kamu alami termasuk dalam kondisi medis. Tidak perlu merasa sendiri atau minder karena di luar sana banyak yang mengalami hal semacam itu :).

Akhir kata, saya menulis ini bukan untuk di kasihani, NO!, toh saya kok yang berjuang menghadapi pergumulan saya sendiri. Saya juga tidak menulis ini untuk mencari perhatian alias caper, I already got what I need, God, my family and my close friends who always support me. Saya hanya berharap artikel ini bermamfaat bagi yang juga kebingungan dengan masalahnya dan tidak tahu ingin cerita kepada siapa, agar mereka mulai lebih terbuka dan tidak menutup diri kepada keluarga dan orang terdekat, apalagi mengambil jalan pintas untuk melukai dirinya sendiri. Tulisan ini juga sebagai reminder agar orang lain mulai care dengan orang-orang sekelilingnya yang terlihat mengalami hal-hal yang sudah saya sebutkan di atas. Mental disorder itu ada dan bukan berarti orang yang menderitanya gila, banyak dari mereka terlihat menjalani hidup seperti biasa namun menyimpan pergumulannya sendiri, hal tersebut pun tidak selalu bisa dikaitkan dengan keimanan seseorang.

And please don’t talk about how weak they are, if you can help them why not? Why criticize them while you can help them? Please be wise and think twice when you want to criticize someone about how weak they are. Be human with a great heart not a human with a great brain but has a numb heart.

Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis (Roma 12 : 15)

Memulihkan Diri Pasca Sakit

Multivitamin-Mineral Theragran-M
Multivitamin-Mineral Theragran-M

Saya sadar bahwa badan saya termasuk tipe yang gampang sakit apalagi kondisi badan saya sering drop ketika datang bulan. Beberapa minggu yang lalu juga saya sempat mengalami sakit batuk yang membuat saya susah tidur dan ternyata penyembuhannya agak lama (ceritanya bisa dibaca di sini). Saya kadang kesel sama badan saya sendiri yang gampang sakit namun saya juga sadar saya suka kembali ke bad habit saya yaitu tidur kemalaman, malas makan buah dan malas olah raga. Saya juga termasuk tipe yang bergantung pada mood jika harus olah raga.

Karena minggu lalu saya sakit batuk yang lumayan menguras waktu, saya jadi mengurangi aktivitas pergi-pergi ketika saya dalam tahap penyembuhan. Saya lebih banyak istirahat dirumah dan makan banyak,mumpung nafsu makan saya sedang kembali. Saya juga jadi rajin di buatkan jus oleh ibu saya dan disuruh minum madu.

Dalam masa penyembuhan tentunya tubuh kita butuh asupan lebih untuk mengembalikan tubuh ke kondisi semula. Saya sadar sih semakin berumur maka semakin tubuh saya butuh proses agak lama untuk memulihkan diri. Waktu kuliah, saya masih kuat mengerjakan tugas-tugas sampai malam bahkan ada waktu dimana saya mengerjakan tugas perancangan sampai pagi meskipun besoknya kepala saya langsung pusing dan badan sempoyongan. Pada waktu kuliah memang badan ini masih bisa diajak kompromi meskipun bagi saya kebiasan tersebut sangat merusak badan dan saya tidak ingin mengulangi lagi kebiasan-kebiasan kurang tidur tersebut. Berbeda ketika saya sudah kerja, badan saya sudah ngak kuat sama sekali jika harus lembur lama, lebih gampang drop dan jatuh sakit. Upaya untuk memulihkan badan setelah sakit pun lebih lama.

sam_3700
Tablet Theragran-M berwarna merah dan tanggal kadarluarsa di cetak di setiap bungkus tablet
sam_3706
Komposisinya terdiri dari berbagai vitamin dan mineral.

Saya biasanya diberi vitamin oleh Ibu saya atau dokter ketika saya sedang sakit. Karena stock vitaminnya cukup banyak, saya masih disuruh minum setelah sakitnya mereda, mungkin untuk membantu memulihkan tubuh lebih cepat. Beberapa hari lalu saya mencoba vitamin baru yang saya beli di salah satu toko obat di mall yaitu Theragran-M. Ketika saya membaca bagian komposisi vitamin ini, kandungan dalam tablet Theragran-M bukan hanya vitamin saja namun ternyata juga ada kandungan mineral. Vitamin ini merupakan vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Berdasarkan komposisinya, Theragran-M memang cukup lengkap mulai dari berbagai vitamin dan juga mineral, komposisinya bisa dilihat lengkap di bagian belakang kemasan. Pada bagian depan kemasannya ada lambang halal dari MUI. Tanggal kadarluarsa ditulis dibagian kemasan obat dan ditulis perbungkus tablet. Hal ini termasuk memudahkan menurut saya. Jika kita memecah bungkus per tablet, kadang tanggal kadarluarsa bisa ikut tersobek atau hilang, namun dengan ditulisnya tanggal kadarluarsa per bungkus tablet maka tidak perlu kwatir untuk memecah-mecah tablet karena setiap bungkus tablet tetap tertulis tanggal kadarluarsanya.

Saya sebenarnya bukan tipe orang yang suka minum vitamin, ntah kenapa saya tidak terlalu suka dengan obat ataupun vitamin karena rasanya pahit atau hambar di mulut. Karena dari dulu juga sering sakit, saya bosan kalau harus disuruh minum obat dan vitamin terus. Pertama kali tablet merah Theragran-M ini masuk ke mulut saya rasanya manis, ternyata tablet vitamin ini di balut lapisan manis di luarnya sehingga saya tidak langsung buru-buru menelannya. Setelah saya rasa agak lama di mulut, kemudian langsung saya telan dengan air putih. Beberapa jam kemudian saya merasa agak mual. Ketika buang air kecil, warna air seni saya berubah menjadi agak kuning. Saya sempat takut dan kemudian saya langsung memberitahukan hal itu kepada ibu saya yang kebetulan berprofesi sebagai dokter. Kata ibu saya hal itu wajar, beberapa vitamin memang mengakibatkan air seni menjadi berwarna. Ibu saya bilang tablet Theragran-M ini juga diminum oleh nenek saya ketika beliau sudah keluar dari ICU. Nenek saya juga sempat mengeluhkan rasa mual yang dirasakan setelah meminum beberapa obat dan vitamin. Ibu saya bilang hal itu wajar karena vitamin mempunyai banyak zat sekaligus dalam satu tablet karena tujuannya memang untuk mempercepat pemulihan tubuh. Saya disarankan untuk meminum vitamin ini sebelum tidur jika rasa mualnya mengganggu. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya merasa mual setelah minum vitamin, saya juga pernah merasa sangat mual ketika saya minum vitamin penambah darah. Saat itu saya sedang mengalami anemia. Hal itu ternyata wajar karena zat besi dalam jumlah tinggi mengakibatkan efek samping mual.

Saya cukup senang dengan Theragran-M karena ada rasa manis ketika tablet menyentuh lidah, biasanya sehabis sakit lidah kita masih kecut atau hambar jadi adanya rasa manis pada vitamin jadi nilai plus buat saya. Rasa manis tersebut juga lumayan menghibur saya yang tidak terlalu suka minum vitamin. Teman saya juga sempat bilang kalau vitamin Theragran-M ini di rekomendasikan oleh dokter sebagai asupan vitamin untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah sakit. Saya menyarankan meminum vitamin ini sebelum tidur sehingga efek mualnya tidak menganggu. Vitamin ini bisa di beli Watson/Guardian/Toko obat dengan harga Rp 19.751,00 sebungkus dengan isi 4 tablet. Selain meminum vitamin, saya juga minum jus buah setiap hari dan makan makanan yang bergizi. Satu hal lagi yang penting setelah sembuh dari sakit yaitu cukup tidur ketika malam hari. Sekian cerita saya memulihkan tubuh setelah mengalami sakit, bagaimana dengan kalian? Apakah punya tips khusus ketika dalam masa penyembuhan sakit? 🙂

NOTE :

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho . Segala sesuatu yang ditulis merupakan pengalaman jujur pribadi penulis tanpa ada pesan keharusan dari pihak sponsor.

Fresh Up Your Mouth with Colgate Plax

a

Siapa disini suka malas gosok gigi? Ahahha, saya dulu suka malas gosok gigi, apalagi kalo begadang ngerjain tugas kuliah atau habis lembur kerja suka kelupaan untuk gosok gigi karena biasanya ketiduran atau langsung bablas tidur *boys and girls don’t try this at home. Saya sering banget merasa nafas tidak segar ketika bangun pagi ntah karena kurang bersih gosok gigi atau mungkin ada makanan yang saya makan sebelum tidur yang memang membuat bau yang lama di mulut dan hal itu kadang bikin saya bete.

Waktu dulu saya merasa cukup dengan hanya menggosok gigi dengan pasta gigi dan lanjut beraktivitas, sekarang saya selalu menggunakan obat kumur sesudah menggosok gigi agar menyempurnakan pembersihan di mulut dan gigi saya. Saya sempat coba beberapa brand obat kumur tetapi kurang cocok di mulut saya karena terasa terlalu keras *apa mungkin saya yang terlalu sensitive, sampai saya liat brand ini di watson/guardian dan memutuskan untuk rutin berkumur dengan colgate dan sejak itu saya belum pindah ke lain hati, hehehe.

c

Colgate plax tersedia dua jenis yaitu colgate plax pepermint yang berwarna biru dan colgate plax freshmint yang berwarna hijau, dua-duanya saya suka hehehe. Wanginya mungkin hampir sama dengan obat kumur biasa, agak menyegat tetapi tidak berlebihan menurut saya. Tulisan disudut kiri kata Colgate, “ALCOHOL FREE MOUTHWASH”, jadi obat kumur ini tidak mengandung alcohol. Apa sih kegunaan dari obat kumur colgate plax ini, bisa diliat di decription depan botol kemasannya

  • Kills bacteria by up to 99,9 %
  • Provide up to 64% HEALTHIER GUMS*
  • Help PREVENT CAVITIES
  • Gives long lasting FRESH BREATH
  • NO burning sensation

Clinically tested by dentist

Sejak saya memakai obat kumur ini setiap bangun pagi nafas masih tetap lumayan segar bahkan sebelum saya mulai menyikat gigi. Setelah gosok gigi dan berkumur pun nafas jadi segar dan gigi jadi terasa kesat. Saya juga jadi jarang ngeluh sakit gigi karena sisa makanan yang masih menempel di gigi. Obat kumur ini sangat nyaman di mulut ketika berkumur dan tidak terasa terlalu pedas atau keras dengan cairan obat kumur ini.

Pernah ga kalian makan sesuatu makanan dan bau makanan tersebut masih menempel di mulut? contohnya seperti makan bawang goreng dll, nah obat kumur membantu membersihkan bau pada mulut kita apalagi jika makanan yang kita makan sangat kuat baunya dan tersisa di mulut. Saya menggunakan obat kumur ini setiap pagi sebelum memulai aktivitas ataupun sesudah mengakhiri aktivitas yaitu malam hari sebelum tidur.

Selama ini saya selalu beli botol colgate ukuran 100 ml, kayaknya saya belum pernah liat yang ukuran lebih besar atau sayanya aja yang ga pernah liat *ahahah. Botol ukuran 100 ml ini cukup travel friendly jadi bisa dibawa langsung ketika mau liburan ke luar kota. Jadi budayakan sikat gigi dan berkumur dengan obat kumur ya! 🙂

b

NOTE

This is not sponsored post. Semua tulisan murni hasil pendapat saya sendiri setelah mencoba produk tanpa ada pesan dari sponsor yang bersangkutan.